Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 95


__ADS_3

TING NONG... TING NONG....


"Iya sebentar," sahut Aliya yang baru saja sampai didepan pintu rumah Rizky.


KLEEKK...


Aliya pun membuka pintu rumah Rizky dengan sangat cepat. Betapa terkejutnya Aliya ketika ia melihat bahwa orang yang menekan bel rumah Rizky adalah Angga.


"Mas Angga," ucap Aliya terkejut.


"Alhamdulillah kamu belum pulang Al, nih handphone kamu ketinggalan di mobil aku tadi," ucap Angga sambil memberikan handphone Aliya.


"Ya Allah, ternyata handphone Aliya ketinggalan dimobil Kakak ya, Aliya kira hilang," jawab Aliya sambil mengambil handphone nya yang berada ditangan Angga.


"Iya, yaudah kalau gitu saya balik dulu ya, Assalammu'alakum," ucap Angga yang kemudian membelakangi Aliya.


"Wa'alaikumsalam, eh Mas bisa minta tolong?" tanya Aliya yang membuat Angga menghentikan langkahnya.


"Minta tolong apa Al?" tanya Angga yang kemudian membalikkan badannya menghadap Aliya.


"Mas, tolong antarin saya dan Kak Rizky kerumah sakit dong, please," jawab Aliya sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Kerumah sakit, siapa yang sakit?" tanya Angga yang mulai kebingungan.


"Nanti saya jelasin, sekarang bantuin saya dulu Mas!" pinta Aliya yang langsung berjalan meninggalkan Angga. Angga yang tidak mau ambil pusing pun segera mengikuti langkah kaki Aliya.


"Kak Rizky, ayo kita kerumah sakit sekarang!" ajak Aliya tanpa basa-basi.


"Mas Angga tolongin kak Rizky ya!" pinta Aliya memohon. Angga pun dengan segera memenuhi permintaan Aliya.


Setelah Aliya meminta alamat rumah sakit tempat Chika dirawat, Angga, Aliya dan Rizky pun segera menuju rumah sakit tersebut. Hanya dalam 15 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tempat Chika dirawat.


"Laura, gimana kondisi Chika sekarang?" tanya Rizky yang begitu panik.


"Belum tau kak, dari tadi dokter yang nangani Chika belum keluar juga," jawab Laura yang ikutan panik.


"Kak Laura, baju Kakak ga diganti aja, biar Aliya ambilin dulu ke rumah!" pinta Aliya yang melihat baju Laura yang berlumuran darah.


"Yaudah ga apa-apa kalau gitu. Jangan lupa kasih tau mama ya kalau Kakak di rumah sakit!" pinta Laura penuh harapan.


"Iya Kak, nanti Aliya sampaikan." Jawab Aliya sambil menganggukan kepalanya.


"Yaudah kalau gitu Aliya pulang dulu Kak, Assalammu'alakum," ucap Aliya yang kemudian berjalan meninggalkan semua orang yang berada di depan ruangan ICU Chika.


"Wa'alaikumsalam," jawab Laura.

__ADS_1


"Aliya tunggu," ucap Angga yang seketika menghentikan langkah kaki Aliya.


"Saya antar kamu ya!" pinta Angga. Mendengar ucapan Angga, Aliya pun langsung melirik Laura untuk meminta izin. Laura yang mengerti maksud dari tatapan mata Aliya pun menganggukan kepalanya.


"Yaudah yok Mas," jawab Aliya.


"Sebentar Al," ucap Angga.


"Ran, lo ga mau gue ambilin baju juga?" tanya Angga yang membuat Laura dan Aliya terkejut.


"Boleh deh, makasih ya bro," jawab Randy sambil menepuk pelan pundak Angga.


"Iya ga apa-apa kok, sekalian juga." Ucap Angga sambil tersenyum.


Angga dan Aliya pun akhirnya pergi meninggalkan Laura, Randy dan juga Rizky yang sedang duduk di kursi tunggu.


Sudah sekitar 10 menit perjalanan tapi Angga maupun Aliya hanya berdiam diri saja. Hingga pada akhirnya Aliya pun membuka suara.


