Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 76


__ADS_3

"ALIYA WIJAYA SALSHABILA" teriak Dona sahabat Aliya sejak duduk di bangku kantin eh bangku SD maksudnya.🤗


"Kebalik mulu lo nyebut nama gue Don, heran gue liat lo tiap hari gini mulu," ujar Aliya yang baru saja memasuki kelas dan duduk disebelah tempat duduk Dona.


"Yaelah Al, ga apa-apa kali namanya juga sekali-kali salahnya," jawab Dona yang tersenyum malu.


"Iya sekali tapi tiap 1 jam sekali kan, Don?" tanya Aliya dengan wajah sinisnya.


"Hehe, yang penting kan sekali," jawab Dona sambil cengengesan.


"Orang tua gue potong kambing tau ngasih nama gue, lah lo malah seenaknya aja ganti-ganti nama gue." Ucap Aliya dengan tatapan sinisnya terhadap Dona yang masih cengengesan tidak jelas itu.


"Baru potong kambing aja udah songong lu Al, gue aja potong Dinosaurus biasa aja, Dinosaurus korek lagi." Jawab Dona dengan sombongnya.


"Dinosaurus T rex kali Don," sahut Aliya kesal dengan sahabatnya ini yang selalu salah nyebut nama.


"Iya itu maksud gue Al," jawab Dona sambil cengengesan tidak jelas.


"Lagian ya Don, sebelum lo potong tu Dinosaurus T rex yang ada lu udah di telan tu sama si Dino. Eh tapi kayaknya lo benaran aqikah pakai Dinosaurus lah Don," ujar Aliya dengan wajah seriusnya menatap Dona yang berdiri di depannya.


"Lah gue tadi bercanda kali Al," jawab Dona dengan muka polosnya yang merasa bahwa Aliya benar-benar percaya dengan perkataannya yang hanya ia karang sendiri.


"Tapi kayaknya emang lo dulu aqikahnya pakai Dinosaurus deh," ucap Aliya yang membuat Dona semakin heran dengan Aliya. Bagaimana mungkin Aliya yang sangat pintar ini bisa termakan omongan Dona yang sama sekali tidak masuk akal.


"Lah lo kok bisa mikir gitu sih Al?" tanya Dona yang mulai penasaran.


"Simple aja sih, karena lo perempuan jadi nama lo Donasaurus kalau lo anak laki-laki baru deh namanya Dinosaurus," jawab Aliya sambil melepaskan tawanya yang dari tadi ia tahan melihat kepolosan wajah Dona yang seakan-akan ia benar-benar tertipu dengan omongan Dona yang tidak masuk akal itu.


"Yaelah Al, gue kira lo benaran percaya lagi sama omongan gue," sahut Dona yang merasa lega bahwa Aliya ternyata masih waras.

__ADS_1


"Ya kali gue bisa lo kibuli Don, Don." Jawab Aliya sambil tertawa lagi.


Disela perbincangan antara Aliya dan Dona, dosen yang mengajar mata kuliah Sastra pun akhirnya masuk. Dosen yang menjadi idola satu kampus itu begitu pun Aliya yang sangat menyukai Dosen yang bernama Angga tersebut. Dosen muda, berparas tampan, jenius serta yang buat para mahasiswi makin klepek-klepek adalah rajin ibadah lagi, tapi ada hal yang buat banyak mahasiswi mengundurkan diri untuk mendapatkan hati Angga yaitu sikap dinginnya terhadap mahasiswi-mahasiswi yang menggangunya. Tapi hal itu sama sekali tidak mengoyahkan tekat Aliya untuk mendapat kan dosen yang Aliya sebut-sebut sebagai Mr. Galak.


"Selamat pagi semuanya," ucap Angga dengan sangat dinginnya.


"PAGI PAK" jawab semua mahasiswa dan mahasiswi yang berada di kelas tersebut kecuali Aliya. Ya Aliya hanya menikmati keindahan yang berada di depan matanya tanpa memperdulikan orang-orang yang berada disekitarnya.


