Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 134


__ADS_3

Laura mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu. Pipi Laura mulai memerah mendengar ucapan Randy barusan. Randy yang menyadari bahwa Laura tersipu dengan gombalan mautnya seketika kembali melempari batu-batu kecil ke danau tersebut.


“Ga usah sok-sokan nahan senyum gitu deh Ra, gue paham kok kalau lo tersipu dengan ucapan gue barusan, kalau mau senyum ya senyum aja kali Ra,” ledek Randy.


“Apaan sih lo Ran, gue ga tersipu kok dengan gombalan kacangan dari lo,” jawab Laura mencoba untuk tetap biasa-biasa aja.


“Yaelah Ra Ra, pipi udah merah merona gitu juga masih mau ngeles,” ledek Randy yang seketika membuat Laura langsung memegang pipinya dengan kedua tangan.


Laura yang malu dengan susah payah menahan senyumnya, hingga pada akhirnya Randy kembali meledek Laura yang tak mampu membuat Laura menyembunyikan senyumannya.


“Ternyata bidadari kalau lagi malu-malu gini makin buat gue klepek-klepek tau,” ledek Randy sambil tersenyum melirik Laura yang akhirnya tersenyum.


“Lo makin cantik kalau senyum Ra, mungkin kalau gue disuruh milih antara bidadari benaran sama lo, gue pastinya lebih milih lo,” ucap Randy.


“Kenapa lo ga pilih bidadari benaran?” tanya Laura memastikan.


“Karena gue percaya bidadarinya ga bakalan mau milih gue,” jawab Randy yang membuat Laura terkekeh.


“Gue kira lo ga sadar Ran, hahaha.” Ucap Laura yang spontan memukul pundak Randy.


Randy yang terkejut sontak langsung menatap Laura dengan penuh kekagetan, Laura yang menyadari bahwa Randy terkejut karena pukulannya pun langsung segera meminta maaf.


“Eh sorry-sorry Ran, gue ga sengaja,” ucap Laura sambil menangkupkan kedua tangannya.


“Ga apa-apa kok Ra, apa sih yang ga buat bidadari gue,” jawab Randy tersenyum. Mendengar jawaban Randy membuat Laura tersipu malu dengan senyuman manis dibibir mungilnya itu.


“Lo kalau senyum gini gampang banget buat laki-laki jatuh cinta Ra, jadi tolong jangan berikan senyuman itu ke gue kalau lo harus pergi ninggalin gue lagi Ra,” ucap Randy sambil sesekali melirik Laura. Laura terdiam ketika ia mendengar ucapan Randy yang membuat senyumnya memudar.


Untuk tidak membuat suasana menjadi canggung, Randy langsung melontarkan beberapa pertanyaan terhadap Laura.


“Ra lo tau ga, kenapa gue ngajak lo ke danau Sanghyang ini?” tanya Randy.

__ADS_1


“Karena ini tempat dimana lo bisa nenangin diri?” tanya Laura yang tak begitu yakin dengan jawabannya sendiri.


“Dan kenapa juga orang pertama yang gue bawa ke tempat istimewa ini adalah lo?” tanya Randy sambil menatap Laura yang masih fokus dengan pemandangan di danau.


“Karena gue sahabat lo dari kecil mungkin,” tebak Laura yang kemudian melirik Randy.


“Lo salah Ra, gue bawa lo kesini bukan sebagai sahabat kecil gue, tapi gue bawa lo kesini karena gue merasa nama danau ini sama dengan perasaan gue ke lo, Ra.” Jawab Randy dengan penuh keseriusan.


“Maksud lo?” tanya Laura yang masih belum mengerti maksud dari jawaban Randy barusan.


“Gue Sanghyang sama lo, Ra. Sanghyang banget,” jawab Randy yang membuat Laura spontan terkekeh.


“Lo masih Sanghyang sama gue?” tanya Laura yang masih terkekeh.


“Iya, kenapa lo malah ketawa apanya yang lucu coba?” jawab Randy dengan kembali melontarkan pertanyaan.


