
“Baru kali ini gue mimisan sebanyak ini, apa gue kecapean ya?”
“Kayaknya gue harus istirahat deh,”
Aliya lalu meletakkan tisu yang berlumuran darah itu di bawah laptopnya, sebab ia tak mau melihat Angga khawatir. Aliya lalu membangunkan Angga dengan sangat lembut.
Aliya menepuk pelan pelan pipi Angga, “yank tidur di kamar yuk!”
“Eemm,” Angga hanya berdehem.
“Ayo dong sayang, aku juga udah ngantuk nih!” pinta Aliya seraya menegakkan tubuh Angga darinya.
“Gendong,” rengek Angga yang enggan membuka matanya itu.
“Enak aja kamu, harusnya aku dong yang kamu gendong,” sahut Aliya, “kan aku yang cewek,” lanjut Aliya.
Mau tak mau akhirnya Angga membuka matanya, “kamu curang, maunya digendong terus tapi ga mau gendong balik,” ketus Angga yang masih duduk diatas sofa.
Aliya tersenyum lalu memeluk tubuh Angga, “hehe, kamu kan berat yank mana kuat aku,” jawab Aliya cengengesan.
Angga kemudian berdiri dan langsung menggendong Aliya yang sedang memeluknya itu. Aliya sontak terkejut dan lalu tersenyum bahagia. Setelah sampai di kamar Angga kemudian meletakkan tubuh Aliya ke atas tempat tidur dengan lembut.
Angga mengelus rambut indah Aliya dan tak lupa mengecup kening Aliya, “kamu langsung tidur ya!” perintah Angga, Aliya pun tersenyum manis.
Melihat Angga yang ingin berjalan meninggalkannya, Aliya sontak langsung menahan tangan Angga, “kamu mau kemana lagi yank?” tanya Aliya.
Angga tersenyum, “aku mau ngambil laptop kamu yang masih diluar.”
Aliya terkejut mengingat tisu yang ia letakkan di bawah laptopnya tadi. Aliya lalu langsung duduk, “biar aku aja yang ngambil yank!” perintah Aliya panik.
“Udah ga apa-apa aku aja yang ambil, kamu istirahat aja,” jawab Angga sambil melepaskan tangan Aliya.
“Eemm, ta... tapi yank,” ucap Aliya terbata-bata.
“Udah kamu diem aja disitu!” perintah Angga, “ingat istri itu harus ngikuti perintah suami,” lanjut Angga yang membuat Aliya tak dapat berkutik apa-apa lagi.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga ***********, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).
“Ya Allah, bagaimana ini?” tanya Aliya dalam hati.
Dengan langkah pasti Angga berjalan menuju balkon. Angga lalu mematikan laptop Aliya yang masih menyala itu. Angga kemudian mengambil laptop Aliya tanpa memperhatikan bahwa ada tisu yang berlumuran darah. Angga lalu berjalan sambil memegang laptop Aliya, akan tetapi tiba-tiba Angga merasa bahwa ia memijak sesuatu.
Angga mengakat kakinya dan melihat benda yang ia injak, dan ternyata benda itu adalah flashdisk Aliya yang terjatuh. Angga kemudian mengambil flashdisk tersebut. Disaat Angga mengambil flashdisk itu, tiba-tiba saja ada angin yang meniup tisu-tisu tersebut hingga berserakan di lantai tepat di hadapan Angga.
__ADS_1
Angga terkejut melihat tisu-tisu yang berserakan di lantai ini, “hah? Tisu dari mana ini?” tanya Angga kebingungan.
“Perasaan tadi ga ada deh,”
“apa gue ga liat ya?”
Angga yang penasaran lalu mengambil tisu-tisu tersebut, “HAH DARAH?”
“Darah dari mana ini?”
“Masih baru lagi,” Angga lalu melirik ke tempat tidur.
“Apa mungkin ini darah Aliya?”
“Tapi darah dari mana?”
