
Seketika air mata Aliya terjun bebas dipipinya. Tak ingin Angga mengetahui keberadaannya, Aliya langsung berlari meninggalkan Angga yang sedang berpelukan dengan seorang wanita yang tidak ia kenal itu, ditambah wajah wanita tersebut tidak terlihat begitu jelas.
Aliya meluapkan semua kesedihan di toilet yang saat ini sedang kosong.
“AAAGGGHHHH,” pekik Aliya, “kenapa sih harus ada orang ke tiga di hubungan kita?” tanya Aliya pada dirinya sendiri.
“Gue ga ikhlas di giniin,” ucap Aliya dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes membasahi pipinya.
Aliya lalu menghapus kasar air matanya, “gue harus cari tau kebenarannya!” tegas Aliya kepada dirinya sendiri.
Aliya lalu mencuci wajahnya dan merapikan hijabnya. Setelah selesai, Aliya segera mencari orang untuk mengantarkan makanan untuk suaminya, karena jujur saja ia masih sangat kesal dengan Angga, akan tetapi ia juga tak mau meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.
“Eh Dan, lo mau kemana?” tanya Aliya yang menghentikan langkah Dani teman sekelasnya.
“Mau ngantar tugas susulan gue ke pak Angga,” jawab Dani.
“Kebetulan Dan, gue boleh nitip ini ga buat pak Angga?” tanya Aliya, “gue mules soalnya,” lanjutnya seraya memegang perutnya yang sama sekali tidak sakit itu.
Melihat Aliya yang meringis kesakitan Dani pun tidak tega, “yaudah mana?” tanya Dani.
Aliya lalu memberikan bekal untuk Angga, “ini Dan, sorry ya gue jadi ngerepotin lo,” ujar Aliya.
“Iya ga apa-apa kok santai aja kali Al,” jawab Dani sambil mengambil bekal untuk Angga.
“Makasih ya Dan,” ucap Aliya seraya tersenyum.
“Iya sama-sama, yaudah gue pergi dulu!” pinta Dani yang kemudian pergi meninggalkan Aliya sendirian.
Aliya yang tak mau Dani curiga, akhirnya ia harus berpura-pura untuk kembali memasuki toilet. Ketika Aliya sudah tidak melihat Dani di koridor kampus, Aliya akhirnya memutuskan untuk segera memasuki kelas, karena sebentar lagi kuliah akan dimulai.
Aliya yang baru sampai di kelas langsung disambut langsung oleh Dona, “DOOORR!” pekik Dona yang mengejutkan Aliya.
“Apaan sih lo Don ngagetin gue aja,” ucap Aliya kesal.
Dona lalu mencolek dagu Aliya, “jutek amat sih Al?” tanya Dona seraya mengikuti Aliya yang berjalan mendahuluinya, “lagi dapet lo ya,” ledek Dona sambil menunjuk-nunjuk wajah Aliya.
Aliya sontak langsung menepis tangan Dona dari hadapannya, “ga kok,” ketus Aliya.
Dona yang sedang dilanda kebahagian lansung duduk mendekati Aliya, “Al, gue ada kabar gembira nih,” ucap Dona, namun Aliya hanya fokus dengan laptopnya yang baru saja ia buka.
__ADS_1
“Apaan?” tanya Aliya cuek.
“Gue hamil,” jawab Dona yang sontak membuat Aliya terkejut.
“HAH? LO HAMIL?” tanya Aliya dengan suara yang kuat.
Dona yang sedikit malu langsung menutup mulut Aliya cepat-cepat, “Aliya, santai aja kali ngomongnya!” pinta Dona dengan suara berbisik.
“Sorry-sorry gue keceplosan Don,” jawab Aliya, “lo seriusan lagi hamil?” tanya Aliya lagi.
Dona lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “iya Al, gue baru cek tadi pagi,” jawab Dona.
“Jadi kak Dimas udah tau?” tanya Aliya lagi.
Dona menggelengkan kepalanya, “belum, kan gue mau kasih surprise buat mas Dimas nanti,” jawab Dona.
“Oohh bagus deh, kak Dimas seneng banget nanti,” jawab Aliya yang kemudian kembali fokus ke layar laptopnya.