“Ga apa-apa lucu aja, gue kira gue aja yang merasa gitu,” Jawab Laura yang kemudian jalan meninggalkan Randy. Randy yang mendengar jawaban Laura sontak membuatnya sangat terkejut dengan pengakuan yang Laura lontarkan.


“Hah, Laura juga masih sayang ke gue?” tanya Randy pada dirinya sendiri seolah-olah tak percaya dengan apa yang barusan Laura ucapkan.


“I... iya iya!” sahut Randy dengan wajah berseri-seri. Randy langsung berlari ke arah Laura dengan sangat gembira.


Sebelum mengantar Laura pulang ke rumah, tak lupa Randy mengajak Laura untuk melaksanakan shalat ashar di dekat danau Sanghyang Heuleut tersebut. Setelah selesai menunaikan kewajiban mereka sebagai umat Islam, Laura dan Randy pun pulang ke rumah masing-masing, tak lupa sebelum Randy pulang ke rumahnya sendiri, Randy mengantarkan Laura terlebih dahulu.


Suasana yang hening membuat Randy berniat untuk mengajak Laura terlebih dahulu berbicara, agar perjalanan menuju rumah Laura tak terasa begitu lama.


“Ra, lo yakin ga mau ke rumah Chika dulu?” tanya Randy sambil fokus memandangi jalanan di depannya.


“Emm, kapan-kapan aja deh Ran, belum siap gue ketemu Chika hari ini,” jawab Laura sambil melirik Randy.


“Oke kalau gitu, tapi lo perginya harus bareng gue!” perintah Randy dengan mencungkan jari telunjuknya ke depan wajah Laura.

__ADS_1


“Iya iya, lagian gue juga ga berani jumpa Chika tanpa ada lo, entar gue di apa-apain sama Chika lo ga tanggung jawab lagi,” jawab Laura dengan tatapan sinis.


“Yaelah Ra Ra, jangankan tanggung jawab masalah itu, tanggung jawab untuk bina rumah tangga bareng lo aja gue udah siap Ra.” Ucap Randy tersenyum.


“Ya ya ya,” Laura menunjukkan wajah tak percayanya kepada Randy, “gue cewek yang keberapa ya lo ajak berumah tangga?” tanya dengan menantap wajah Randy dengan tatapan sinisnya.


“Baru yang ke 10 Ra,” jawab Randy santai.


“What, yang ke 10 lo bilang baru?” tanya Laura menaikkan bahunya, “gila aja lo Ran,” lanjut Laura sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi mobil Randy.


“Ya kali, cewek yang pernah gue dekatin itu ya cuma lo sama Chika kali Ra,” jawab Randy sambil melirik Laura yang sedang asik bersandar dengan memejamkan matanya.


“Gue meskipun ganteng high quality, tapi gue ga mau manfaatin kegantengan gue buat mainin perasaan cewek, apa lagi cewek lemited edition kayak lo, Ra.” Lanjut Randy yang sama sekali tidak ditanggapi oleh Laura.


Randy menatap Laura denga penuh curiga, “Ra, Ra!” panggil Randy sambil melambaikan tangan kirinya ke wajah Laura.


“Tu kan benar dugaan gue, pasti tidur,” cetus Randy yang baru menyadari kalau Laura sudah tertidur.


“Ga asik banget sih lo Ra, gue capek-capek gombalin lo eh malah ditinggal tidur,” cetus Randy sambil memegang setir mobil dengan kedua tangannya.


“Ra Ra, lo bangun aja masih pendiam amat bagi gue apalagi tidur gini,” celoteh Randy sambil sesekali melirik Laura yang sedang tertidur.


“Andai aja lo tau Ra, kalau semua gombalan yang gue bilang ke lo itu seriusan, gue pengen banget lo itu kembali ke kehidupan gue lagi Ra, ya meskipun bukan sebagai pasangan gue. Gue harap lo bisa kembali ke gue lagi Ra.” Ucap Randy sambil tersenyum melihat Laura.


Sorry guys telat up nya🙏🙏


Gimana-gimana masih kangen Randy ga?


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2