
Keesokan harinya . . . .
"Assalammu'alakum," ucap Aliya yang baru saja sampai di kelasnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Dona yang sedang asik membaca buku.
"Kenapa lo Al?" tanya Dona kepada Aliya yang terlihat begitu pucat.
"Gue ga apa-apa kok," jawab Aliya yang kemudian duduk di kursinya.
"Lo sakit?" tanya Dona lagi sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Aliya.
"Ga kok Don," jawab Aliya sambil menurunkan tangan Dona dari keningnya.
"Tapi badan lo benaran panas lo Al," ucap Dona yang mulai panik.
"Ya namanya gue masih hidup Don, lo gimana sih," ledek Aliya sambil mengeluarkan bukunya dari ranselnya.
"Tapi ini lo panasnya, panas sakit Aliya," ucap Dona yang begitu panik.
"Gue ga apa-apa kok Don, udah deh lo diem aja ga usah khawatir gitu," jawab Aliya yang mulai kesal.
"Ya Allah Aliya, gue itu sahabat lo jadi wajar kalau gue itu khawatir sama lo," ucap Dona yang kemudian langsung memegang kedua tangan Aliya untuk berdiri.
"Sekarang lo mendingan berdiri deh, biar gue anterin lo ke UKS!" perintah Dona tegas.
"Gue ga sakit Dona," jawab Aliya yang masih tetap duduk di kursinya.
"Nanti kalau lo pingsan disini gimana Al?" tanya Dona yang terlihat begitu khawatir dengan kondisi Aliya.
"Gue ga bakalan pingsan disini kali Don. Gue juga pilih-pilih lah mau pingsan dimana," jawab Aliya santai.
"Ih nih anak lain ya, pingsan aja milih," ucap Dona yang kemudian duduk di kursinya.
"Ya harus dong Don," jawab Aliya yang kemudian melipat kedua tangannya diatas meja.
"Awas aja lo nanti pingsan disini ya!" acam Dona dengan tatapan sinisnya.
"Iya iya, gue ga bakalan pingsan disini kok," jawab Aliya sambil tersenyum.
"Selamat pagi semuanya," ucap Angga yang baru saja memasuki kelas Aliya.
"Pagi Pak," jawab seluruh mahasiswa dan mahasiswi di kelas ini.
"Baiklah kita mulai pelajaran hari ini ya," ucap Angga sambil mengeluarkan buku-bukunya.
__ADS_1
"Iya Pak," jawab seluruh mahasiswa dan mahasiswi di kelas ini.
Proses ngajar mengajar pun sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu. Aliya sudah mulai tidak fokus dengan apa saja yang dijelaskan oleh Angga. Aliya sudah mulai memegang kepalanya yang sudah sangat pusing.
"Ya Allah, kok pusing banget ya?" tanya Aliya dalam hati. Dona yang melihat Aliya sudah tidak seperti biasanya pun mencoba untuk mengambil tindakan.
"Aliya, lo kenapa?" tanya Dona dengan suara yang sangat pelan.
"Kepala gue pusing banget Don," jawab Aliya sambil menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Lo benaran ga mau ke UKS aja?" tanya Dona yang sangat panik.
"Pak Angga masih ngajar Don," jawab Aliya sambil menutup matanya. Angga yang melihat Aliya dan Dona sejak tadi berbicara pun langsung menengur mereka berdua.
"Aliya, Dona, dilarang diskusi disaat saya sedang ngajar," ucap Angga dengan tegas.
"Aliya kamu kenapa tidur di kelas?" tanya Angga yang mulai berjalan menghampiri meja Aliya.
"Diaa..." jawab Dona, namun ketika Dona baru saja ingin melanjutkan ucapannya Angga langsung menegur Dona.
"Saya ga nanya sama kamu," ucap Angga yang sontak membuat Dona tak mampu berkata apa pun lagi.
"ALIYA KAMU DENGAR GA SIH SAYA NGOMONG?" tanya Angga sambil memukul-mukul pelan meja Aliya namun Aliya tidak kunjung mengangkat kepalanya.
"ALIYA," ucap Angga dengan volume suara yang mulai di naikkan.