"Baik lah pagi ini kita akan membahas tentang cara penulisan karya tulis yang baik dan benar," ucap Angga tanpa basa basi. Ya itu lah Angga tak suka bertele-tele karena baginya hanya membuang-buang waktu saja. Angga pun akhirnya menjelaskan satu persatu materi yang ia ajarkan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang berada di ruangan ini.


Aliya yang baru saja sadar dari lamunannya pun segera menulis dan memahami kata demi kata yang Angga ucapkan. Meskipun sulit bagi Aliya untuk tidak terus-terusan memperhatikan Angga yang menjadi pujaan hatinya itu, mau tidak mau Aliya harus bisa untuk tetap fokus dengan pelajaran yang Angga berikan. Aliya tidak mau hanya karena ia terlalu mengidolakan Angga ia harus kehilangan beasiswanya.


Tak terasa sudah 1 jam Angga mengajar di kelas Aliya, akhirnya tugas Angga sebagai dosen pun selesai untuk saat ini. Angga pun segera merapikan buku-bukunya yang berada di atas meja dan memasukkannya ke dalam tasnya. Sedangkan Aliya hanya bisa duduk diam di kursinya sambil menatap Angga yang sibuk menyusun buku-bukunya.


"Al, kantin yuk gue laper nih," rengek Dona sambil memegangi perutnya yang sudah berbunyi dari tadi.


"UDAH DONG AL JANGAN NATAPIN PAK ANGGA TERUS" teriak Dona yang membuat Aliya sangat terkejut dan membuyarkan lamunannya, bagaimana tidak Dona berbicara dengan nada sekuat itu sedangkan Angga masih berada di kelas itu. Angga yang juga ikutan terkejut pun langsung melirik ke arah Aliya dan Dona.


"Donaa," sahut Aliya dengan nada yang pelan.


"Sorry, sorry Al ga sengaja kelepasan," jawab Dona sambil menutup mulutnya dengan wajah yang ketakutan.


"Siapa yang namanya Aliya?" tanya Angga yang berdiri tak jauh dari Aliya dan Dona berdiri.


"Tuh kan, mampus dah gue," ujar Aliya dengan nada yang sangat kecil.


"Sa... saya pak," jawab Aliya dengan sangat gugup.


"Ikut saya ke kantor sekarang!" perintah Angga yang kemudian berjalan keluar dari kelas. Aliya dan Dona yang mendengar perintah Angga hanya bisa menelan paksa liurnya.

__ADS_1


"Don, kalau gue ga keluar-keluar dari kantor, gue titip salam sama keluarga gue ya!" perintah Aliya kepada Dona.


"Cepetan!" perintah Angga dengan nada suara yang mulai meninggi.


"I... iya pak," jawab Aliya yang kemudian mengikuti langkah kaki Angga. Ya begitulah jika singa yang lagi tidur dibangunin. Oleh sebab itulah Aliya menyebut Angga Mr. Galak.


"Duduk!" perintah Angga kepada Aliya yang masih ketakutan. Jantung Aliya berdetak begitu kencang tak beraturan apakah ini yang namanya cinta? tapi sepertinya bukan lebih tepatnya karena ketakutan.


"I... iyaa Pak," jawab Aliya yang masih menundukkan kepala karena ia benar-benar tak berani menatap mata Angga yang seperti ingin menerkam itu.


"Saya mau tanya sama kamu, apakah kamu mau jadi istri saya?" tanya Angga yang membuat Aliya sangat terkejut dengan yang baru saja ia dengar.


"MAU PAK MAU," jawab Aliya yang begitu semangatnya.


"Mau apa?" tanya Angga yang sangat kebingungan dengan tingkah Aliya.


"Ya saya mau kok jadi istri Bapak," jawab Aliya malu-malu.


"Aduh Al, cari mati aja nih anak." ucap Dona sambil menepuk keningnya. Ya Dona sudah dari tadi memperhatikan Aliya dari kaca jendela ruangan para dosen.


Hayo tebak kira-kira Aliya bakalan ditelan Angga ga ya? 🤔


Btw, author ketakutan sendiri lho bayangin kegalakan Angga😅


SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2