Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 114


__ADS_3

"Ga seharuanya gue ngenang masa lalu gue dengan Randy. Mas Dimas adalah pilihan gue saat ini, gue ga mau kehilangan Mas Dimas lagi, seperti gue pernah kehilangan Randy. Meskipun saat ini hati gue masih terbagi, tapi gue yakin suatu saat nanti gue pasti bisa menyempurnakan cinta gue ke Mas Dimas, seperti Mas Dimas menyempurnakan cintanya kepada sang khalik." Ucap Laura dalam hati dan kemudian tersenyum melihat Dimas yang berjalan mendahuluinya.


"Aliya, Angga udah dong gelutnya nanti pulangnya kelamaan lagi!" perintah Dimas.


"Iya nih Kak Dimas, Pak Angga nih ga pernah mau ngalah dari Aliya," rengek Aliya.


"Aliya please deh jangan panggil aku dengan sebutan Pak mulu, aku risih dengarnya. Emangnya aku udah kayak bapak-bapak ya?" tanya Angga.


"Ga sih lebih mirip opa-opa," ejek Aliya dengan menjulur lidahnya.


"Hah seriusan makasih lho Al, udah bilang aku mirip oppa-oppa korea gitu," jawab Angga sambil mengibaskan rambutnya.


"Bukan OPPA tapi OPA, huruf P nya satu aja Pak Angga," ucap Aliya dengan menekankan suaranya.


"Jadi maksud kamu, aku mirip kakek-kakek gitu?" tanya Angga dengan membelalakkan bola matanya.


"The right Pak Angga," jawab Aliya yang kemudian berlari ke belakang Aliya.


"ALIIYAAA," teriak Angga yang mulai kesal.


"Kak Laura tolong Aliya!" pinta Aliya sambil menyembunyikan tubuhnya dibelakang Laura.


"Angga ga berani kali Al nyentuh cewek, apalagi kalau ceweknya kamu," jawab Dimas.


"Bukan itu yang Aliya takutin Kak, tapi mukanya nyeremin banget kalau lagi marah," jawab Aliya dengan menutup matanya hingga ia tidak sadar bahwa Angga sudah berada didepannya.


"Aliya udah dong kamu ga malu diliatin orang kayak anak kecil gini?" tanya Laura yang mulai bingung dengan tingkah Aliya yang sulit ditebak ini.


"Ihh Aliya ga peduli Kak, yang penting Aliya ga liat Pak Angga marah ke Aliya," jawab Aliya.


"Kalau takut kenapa masih dilakuin sih Al," ucap Angga yang berada didepannya. Mendengar suara Angga yang begitu dekat dengannya Aliya pun langsung membuka matanya.


"Kak Laura," rengek Aliya yang kemudian mempererat pelukannya.


"Aliya udah ah, jangan kayak anak kecil deh! " pinta Laura sambil berusaha melepaskan tangan Aliya dari perutnya.


"Iya sorry-sorry," jawab Aliya yang langsung melepaskan pelukannya.


"Dasar anak kecil," ledek Angga.


"Bodo amat," jawab Aliya kesal.


Akhirnya mereka berempat pun berjalan menelusuri toko muslim ini untuk mencari baju yang cocok untuk mereka gunakan di hari spesial nanti.


"Mas Dimas, yang ini kayaknya bagus deh," ucap Laura sambil memegang baju yang ia pilih.


"Iya kayaknya ini aja deh, Mas juga suka desain untuk baju cowoknya, elegant gitu." Jawab Dimas.


"Ehemm," tegur Angga memberikan kode.

__ADS_1


"Kita berdua ga di tawarin nih?" tanya Angga.


"Ya kalian pilih aja!" perintah Dimas. Aliya yang mendengar ucapan Dimas langsung keluar dari persembunyiannya dengan membawa baju pilihannya.


"Kak Dimas, Aliya udah dapat," ucap Aliya sambil tersenyum-senyum malu.


"Ya Allah ini adek siapa sih?" tanya Laura yang betul tidak habis pikir dengan ulah Aliya yang asal-asalan.


"Ya adek Kak Laura lah," jawab Aliya tanpa merasa bersalah.


"Baju untuk aku, udah kamu pilihin juga kan?" tanya Angga.


"Emangnya Pak, eh Mas Angga ada bilang sama Aliya, kan Pak eh Mas Angga ga ada nyuruh Aliya," jawab Aliya sambil cengengesan.


"Manggilnya Mas Angga aja Aliya, ga usah pakai Pak eh nya lagi!" pinta Angga sambil memukul pelan keningnya.


