
****
"Laura, kamu tangani pasien di ruangan nomor 11E!" perintah dokter Satria yang baru saja memasuki ruang kerja Laura.
"Pasien masih berumur kurang lebih 2 tahun, anak itu mengalami infeksi pada jantungnya," ucap dokter Satria lagi.
"Baiklah dok, saya akan tangani segera," jawab Laura dengan tegas.
Dengan sigap Laura pun berjalan menuju ruangan 11E. Sesampainya Laura di ruangan 11E betapa terkejutnya Laura saat melihat yang berada di ruangan tersebut tak lain adalah Chika.
"CHIKA!" ucap Laura yang sangat terkejut melihat keberadaan Chika disini.
"LAURA!" ucap Chika yang juga tak menyangka bakalan ketemu dengan Laura di rumah sakit ini.
"Laura, tolongin Fia!" perintah Chika yang sangat panik dengan kondisi anaknya saat ini. Dengan sigap Laura pun langsung memeriksa kondisi anak Chika dengan menggunakan stetoskop.
"Fia harus segera di operasi karena kalau tidak bisa berakibat fatal!" perintah Laura yang membuat Chika panik.
"Kapan Fia harus di operasi?" tanya Chika dengan wajah pucatnya.
"Besok pagi, dan sebelum operasi anak kamu harus puasa terlebih dahulu, maka dari itu kasih dia asupan yang cukup sebelum ia puasa!" perintah Laura lagi dengan tegas.
"Gue ngerti Ra, gue mohon sama lu Ra selamatin Fia!" perintah Chika yang kini sedang menangis sambil memegang tangan kanan Laura.
"Gue pasti lakukan yang terbaik buat Fia selebihnya kita hanya bisa berdoa," ucap Laura tanpa melihat wajah Chika yang sedang menangis ini.
"Gue harus keluar dulu untuk mempersiapkan semua yang Fia butuhkan saat operasi nanti," lanjut Laura lagi.
"Gue mohon lu bantu gue ya Ra!" perintah Chika sambil memegang telapak tangan Laura dengan kedua tangannya.
"Selagi gue masih bisa bantu lu, gue pasti bantu," jawab Laura sambil tersenyum melihat wajah Chika.
__ADS_1
"Gue sangat berterimakasih sama lu Ra," ucap Chika sambil melepaskan genggaman tangan Laura.
"Yang terpenting sekarang lu harus bisa kasih asupan yang cukup untuk Fia dan sebisa mungkin lu harus tenangin Fia, usahain jangan sampai rewel!" perintah Laura sambil sesekali menatap kedua bola mata Chika.
"Baik Ra, " jawab Chika.
"Ya sudah gue keluar dulu," ucap Laura dan langsung pergi meninggalkan Chika bersama anaknya di ruangan itu.
"Gue jadi ngerasa bersalah sama lu Ra," ucap Chika dengan suara pelan.
"Mamaa," suara Fia memanggil Chika sambil menangis dengan sigap Chika pun langsung menghampiri keberadaan Fia anaknya.
"Iya Fia," jawab Chika sambil mengelus - elus rambut Fia.
"Papa mana Ma?" tanya Fia sambil merengek.
"Sabar ya Fia sayang, Papa lagi di jalan bentar lagi juga sampai," jawab Chika dengan wajah yang begitu sedih melihat kondisi anaknya saat ini.
DRIIIIINGGG DRIIIIINGGG....
"Halo Pa," jawab Chika.
" . . . . "
"Lho kok bisa gitu sih Pa?" tanya Chika yang mulai panik.
" . . . . "
"Tapi besok Papa udah di sini kan?" tanya Chika sambil melirik Fia.
" . . . . "
__ADS_1
"Oh yaudah kalau gitu Pa, Papa hati - hati di jalan ya," ucap Chika sambil tersenyum ke arah Fia.
"Bye," ucap Chika sambil menutup telponnya.
"Papa udah campai Ma?" tanya Fia dengan wajah senangnya.
"Huff, belum sayang besok Papa sampainya," jawab Chika sambil menghela napasnya.
"Yahh," ujar Fia kecewa.
"Fia, Fia ga boleh gitu Fia harus tetap semangat walaupun Papa ga di sini. Meskipun Papa ga di sini tapi Mama kan ada di sini nemanin Fia," ucap Chika dengan nada yang sangat lembut sambil mengelus - elus rambut Fia.
"Tapi Papa tetap pulang kan Ma?" tanya Fia dengan penuh harapan.
"Iya sayang, Papa pasti pulang kok," jawab Chika sambil tersenyum.
"Ya sudah sekarang Fia makan ya," ucap Chika sambil mengambil semangkuk kecil bubur untuk Fia.
"Aaa, pesawat mau mendarat," ucap Chika sambil memainkan sendok yang berisi bubur tersebut. Fia yang melihat tingkah konyol Chika pun hanya bisa tertawa sambil berusaha menangkap sendok yang berisi bubur itu.
Sedangkan Laura yang dari tadi berada di depan jendela ruangan Fia hanya bisa menatap Chika dan Fia dari kaca yang tembus pandang itu.
"Gue kangen sama lu yang dulu Chik," ujar Laura sambil menepis air matanya yang perlahan mengalir tersebut.
"Gue janji Chik, gue akan berusaha semaksimal mungkin agar Fia bisa sembuh kembali," ucap Laura sambil tersenyum. Laura pun akhirnya pergi meninggalkan Chika dan Fia dengan kesedihan yang juga bisa Laura rasakan ketika melihat Fia terbaring.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys, dan share juga ke teman - teman kalian ya😉
Terimakasih yang masih setia menunggu novel saya up meskipun saya up nya ga setiap hari, maaf ya guys🙏🙏.
TERIMAKASIH . . . .
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni