
Hari ini adalah hari pertama Laura kerja di Cafe Move On, ya Cafe tempat di mana Randy dan Chika Dinner, Cafe tempat dimana Laura mendapatkan pekerjaan pertamanya. Cafe ini di beri nama Cafe move on bukan semata - mata hanya nama saja tapi memang terciptanya Cafe Move On karena memang tentang si pemilik Cafe ini sendiri yaitu Rizky. Yahh tidak tau pasti sih apa penyebabnya tapi biasanya ya apalagi kalau bukan karena masalah percintaaan. Maklum masalah anak muda jaman sekarang lah.
Skip masalah Cafe Move On ini ya...
Laura pun bekerja dengan sangat rapi dan melayani pelanggan dengan sangat ramah. Para karyawati - karyawati yang bekerja di Cafe move on itu pun banyak yang tak menyangka dia secepat itu mengerti yang baru saja di ajarkan oleh seniornya. Laura kini menghampiri salah satu meja yang berada di pojok ujung sebelah kanan dekat pintu yang kebetulan baru di datangi oleh seorang wanita cantik.
"Ini mbak silahkan daftar menunya!" Ucap Laura dengan begitu ramah sambil memberikan buku menu makanan dan minuman kepada wanita cantik itu.
Wanita cantik itu kemudian mengambil menu yang Laura berikan. Begitu terkejutnya wanita cantik itu di saat ternyata pelayan itu adalah Laura sahabatnya. Sahabatnya? Ya wanita cantik itu ada Chika.
"LAURA!" Ucap Chika terkejut. Laura pun ikutan terkejut ditambah lagi Chika yang membesarkan suaranya.
"Sssttt, jangan keras - keras ngomongnya Chik!" Jawab Laura sambil meletakkan telunjuknya di bibirnya sebagai kode agar Chika memelankan suaranya.
"Lu ngapain kerja di sini sih Ra?" Tanya Chika.
"Gue butuh uang buat pengobatan gue Chik!" Jawab Laura.
"Tapi lu harus banyak istirahat Ra, penyakit lu itu parah jadi harus banyak - banyak istirahat Ra!"
"Lu kok tau sih Chik gue sakit parah?" Tanya Laura curiga. Dan Chika pun hanya terdiam mendengar pertanyaan Laura.
"Jangan - jangan lu udah tau sejak awal ya Chik?" Tanya Laura lagi membuat Chika sangat terpojok dengan pertanyaan - pertanyaan Laura.
__ADS_1
"Ga bisa jawab kan lu? ternyata Ini yang di namakan sahabat, membiarkan sahabatnya tersakiti, membiarkan dia mati secara perlahan!" Ucap Laura lagi yang kini tak sanggup menahan emosinya.
"Sorry Ra, gue minta maaf, gue di suruh jangan memberitahukan penyakit lu Ra!" Jawab Chika sambil memegangi tangan kanan Laura.
"Siapa yang nyuruh? Mama gue?" Tanya Laura yang kini matanya mulai berkaca - kaca.
"Iya Ra, tapi melalui perantara dokter Ra!" Jawab Chika sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa lu ikutin kata dokter itu? Lu lebih percaya kata - kata orang yang sama sekali tidak lu kenal Chik, lu boleh percaya kata - kata dokter itu Chik, tapi kan lu bisa bertanya langsung dengan Mama gue kebenarannya Chik!" Ucap Laura dengan emosi yang semakin meluap - luap dan air mata yang berjatuhan.
Beberapa karyawati yang melihat aksi Laura yang sedang memarah - marahi pelanggan itu pun bergegas menghampiri Laura dan mencoba menenangkan emosi Laura.
"Udah Sal, udah nanti pelanggan lainnya terganggu!" Ucap salah satu karyawati yang memegangi tangan Laura.
"Maafin gue Ra, gue tau gue salah, gue minta maaf sama lu Ra!" Ucap Chika yang kini sudah mulai menangis sambil memegangi tangan Laura lagi namun Laura menepisnya.
"Lu ga usah sok benar ya Ra, tanpa gue mungkin lu udah mati ya Ra, gue yang membiayain pengobatan lu dan gue juga yang udah biayai kecelakaan Mama lu, dan apa lu lupa kalau bukan karena keluarga gue lu ga mungkin bisa sekolah di sekolahan elit kayak gue!" Bentak Chika dan Laura pun hanya bisa menangis dan pergi dari tempat Chika duduk.
Laura kini benar - benar merasa bersalah dengan Chika. Tak seharusnya ia membentak - bentak Chika seperti tadi. Laura kini berada di atas atap Cafe yang begitu sepi.
"BODOOOHHH!" Teriak Laura memarahi dirinya sendiri.
"Gue benciiiii dengan hidup gue sendiri, lebih baik gue mati aja!" Ucap Laura sambil mendekati ujung atap sambil mengancang - ancang untuk loncat.
__ADS_1
Namun usaha Laura untuk bunuh diri gagal di karena kan Rizky melihat aksi Laura yang begitu nekat.
"SALSHA HENTIKAN!" Teriak Rizky yang membuat Laura membalikkan badannya karena ada yang memanggil namanya.
Laura yang terkejut melihat Rizky yang tiba - tiba ada di sini pun, tak sengaja ia berjalan mundur dan satu langkah lagi ia akan jatuh ke bawah namun dengan sigap Rizky memeluk Laura dari depan dan menjatuhkan dirinya ke berlakang agar Laura tak terjatuh dari gedung Cafe ini. Laura terjatuh tepat menimpa Rizky. Kini mereka tatap - tatapan dan seketika Laura langsung mengelak dan bangkit dari posisinya.
"Maaf!" Ucap Laura sambil membersihkan bajunya.
"Iya ga apa - apa kok!" Jawab Rizky yang ikut membersihkan bajunya sendiri.
"Kamu ngapain sih pakai acara mau bunuh diri segala?" Tanya Rizky.
"Saya bingung pak harus bagaimana lagi!" Jawab Laura sambil menundukkan kepalanya.
"Saya udah liat semuanya dari CCTV tadi makanya saya kesini!" Ucap Rizky santai.
"Saya minta maaf pak, gara - gara kelakuan saya tadi membuat ke tidak nyamanan pelanggan bapak!" Jawab Laura yang merasa sangat bersalah.
"Bahkan saya sudah siap kalau bapak mau pecat saya!" Lanjut Laura yang kini meneteskan air matanya karena sesungguhnya ia masih ingin bekerja di sini karena ia sangat membutuhkan pekerjaan ini.
"Bagus deh kalau kamu sadar!" Ucap Rizky santai.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