Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 108


__ADS_3

"Lah gue ngapain dah malah ngurusin hidup tu hantu, dia kan bisa urusin dirinya sendiri." Ucap Angga.


Angga kembali mendengar suara dering handphone di dalam gudang. Angga yang tak ingin menduga-duga siapa yang berada didalam gudang tersebut, langsung saja Angga menghampiri gudang tersebut untuk memastikan kebenarannya. Angga mengetuk pintu gudang tersebut dengan sangat hati-hati.


"Permisi apa ada orang di dalam?" tanya Angga sambil menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan jawaban dari dalam gudang.


Aliya yang mendengar ada suara dari luar gudang, langsung berusaha keras untuk meminta pertolongan pada orang tersebut.


"Eeemmm," teriak Aliya dengan mulut yang masih tertutup.


"Permisi apa ada orang di dalam?" tanya Angga lagi.


"Eeemm," jawab Aliya. Aliya yang takut orang yang tersebut pergi pun segera mencari cara lain agar oranh tersebut mendengarnya. Aliya langsung menjatuhkan kursi rusak yang berada disampingnya. Angga yang mendengarnya pun semakin yakin bahwa didalam gudang ini memang ada orang.


"Oke oke, lo jauh-jauh dari pintu ya biar gue coba dobrak nih pintu!" perintah Angga. Dengan mengesot Aliya pun berandak jauh dari pintu mengikuti perintah orang tersebut.


"Sekarang gue dobrak ya!" perintah Angga.


"Eemmm," jawab Aliya.


GUBRAAAKKKK...


Dengan susah payah akhirnya Angga berhasil membuka paksa pintu gudang tersebut. Betapa terkejutnya Angga saat ia melihat sosok seorang wanita sedang di ikat tali dan dengan mulut yang ditutupi solasi berwarna hitam. Angga terdiam sejenak melihat Aliya yang menatapnya dengan linangan air mata yang masih terlihat jelas di pipinya.


"Eemmm," ucap Aliya sambil menggoyang-goyangkan tangannya yang terikat tali.


Angga pun berjalan mendekati Aliya dan kemudian membuka ikatan di tangan Aliya.


"Maaf ya aku jadi nyentuh tangan kamu," ucap Angga yang merasa tidak enak karena menyentuh tangan Aliya. Aliya yang mendengar ucapan Angga benar-benar terkejut.


"Baru kali ini gue jumpa cowok kayak lo, sopan amat sama cewek," ucap Aliya dalam hati.


"Makasih ya Pak," ucap Aliya yang sudah berhasil membuka solasi yang menutup mulutnya.


"Iya sama-sama," jawab Angga.


"Kamu kenapa bisa disini, di ikat lagi?" tanya Angga dengan raut wajah yang begitu cemas.


"Tadi..." Aliya belum sempat melanjutkan ucapannya, "gue ga boleh kasih tau pak Angga kalau ini semua kelakuan Sinta, karena gue yakin pak Angga pasti marahin Sinta, dan gue bisa-bisa diginiin lagi sama sinta. Ga, gue ga boleh kasih tau kejadian yang sebenarnya ke pak Angga," ucap Aliya dalam hati.


"Aliya, kok malah ngelamun sih, aku nanya kenapa kamu bisa disini dan kenapa kamu bisa sampai diikat gini, dan siapa yang lakuin ini ke kamu bilang sama aku biar aku kasih pelajaran tu orang?" tanya Angga panjang lebar.


"Pertanyaan Pak Angga kayak ujian matematika ya, satu soal tapi anaknya banyak," jawab Aliya yang kemudian langsung berdiri.


"Aku nanya serius Aliya," jawab Angga yang kemudian mengikuti langkah kaki Aliya.

__ADS_1


"Ya saya juga serius Pak. Lagian pak Angga lama-lama aneh deh, kadang ngomongnya pakai saya kadang pakai aku bentar lagi kayaknya pakai kata gue gue lagi," ledek Aliya.


"Emangnya salah ya?" tanya Angga.


"Salah," jawab Aliya santai.


"Salahnya dimana coba?" tanya Angga.


"Ya saya sebagai pendengar jadi bingung mau jawab dengan bahasa formal atau ga," jawab Aliya yang terus berjalan menuju pintu keluar.


"Ya kan aku udah pernah bilang kalau ga di jam sekolah, ya ngomongnya biasa aja," ucap Angga yang terus mengikuti Aliya.


"Eh tunggu dulu, kamu mau kemana?" tanya Angga yang seketika menghentikan langkah kaki Aliya.


"Ya pulang lah Pak, masa ia mau nginap disini," jawab Aliya sambil tersenyum.