“Ga ada luka juga,”
Angga lalu mengumpulkan tisu-tisu tersebut dan memasukkannya kedalam tong sampah. Setelah itu, Angga berjalan mengahampiri Aliya berniat untuk menanyakan tentang hal aneh ini. Namun, Angga berada di waktu yang salah, sebab Aliya sudah terlelap.
“Hmm, yaudah deh besok aja tanya-tanyanya,” ujar Angga seraya meletakkan laptop Aliya di atas meja.
Angga kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya dan berwudhu. Aliya yang hanya pura-pura tidur akhirnya menghembus napas leganya.
Keesokan harinya....
Hari ini Aliya sangat beruntung karena Angga sama sekali tidak membahas tentang darah pada tisu yang Angga temui tadi malam. Tanpa sepengetahuan suaminya, Aliya diam-diam bertemu dengan Aulia di sebuah taman yang tak jauh dari kampusnya.
“Mbak, mbak udah nikah belum sih?” tanya Aliya yang membuat Aulia sontak batuk-batuk.
“Uhuuk, uhuukk,”
Aliya lalu memberikan minumannya kepada Aulia, “sorry-sorry mbak, minum dulu!” pinta Aliya.
“Thanks Al,” ucap Aulia seraya mengambil tumbler milik Aliya.
“Sama-sama mbak,” jawab Aliya tersenyum.
“Sebenarnya gue pernah nikah, tapi sayang pernikahan gue ga bertahan lama,” ucap Aulia yang menimbulkan tanda tanya besar dibenak Aliya.
“Kenapa mbak?” tanya Aliya yang sangat penasaran.
“Gue nikah bukan karena cinta Al, gue nikah karena itu satu-satunya jalan agar tante gue ga dipenjara. Gue cuma punya tante gue Al, gue ga mungkin biarin dia dipenjara gitu aja. Tante gue udah begitu baik kepada gue dan keluarga gue.” Jawab Aulia dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
“Apa mantan suami mbak kasar sehingga mbak cerai?” tanya Aliya dengan menatap lekat kedua buah bola mata Aulia.
Aulia lalu tersenyum, “dia sama sekali ga pernah kasar ke gue Al, hanya saja dia menganggap gue seperti mantannya yang udah meninggal.”
“Hah? Terus salahnya dimana mbak?”
“Wajah gue mirip banget sama mantannya dia Al. Dan setiap kali dia liat gue yang ada di pikiran dia hanya Dinda dan Dinda, gue ga pernah dia anggap sebagai Aulia Al,” jawab Aulia dengan air mata yang sudah terjun bebas dipipinya.
Aliya yang tak tega melihat Aulia bersedih langsung menyandarkan kepala Aulia di pundaknya.
“Gue selalu mencoba untuk pertahanin pernikahan ini meskipun dia anggap gue Dinda. Tapi, satu hal yang ga bisa buat gue untuk tetap mempertahankan pernikahan ini Al,” jeda Aulia sejenak.
“Apa mbak?” tanya Aliya penasaran.
“Dia selingkuh dan menghamili selingkuhannya itu Al,” jawab Aulia.
“Hah? Kok bisa? Emangnya mbak kurang apa sampai-sampai dia lakuin hal itu ke mbak?” tanya Aliya yang benar-benar tak habis pikir dengan tindakan mantan suami Aulia itu.
Aulia menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya, “gue mandul Al.”
“Serius mbak?” tanya Aliya.
Aulia mengganggukkan kepalanya, “iya Al, sebelum gue cerai dengan dia, gue minta satu permintaan terakhir dari dia,” jawab Aulia.
“Apa mbak?” tanya Aliya.
Wah kira-kira apa ya permintaan Aulia sebelum di ceraikan?
Apa Aulia minta rumah?
mobil?
atau jalan-jalan keliling dunia?
Hmm, kira-kira apa ya guys? 🤔
Oke guys, segini dulu ya untuk episode kali ini. Next episode, besok lagi ya guys😊
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
__ADS_1
FB : Febi Ayeni