Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 39


__ADS_3

"WHAT, hahaha!" Ucap Chika terkejut dan kemudian tertawa mendengar jawaban Shofia.


"Kakak becanda ya?" Tanya Chika dan Shofia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ga mungkin, ga mungkin kak. Kak Shofia becandanya kelewatan nih, nanti benaran putus baru tau kakak!" Ucap Chika sambil tersenyum - senyum dengan tingkah laku Shofia.


"Kakak serius Chik!" Jawab Shofia sambil menundukkan kepalanya.


"Ah ga mungkin lah kak Rizky kan sayang banget sama kakak, apalagi kakak jadi ga mungkin lah putus apalagi kan kakak udah tunangan sama kak Rizky!" Ucap Chika yang masih tak percaya dengan jawaban yang Shofia berikan.


"Terserah kamu deh Chik mau percaya atau ga, kakak ga tau lagi harus gimana sekarang!" Jawab Shofia sambil mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir dari tadi.


"Jadi kakak benaran putus sama kak Rizky?" Tanya Chika lagi. Shofia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Bagus deh kalau gitu kak!" Lanjut Chika dengan santai.


"Maksudnya?" Tanya Shofia bingung.


"Iya bagus kak, jadi aku ga perlu lagi dong bersaing sama kakak untuk dapatin kak Rizky yang keren itu!" Jawab Chika sambil tersenyum - senyum senang.


"Chika, kamu benar - benar ya, ga bisa ngertiin aku sedikit aja! " Bentak Shofia sambil berjalan ke arah pintu kamar Chika.


"Kak, aku ga nyangka kakak mengorban aku juga dalam hubungan kakak!" Ucap Chika, sontak membuat langkah kaki Shofia terhenti.


"Kak, aku ga mau kakak sedih kayak gini. Kak Shofia yang aku kenal orangnya kuat, tegar, dan ga suka yang namanya sedih - sedih kayak gini. Kak, kakak boleh kehilangan marah sama kak Rizky tapi aku kak, adik kakak. Aku hanya mencoba mengilangkan kesedihan kakak tapi kakak malah giniin aku!" Lanjut Chika dan kini air mata Chika sudah menetes.


Shofia yang mendengar ucapan Chika pun membalikkan badannya mengarah ke Chika. Chika pun segera memeluk Shofia yang masih berdiri ditempat yang sama.


"Kak, aku sayang sama kakak. Aku ga mau lihat kakak sedih kayak gini!" Ucap Chika.


"Maafin kakak ya Chik!" Jawab Shofia sambil melepaskan pelukan Chika.


"Kak, kenapa Kakak bisa putus sama kak Rizky?" Tanya Chika yang kini sudah kembali duduk di atas kasurnya bersama Shofia.

__ADS_1


"Rizky selingkuh Chik, dia meluk cewek lain di depan kakak Chik!" Jawab Shofia yang kemudian menangis lagi.


"Kakak tau dari mana kalau cewek itu benar - benar selingkuhannya kak Rizky?" Tanya Chika lagi.


"Dia meluk cewek itu lama banget Chik, sampai - sampai Rizky ga liat kakak ada di depannya!" Jawab Shofia dengan meninggikan nada bicaranya.


"Kak, apa kak Rizky udah jelasin sesuatu sama kakak?" Tanya Chika sambil memegang kedua tangan Shofia.


"Apa lagi yang perlu di jelasin Chik, semua udah jelas!" Jawab Shofia.


"Tapi kakak harus tetap dengarin penjelasan kak Rizky dulu kak. Kakak ga bisa ambil keputusan sepihak gini dong kak. Kakak udah tunangan lagi sama kak Rizky!" Ucap Chika yang mencoba membuat Shofia bersikap lebih dewasa lagi.


"Kak, kakak beruntung bisa dapatin cowok kayak kak Rizky itu kak. Dia selalu berkorban demi kakak!" Lanjut Chika yang membuat Shofia merasa bersalah atas keputusannya.


DRIIIIINGGG!!!


Suara handphone Chika berbunyi dan ternyata yang menelponnya adalah kak Rizky tunangannya Shofia. Chika pun segera mengangkat telponnya.


"Halo kak!" Ucap Chika.


"Kakak baru kerumahnya tadi tapi ternyata Shofia ga ada!" lanjut rizky.


Shofia yang mendengarkan suara Rizky bertanya tentang keberadaannya segera menginstruksikan agar Chika mengatakan bahwa dia tidak ada di sini dengan nada berbisik.


"Jangan bilang kakak di sini Chik, please!" Ucap Shofia dengan nada yang sangat pelan dengan ekspresi memohonnya.


"Halo Chika!" Ucap Rizky yang dari tadi menunggu jawaban Chika.


"Eh iya kak, apa tadi kakak bilang?" Tanya Chika yang tidak fokus karena Shofia yang mengajaknya berbicara.


"Shofia ada dirumah kamu kan?" Ucap Rizky mengulangi pertanyaannya tadi.


"Kata kak Shofia ga ada kak!" Jawab Chika sambil menjauh dari Shofia agar shofia bisa menghidar dari Shofia yang ingin menutup mulutnya.

__ADS_1


"Chika, jangan dibilang!" Ucap Shofia dengan nada berbisik - bisik sambil berusaha menutup mulut Chika.


"Jadi Shofia di rumah kamu kan Chik?" Tanya Rizky untuk memastikan.


"Iya kak, dia nutup - nutup mulut aku kak ga boleh ngomong jujur sama kakak!" Jawab Chika dengan nada bicara yang sedikit meninggi.


"Yaudah kakak kesana sekarang ya!" Ucap Rizky yang kemudian memamatikan telponnya.


"Iya iya kak!" Jawab Chika.


"Chika, kok kamu bilang sih?" Tanya Shofia kesal.


"Kak, kakak harus selesaikan masalah kakak!" Jawab Chika sambil menepuk - nepuk pundak Shofia. Kemudian Chika berjalan keluar dari kamarnya.


Tak menunggu waktu lama Rizky pun telah sampai di rumah Chika. Rizky pun kemudian menelpon Chika lagi.


Tuuuttttt..... Tuuuutttt..... Tuuuuttttt.....


Shofia yang melihat layar handphone Chika tertera nama Kak Rizky, dengan berat hati Shofia pun mengangkat telpon dari Rizky.


"Chika, bilang sama Shofia kakak di taman samping rumah kamu!" Ucap Rizky. Shofia yang mendengarkan ucapan Rizky pun langsung mematikan telponnya tanpa menjawab perintah Rizky sama sekali.


Dengan kondisi hati yang masih terasa sesak Shofia pun berjalan keluar kamar Chika untuk menemui Rizky. Shofia yang baru mau membuka pintu keluar rumah Chika, tiba - tiba menghentikan gerak tangannya karena Chika memanggilnya.


"Kakak mau kemana?" Tanya Chika.


"Mau ke taman samping!" Jawab Shofia dengan wajah datarnya.


"Kak Rizky udah datang ya kak?" Tanya Chika sambil menggigit apel yang berada di tangan kanannya.


"Udah, dia di taman!" Jawab Shofia, Chika pun hanya menganggukkan kepalanya sambil menggigit apelnya lagi. Kemudian Shofia pun membuka pintu lalu berjalan menuju taman meninggal Chika yang sedang asik makan apel tersebut.


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya. 😉

__ADS_1


Ig : @febiayeni


fb : Febi Ayeni


__ADS_2