“Lo kenapa sih Al dari tadi gue perhatiin kayak ga mood gitu?” tanya Dona yang mulai kesal dengan sikap Aliya yang tak seceria biasanya.
"Gue ga mungkin ceritain masalah rumah tangga gue dengan Angga sama lo Don, karena biar bagaimanapun juga gue harus bisa sembunyiin aib suami gue," ucap Aliya dalam hati.
Note: jagalah aib pasanganmu, "suami adalah pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami. Jika seorang suami atau istri membuka aib pasangannya, maka sama saja ia menelanjangi diri sendiri. Suami istri adalah satu kesatuan yang saling melengkapi].
“Gue cuma lagi ga enak badan aja Don,” jawab Aliya.
Dona seketika langsung meletakkan punggung tangannya ke kening Aliya, “lo sakit Al?” tanya Dona, “iya Al, badan lo panas. Lo mau gue anterin ke UKS ga?” tanya Dona lagi.
Aliya menggelengkan kepalanya, “ga usah Don, gue masih sanggup kok,” jawab Aliya.
Dona kemudian berdiri, “yaudah kalau gitu gue kasih tau ke pak Angga ya!” pinta Dona.
Aliya sontak langsung menahan tangan Dona, “ga usah Don, kasian dia dari kemaren rawat gue mulu!” perintah Aliya.
“Tapi kalau lo udah ga kuat lagi kasih tau ke gue ya!” pinta Dona dengan sangat khawatir.
Aliya tersenyum, “iya Don,” jawab Aliya singkat.
Setelah beberapa jam pelajaran dimulai, akhirnya mata kuliah Aliya hari ini selesai juga. Aliya yang masih sangat kesal dengan Angga langsung memutuskan untuk segera pulang tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan Angga. Angga yang merasa ada yang tak beres dengan Aliya, Angga segera menemui Aliya di kelasnya, namun Angga terlambat Aliya sudah pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Angga yang melihat Dona di koridor kampus dengan sigap langsung menghampiri Dona untuk menanyakan keberadaan Aliya.
“DONA!” teriak Angga, Dona pun berbalik kebelakang.
Angga berlari kecil menghampiri Dona, “Don, Aliya mana?” tanya Angga panik.
“Udah pulang duluan dia. Dia lagi ga enak badan jadi dia duluan deh,” jawab Dona, “emangnya Aliya ga ngasih tau ya Pak?” tanya Dona yang mulai curiga dengan persoalan rumah tangga Aliya dan Angga sedang tidak beres.
“Oh iya, sorry-sorry gue baru ingat, tadi Aliya izin dari WA,” jawab Angga ngeles.
“Kalian berdua lagi ga berantem, kan?” tanya Dona yang mulai penasaran.
“Ga, ga kok,” jawab Angga yang sebenarnya merasa Aliya tengah marah dengannya.
Dona menganggukkan kepalanya, “bagus deh kalau gitu,” ucap Dona, “yaudah kalau gitu gue duluan ya!” pinta Dona yang langsung berjalan pergi meninggalkan Angga sendirian.
“Iya Don,” jawab Angga singkat.
“Aliya kenapa ya?” tanya Angga dengan suara berbisik.
Angga berkali-kali berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Aliya, “jangan-jangan Aliya liat gue pelukan sama Aulia lagi?” tanya Angga dengan mata terbelalak.
Angga lalu mengacak-ngacak rambutnya, “Aagghh, kacau,” ucap Angga yang tiba-tiba merasa pusing.
Sedang Aliya yang baru saja sampai di kamarnya langsung menghempaskan badannya ke atas tempat tidurnya. Aliya lalu mencampak-campakkan tas, sepatu dan hijabnya ke lantai begitu saja.
“AAAGGGGHHH!” pekik Aliya dengan air mata yang tak dapat ia bendung lagi.
“Kenapa sih harus ada orang ketiga di rumah tangga kita?” tanya Aliya pada dirinya sendiri.
“GUEEE BENCIIII DENGAN WANITA ITU!” teriak Aliya.
Gimana nih guys greget nggak? 🤔
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
__ADS_1
FB : Febi Ayeni