"Mas Angga," panggil Aliya dengan jantung yang berdetak begitu cepat dari biasanya.


"Iya Al," jawab Angga yang masih fokus dengan setir mobilnya.


"Mas Angga kok bisa kenal sih sama kak Randy?" tanya Aliya yang penasaran.


"Oohh, Randy itu teman kuliah saya jadi wajar dong saya kenal sama Randy," jawab Angga yang kemudian tersenyum.


"Kalau kamu sendiri kok bisa kenal sama Randy dan Rizky juga?" tanya Angga yang juga merasa aneh.


"Kalau kak Randy itu dulu mantannya kak Laura, kalau kak Rizky itu dokter yang nangani kak Laura waktu kak Laura sakit," jawab Aliya sambil tersenyum.


"Hah, jadi kak Laura yang dimaksud Randy itu, kakak kamu Al?" tanya Angga yang terkejut mendengar jawaban dari Aliya.


"Emangnya kak Randy bilang apa sama Mas Angga?" jawab Aliya dengan pertanyaan lagi.


"Dia pernah cerita sama saya kalau dia itu sayang banget sama Laura, makanya dia batalin pernikahannya sama Chika," jawab Angga yang sontak membuat kedua bola mata Aliya terbelalak.


"Tapi tunggu dulu nama kakak kamu Laura apa?" tanya Angga yang mulai curiga.


"Laura Salshabila," jawab Aliya kebingungan.


"Tadi sore dia mulai ta'aruf sama yang namanya Dimas?" tanya Angga yang mulai curiga.


"Iya kok Mas Angga bisa tau sih?" jawab Aliya dengan pertanyaan lagi.


"KACAU," ucap Angga yang mendadak menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Loh kok kita berhenti sih Mas?" tanya Aliya yang terkejut.


"Terus apanya yang kacau sih Mas?" tanya Aliya lagi yang makin bingung dengan Angga.


"Kacau Al, kacau," jawab Angga sambil memukul-mukul setir mobilnya.


"Apanya yang kacau sih Mas?" tanya Aliya yang mulai meninggikan volume suaranya.


"Dimas itu kakak gue, dan kak Dimas sama Randy itu teman dekat," jawab Angga sambil mengacak-acak rambutnya.


"Mas Angga seriusan?" tanya Aliya yang sangat terkejut.


"Iya gue serius Al," jawab Angga sambil menatap mata Aliya.


"Dan yang lebih parah lagi kita Al," ucap Angga dalam hati.


"Aaaagggh," teriak Angga yang membuat Aliya ketakutan.


"Mas Angga tunggu disini bentar ya!" pinta Aliya yang kemudian membuka pintu mobil Angga.


"Aliya kamu mau kemana?" teriak Angga dari jendela mobilnya.


"Bentar Mas," sahut Aliya sambil berlari kecil menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari parkir mobil Angga.


"Ya Allah, hamba harus apa sekarang?" tanya Angga sambil meletakkan kepalanya di atas setir mobilnya.


"Kalau ceritanya kayak gini bukan hanya Randy yang bakalan stres tapi gue juga," ucap Angga sambil memejamkan matanya.


"Dan gue juga ga bisa nikah sama Aliya," ucap Angga. Aliya yang baru saja ingin membuka pintu mobil Angga terkejut saat mendengar Angga mengucapkan kalimat itu.


"Gue suka sama lo Al, tapi kenapa lo harus jadi adiknya Laura?" tanya Angga yang kemudian meneteskan air matanya begitu juga Aliya yang mendengar ucapan Angga.


"Mungkin memang kita ga ditakdirkan untuk bersama Mas," jawab Aliya yang langsung masuk ke mobil Angga sambil menghapus air matanya.


"Aliya, kamu udah balek?" tanya Angga yang langsung mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya.


"Nih Mas minum dulu!" pinta Aliya yang sama sekali tidak melirik Angga sama sekali.


"Makasih Al," jawab Angga yang sedih melihat Aliya.


"Kalau Mas udah ga emosi lagi, kita langsung ke rumah Aliya ya!" pinta Aliya dengan pandangan kosong ke depan.


Sorry guys banyak yang typo, 🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2