"Tunggu bentar, aku mau minta kunci kantor dulu!" pinta Angga yang kemudian berlari ke belakang meninggalkan Aliya sendirian.


"Pak Angga, Aliya ikut!" teriak Aliya yang merasa merinding sendirian di lorong ini.


Aliya pun langsung berlari mengejar Angga, hingga pada akhirnya Angga berhenti di sebuah rumah kecil di belakang kampus.


"Huff, hufff, Pak Angga larinya cepat amat sih," ucap Aliya yang ngos-ngosan ngejar Angga.


"Lagian kamu ngapain ikut sih?" tanya Angga sambil mengatur napasnya yang tidak beraturan.


"Eh ada tamu," ucap Mang Asep yang bertugas sebagai penjaga kampus, "ada apa ya?" tanya Mang Asep.


"Mang, biasa," jawab Angga sambil tersenyum.


"Kamu ni ya Angga, selalu aja kayak gini." Celoteh Mang Asep sambil mengambil kunci yang di minta oleh Angga.


"Hehe, ya namanya juga lupa Mang," jawab Angga cengengesan.


"Makanya Angga buruan nikah biar ada yang ngurusin kamu!" pinta Mang Asep sambil memberikan kunci-kunci yang begitu banyak kepada Angga.


"Yaelah Mang, belum ada yang cocok Mang," jawab Angga.


"Tuh yang disampingnya, apa masih kurang perfect?" tanya Mang Asep sambil melirik Aliya.


"Bukan kurang perfect Mang, tapi dianya ga mau sama saya," jawab Angga sambil tersenyum.


"Benaran atuh Neng ga mau sama Angga?" tanya Mang Asep, Aliya pun hanya tersenyum malu sambil melirik Angga.


"Aduh Neng-neng, Angga ini udah guanteng, pintar, kalau baeknya jangan di tanya lagi atuh neng, baek pisan atuh. Kalau Mang Asep jadi cewek ya Neng, Mang Asep pasti kejar dia sampai akhirat." Puji Mang Asep yang membuat Angga tersipu malu.

__ADS_1


"Mang Asep bisa aja mujinya," jawab Angga sambil menepuk pelan pundak Mang Asep.


"Aku ga muji-muji kamu Angga, memang gitu adanya kok," ucap Mang Asep yang membuat Angga semakin malu-malu kucing.


"Pokoknya ya Neng, Angga ini the best deh apalagi masalah agama, cerdas pisan atuh Neng." Ucap Mang Asep sambil mengacungkan jempolnya, Aliya hanya tersenyum mendengar ucapan Mang Asep.


"Udah ah Mang mujinya, entar saya terbang lagi," jawab Angga sambil tersenyum malu.


"Yaudah kalau gitu kita balik dulu ya Mang, Assalammu'alakum," ucap Angga dengan merekahkan senyuman termanisnya itu.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati," jawab Mang Asep.


"Mari Mang, Assalammu'alakum." Ucap Aliya sambil tersenyum dan kemudian berjalan mengikuti Angga.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Mang Asep.


"Kuncinya Angga kasih security ya Mang, seperti biasa!" teriak Angga sambil membalikkan badanya menghadap Mang Asep.


"Siap," sahut Mang Asep.


"Jangan lama-lama PDKT nya, buruan lamar aja Angga, keburu di tikung orang!" teriak Mang Asep.


"Siap Mang," sahut Angga dengan berjalan mundur dan mengajungkan jempolnya.


Angga pun langsung berjalan tepat disamping Aliya yang sedang senyum-senyum malu.


"Kamu kenapa Al, senyum-senyum gitu? kamu baper ya," ledek Angga.


"Apaan sih ga lah, ngapain juga baper," jawab Aliya sambil berusaha menyembunyikan senyumnya.


"Udah deh ngaku aja," ledek Angga lagi.


"Ngaku apaan sih Pak?" tanya Aliya yang pura-pura tak mengerti.


"Kamu baper kan, buktinya pipinya udah merah kayak tomat gitu," jawab Angga sambil menunjuk wajah Aliya yang sedang malu-malu.


"Tomat bukannya warna orenge ya Pak?" tanya Aliya mengalihkan pembicaraan.


"Udah deh ga usah ngalihkan pembicaraan deh," ledek Angga yang kemudian berjalan meninggalkan Aliya.


"Siapa yang baper, Pak Angga aja yang ke geeran," balas Aliya yang tak mau kalah.


Oke guys segini dulu ya guys, sorry ya kali ini pembahasan tentang Aliya panjang banget. 🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2