"Jadi orang jangan galak-galak bisa ga Mas?" tanya Aliya, "nanti aku ga mau lho jadi istri Mas, kalau Mas galak gini," lanjut Aliya.


"Kan aku ga nyari istri," ledek Angga sambil menjulurkan lidahnya.


"Kalian berdua nih ya gelut aja kerjaannya, entar kangen-kangenan," ledek Dimas.


"Kangen?" tanya Aliya dan Angga secara serempak dengan bola mata yang saling bertemu.


"Ga bakalan deh," jawab Aliya dan Angga serempak lagi.


"Udah Mas Dimas, biarin aja. Kita liat aja nanti," ucap Laura sambil tersenyum.


"Al, langsung baju couple aja nyarinya biar gampang!" pinta Laura.


"Baju couple? Aliya couple sama siapa emang?" tanya Aliya kebingungan.


"Oh jadi aku ga kamu anggap?" tanya Angga kembali.


"Couple-an sama dia kak?" tanya Aliya sambil melirik Angga, Laura pun menganggukkan kepalanya. "Seriusan aja kak?" tanya Aliya lagi.


"Ya serius lah Al, mau sama siapa lagi coba?" jawab Laura dengan pertanyaan kembali. Aliya yang mendengar jawaban Laura hanya bisa merengut.


"Udah deh Al, ga usah sok-sok ga senang gitu deh, padahal dalam hati kamu pasti seneng banget bisa couple-an dengan orang seganteng gue kan?" tanya Angga sambil menaik turunkan alis matanya.


"Harusnya Aliya dong yang bilang gitu sama Mas Angga," jawab Aliya yang tak mau kalah.


"Udah-udah niat di beliin ga sih?" tanya Dimas.


"Hehe, iya iya Kak," jawab Aliya dan Angga sambil cengengesan.


"Yaudah cari sana!" perintah Dimas. Angga dan Aliya pun langsung mencari baju couple.


"Mas, yang ini bagus deh," ucap Aliya sambil menunjuk salah satu baju couple berwarna abu-abu.

__ADS_1


"Hah, kamu panggil aku sayang?" tanya Angga.


"Ih udah dong Mas bercandanya, entar dimarahi lagi sama Kak Laura dan Kak Dimas! " pinta Aliya.


"Iya iya iya, sorry-sorry," jawab Angga.


"Yang mana tadi?" tanya Angga.


"Ciieee, Mas Angga manggil Aliya sayang," ledek Aliya sambil tersenyum.


"Mulai deh Al, jangan mancing-mancing deh!" pinta Angga.


"Ya maaf, rasanya ga seru kalau ga gelut," jawab Aliya sambil merengut.


"Nanti kalau kamu udah jadi is one aku baru deh lanjutin gelutnya," ucap Angga dengan sangat santai.


"Ceritanya Aliya mau di lamar nih sama Mas Angga?" tanya Aliya kegirangan.


" Ya itu pun kalau aku lagi khilaf ya," jawab Angga sangat santai.


"Mas Angga mah PHP mulu," ucap Aliya dengan wajah yang ditekuk.


"PHP dari mana sih, janji aja ga pernah, kamunya aja yang baperan." Jawab Angga yang begitu menyakitkan bagi Aliya.


"Yaudah deh Aliya mulai sekarang ga mau lagi tuh ganggu-ganggu Mas Angga lagi," ucap Aliya yang seketika badmood dibuat Angga.


"Jiah ngambek," ledek Angga.


"Mas Angga, Aliya mau nanya serius deh sama Mas Angga," ucap Aliya sambil terus mencari-cari baju yang cocok untuk mereka pakai.


"Nanya apa sih Al?" tanya Angga yang mulai penasaran.


"Tapi nanti aja deh, kita nyari baju aja dulu!" pinta Aliya.


"Oke deh kalau gitu," jawab Angga santai.


Angga dan Aliya pun akhirnya mencari-cari baju couple yang cocok untuk mereka, hingga pada akhirnya mereka terpikat dengan baju couple berwarna navy yang sangat elegant. Angga dan Aliya pun memilih baju tersebut untuk mereka gunakan pada hari yang sangat istimewa nanti.


Kira-kira Aliya ma ngomong apa ya? 🤔


Oke guys segini dulu ya, maaf typo ya guys udah ngantuk nih, hehe malah curhat deh.☺


Episode Randy Insyaallah di part ke 115 ya guys, Terimakasih dukungan dan kritiknya ya guys😊.


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya guys,


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2