Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 25


__ADS_3

Laura yang merasa suntuk di dalam ruangannya pun bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil kantong air impus dan memegangnya kemudian Laura berjalan dengan sangat berhati - hati dan tertatih - tatih. Laura berjalan tak jauh dari ruangannya yang hanya berjara 2 ruangan saja menghentikan langkah saat ia melihat seorang anak menyuapkan ibunya yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Laura mulai mendekati jendela ruangan itu, ia memperhatikan kedua orang itu dengan seksama. Dan ternyata sepertinya ia mengenali anak perempuan yang sedang menyuapi ibu tersebut.


"ALIYA?" Ucap Laura dari jendela ruangan itu. Laura langsung berjalan memasuki ruangan itu dan memanggil Aliya.


"ALIYA!" Panggil Laura dengan mempercepat langkahnya. Aliya yang merasa ada yang memanggil namanya melirik kebelakang dan ternyata itu adalah Laura kakak kandungnya.


"KAK LAURA?" Sahut Aliya terkejut. Ya dugaan Laura benar sekali, yang ia lihat dari jendela itu adalah adiknya dan Mama nya.


Laura yang terkejut melihat Mama nya tiba - tiba terbaring di atas tempat tidur rumah sakit merasa heran karena setaunya Mama nya tidak memiliki penyakit apa pun. Laura kemudian mempercepat langkahnya dan kemudian memeluk Mama nya dan ketika ia melihat Mama nya yang terbaring lemah spontan membuat Laura manangis tak henti - henti.


"Mama, Mama kenapa?" Tanya Laura sambil menangis melihat kondisi Echa yang memprihatinkan.


"Mama, ga apa - apa kok Ra!" Jawab Echa dengan suara yang begitu pelan.


"Ga apa - apa gimana sih Ma, Mama udah di perban - perban gini masih bilang ga apa - apa!" Ucap Laura sambil melepaskan pelukannya.


"Mama cuma kecelakaan biasa aja kok Ra!" Jawab Echa.


"Kok bisa sih Ma?" Tanya Laura.

__ADS_1


"Mama bawa mobilnya ga fokus waktu mau ke sekolah kamu!" Jawab Echa.


"Mama emangnya mau ngapain ke sekolah Laura?" Tanya Laura kebingungan padahal ia sama sekali tidak ada menelpon Echa sama sekali.


"Chika, nelpon Mama katanya kamu pingsan di sekolah, dan pas Mama mau ke sekolah kamu Bos Mama nelpon dan Mama di pecat karena akhir - akhir ini Mama sering ga disiplin Ra!" Jawab Echa.


Laura menangis saat mendengar ucapan Mama nya yang lebih mempedulikan nya dibanding dengan kerjaannya sendiri.


"Mama, harusnya ga ngelakuin ini Ma, gara - gara Laura Mama jadi di pecat, kan?" Ucap Laura yang merasa bersalah.


"Ga apa - apa Ra, kalian berdua itu lebih penting dari segalanya di hidup Mama!" Jawab Echa sambil memeluk Laura dan Aliya.


"Iya Mama cepat sembuh ya Ma!" Ucap Aliya.


"Pesan Mama cuma satu sama kalian, kalian berdua harus menjadi orang sukses jangan seperti Mama ya!" Ucap Echa.


"Kita janji sama Mama kita berdua akan belajar lebih sungguh - sungguh lagi, biar kita berdua bisa bantuin Mama!" Jawab Laura dengan sangat tegas.


"Laura, kamu janji kan bakalan nuruti semua kata - kata Mama?" Tanya Echa sambil memegang tangan kanan Laura.

__ADS_1


"Laura janji Ma!" Ucap Laura dengan menatap kedua bola mata Echa dengan sangat serius.


"Mulai minggu depan kamu kemoterapi ya!" Ucap Echa.


"Hah? Kemoterapi Ma? Laura kan cuma sakit biasa Ma? Kenapa harus kemoterapi?" Tanya Laura bertubi - tubi yang kebingungan dengan yang barusan ia dengar dari mulut Mama nya.


"Mama hanya ga mau kamu pingsan - pingsan terus Ra!" Jawab Echa tegas.


"Tapi kemoterapi itu mahal Ma, dan kita mau bayar pakai apa Ma? Sedang Papa melepaskan tanggung jawabnya begitu aja!" Jawab Laura.


"Kamu ga perlu mikirkan itu sekarang Ra, biar itu jadi urusan Mama ya yang penting kamu ikuti kata - kata Mama ya!" Ucap Echa yang begitu berharap kepada Laura.


"Yaudah kalau gitu Laura mau tapi Mama harus sembuh dulu ya!" Jawab Laura dengan sangat terpaksa.


Coret - coret dong di kolom komentar tentang ceritanya.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉


Dan Terimakasih juga buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊

__ADS_1


__ADS_2