"Kayaknya Aliya pingsan Pak," lanjut Dona dengan sangat ketakutan.
"Kamu sekongkolan sama dia?" tanya Angga seperti ingin menerkam Dona.
"Engg... enggak Pak, Aliya memang sakit," jawab Dona dengan sangat gugup.
"Kamu serius?" tanya Angga yang mulai panik.
"Iya Pak, kalau Pak Angga ga percaya Bapak liat aja mukanya pucat gitu," jawab Dona dengan tegas. Angga pun akhirnya merendahkan tubuhnya dan melihat wajah Aliya yang sedang bersandar di meja.
"Cantik," gumam Angga dalam hati.
"Astagfirullahaladzim," ucap Angga lagi dalam hati.
"Pak," panggil Dona yang heran dengan Angga yang melihat Aliya cukup lama.
"Yaudah kalau gitu, yang cewek-cewek tolong bantu Dona bawa Aliya ke UKS dulu!" perintah Angga.
Jujur saja sebenarnya Angga saat ini sangat grogi namun ia berusaha untuk menyembunyikannya agar tidak ada yang curiga bahwa ia menyukai Aliya. Dona dan beberapa teman wanitanya pun langsung membopong Aliya yang pingsan untuk di ke UKS. Angga pun langsung mengemasi seluruh buku-buku dan alat tulisnya yang tergeletak diatas meja lalu memasukkannya ke ranselnya. Untuk mengurangi tingkat ke khawatirannya terhadap Aliya, Angga pun mengikuti langkah kaki Dona dan teman-temannya melangkah. Aliya yang baru saja sampai di UKS langsung ditangani oleh dua orang petugas PMR dan satu orang Dokter volunteer.
__ADS_1
"Dia kenapa?" tanya Dokter Satria yang langsung memeriksa kedua mata Aliya dengan menggunakan pen light.
"Tadi pagi teman saya ini memang sudah ga enak badan Dok, tapi pas saya suruh ke UKS dia ga mau Dok, jadinya sekitar 15 menit pelajaran dimulai eh dianya udah pingsan." Jawab Dona yang lebih mengetahui kondisi Aliya sebelumnya.
"Baiklah kalau begitu tunggu saja sampai dia bangun, dia hanya kelelahan saja." Ucap Dokter Satria.
"Baik Dok, terimakasih," ucap Dona sambil tersenyum.
"Terimakasih ya Dok," ucap Angga sambil tersenyum.
"Jaga baik-baik istrinya ya Pak Angga," ledek Dokter Satria sambil menepuk pelan pundak Angga.
"Dokter ini ada-ada aja sih," jawab Angga sambil tersenyum.
"Tapi kan memang benar," ucap Dokter Satria.
"Ga kok Pak, itu cuma gosip aja kok," jawab Angga yang membantah ucapan Dokter Satria .
"Kalau benaran juga ga apa-apa kok, kalian itu cocok loh," ledek Dokter Satria.
"Dokter bisa aja," jawab Angga sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau gitu jangan lupa kasih makan dan minum juga biar cepat sembuh!" pinta Dokter Satria sambil menepuk pelan pundak Angga.
"Iya Dok," jawab Angga.
"Dona, kamu jagain Aliya dulu ya biar saya belikan dia makanan dulu!" pinta Angga yang kemudian keluar dari UKS tersebut.
"Iya Pak," jawab Dona.
"Tuh orang tumben ramah," ujar Dona dengan volume suara yang pelan agar Angga tak mendengar ucapannya.
Setelah beberapa menit Aliya terbaring di atas tempat tidur UKS ini, akhirnya Aliya pun membuka kedua matanya.
"Don, gue dimana?" tanya Aliya sambil berusaha duduk dibantu oleh Dona.
"Lo ada di UKS, tadi lo pingsan," jawab Dona yang kemudian duduk di kursi dekat tempat tidur Aliya.
"Don, kepala gue pusing banget nih," ucap Aliya sambil memegang kepalanya.
"Salah lo juga sih, dari tadi gue suruh istirahat di UKS tapi ngeyel ya gini deh jadinya," jawab Dona kesal.
Sorry typo ya guys🙏😊
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni