
"Maaf ya Pak kita jadi ngerepotin," ucap Aliya sambil tersenyum malu.
"Iya ga apa-apa kok, lagian kan kemaren kamu juga udah traktir saya Batagor," jawab Angga sambil tersenyum.
"Ya Allah Pak, cuma Batagor doang diingat-ingat terus," ucap Aliya yang tersipu malu.
"Al, kamu tau ga ada dua hal yang harus selalu kita ingat dan ada dua hal juga yang harus kita lupakan?" tanya Angga sambil sesekali melirik Aliya yang duduk disampingnya.
"Apa tu Pak?" tanya Aliya lagi.
"Emang saya setua itu ya sampai-sampai kamu sering manggil saya dengan sebutan Bapak?" tanya Angga kembali sambil mengendalikan setir mobilnya.
"Ya enggak sih, tapikan Pak Angga dosen saya jadi ya harus panggil Bapak dong," jawab Aliya sambil tersenyum.
"Ya kalau diluar kampus jangan panggil saya Bapak bisa, kan?" tanya Angga lagi.
"Jadi panggil apa dong?" jawab Aliya dengan pertanyaan kembali.
"Panggil saya Mas Angga aja," sahut Angga sambil tersenyum manis.
"Kayak nama artis aja ya," jawab Aliya yang kemudian tertawa kecil.
"Itu mah Dimas Anggara kali Al," sahut Laura yang dari tadi hanya menjadi penonton antara Aliya dan Angga.
"Hehehe, oh iya saya sampai lupa. Kenalin Pak eh Mas Angga ini kakak saya namanya kak Laura," ucap Aliya sambil menghadap ke belakang tempat kakaknya berada.
"Halo kak, salam kenal ya kak nama saya Angga," sapa Angga sambil tersenyum.
"Iya salam kenal kembali Angga," jawab Laura yang kemudian membalas senyuman Angga.
"Eh ngomong-ngomong kan Angga dosen nih, emang udah umur berapa sih?" tanya Laura yang mulai kepo.
"Saya umur 22 tahun kak," jawab Angga santai.
"Lah berarti kita sama dong, jadi ngapain panggil kakak," ucap Laura.
"Ya tetap harus panggil kakak dong, kan kak Laura kakaknya Aliya," jawab Angga sambil melirik Aliya.
"Ih Mas Angga mah modus atuh kak, dia tuh ga mau kelihatan tua," ledek Aliya sambil tersenyum malu.
"Tau aja kamu Al," jawab Angga yang kemudian tersenyum.
__ADS_1
"Oh ya Mas, tadi Mas Angga kan bilang ada dua hal yang harus selalu kita ingat dan ada dua hal juga yang harus kita lupakan, dua hal itu apa sih Mas? " tanya Aliya yang penasaran.
"Ooh yang itu, jadi dua hal yang harus kita ingat itu adalah yang pertama, kebaikan orang lain terhadap kita dan yang kedua keburukan kita terhadap orang lain. Contohnya kayak Aliya udah traktir saya Batagor, itu harus selalu saya ingat." Jawab Angga yang seketika membuat Aliya tersipu malu.
"Terus yang satu lagi, ada dua hal yang harus kita lupakan, yang pertama kebaikan kita terhadap orang lain dan yang kedua keburukan orang lain terhadap kita. Contohnya kayak Aliya udah traktir saya Batagor, itu harus Aliya lupakan." Lanjut Angga sambil tersenyum.
"Ya Allah Mas, bahasnya Batagor mulu dah," ledek Aliya sambil tersenyum.
"Andai aja Mas Angga dari dulu kayak gini mungkin gue ga bakalan nyerah buat dapatin Mas Angga," ucap Aliya dalam hati.
"Oh ya Mas, masih jauh ga sih jalan mawarnya?" tanya Aliya sambil melirik Angga yang sedang fokus nyetir.
"Bentar lagi kok. Oh ya ini berhentinya di nomor rumah berapa nanti?" tanya Angga yang masih fokus mengendalikan setir mobilnya.
"Ke nomor RC47 Mas," jawab Aliya santai. Angga pun menganggukkan kepalanya.
"Rumah kamu disitu ya Al?" tanya Angga penasaran.
"Bukan Mas, saya kesitu cuma mau nemani kak Laura jenguk temannya aja kok," jawab Aliya yang kemudian tersenyum.
"Ohh gitu ya," jawab Angga sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya," jawab Angga singkat.
"Saya boleh nanya sesuatu ga sama Mas Angga?" tanya Aliya dengan wajah seriusnya.
"Boleh tanya aja Al ga usah sungkan-sungkan," jawab Angga dengan merekahkan senyumannya.
"Tapi ga jadi deh, takut Mas Angga nanti marah sama saya," ucap Aliya sambil menundukkan kepalanya.
"Apaan sih Al, buat orang penasaran aja," jawab Angga sambil senyum-senyum melihat Aliya.
"Aliya memang kebiasaan gitu Angga," sahut Laura dengan tatapan sinisnya.
"Tanya aja kali Al ga apa-apa kok," ucap Angga sambil tersenyum.
"Aduhh Mas Angga jangan sering-sering senyum ngapa buat gue ga bisa move on aja," ucap Aliya dalam hati.
"Aliya," panggil Angga yang melihat Aliya tiba-tiba ngelamun.
"Eh iya Mas," sahut Aliya terkejut.
__ADS_1
"Tadi mau nanya apa?" tanya Angga lagi.
"Mas Angga kenapa sih kalau dikampus ga sehumble ini?" tanya Aliya dengan sangat hati-hati.
"Ooh itu, ya kamu pahami sendiri aja deh Al, saya kan gantengnya berlebihan," jawab Angga yang membuat Aliya mau muntah.
"Ganteng berlebihan," ledek Aliya dengan tatapan sinisnya. Laura yang mendengar ucapan Angga hanya bisa menahan tawanya.
"Lah kan emang iya, jadi kalau saya sehumble ini ke mereka-mereka semua mana mungkin saya bisa tau kalau mereka itu suka saya benaran atau ga sama saya." Lanjut Angga sambil menaikan Alisnya.
"Iyain aja deh, pasti Mas Dimas kurang bahagia kan makanya minta di puji gini," ledek Aliya dengan tatapan sinisnya.
"Ya gimana ga kurang bahagia, istri aja belum punya," jawab Angga dengan santai.
"Tanya Aliya aja Angga, pasti dia mau jadi istri kamu," ucap Laura sambil cengengesan.
"Ya kalau Aliya sih pasti mau-mau aja kak, masalahnya saya yang ga mau sama Aliya," jawab Angga dengan gaya sombongnya.
"Emangnya Mas kira saya mau gitu sama Mas?" tanya Aliya dengan sangat kesal.
"Mau atuh Mas mau banget ya Allah," jawab Aliya dalam hati, "Aliya juga ga mau kali sama Mas," lanjut Aliya berbohong.
"Yakin ga mau?" tanya Angga sambil menaik turunkan alis matanya.
"Yakin," jawab Aliya tegas. "Yakin ga mau nolak atuh, aaa," ucap Aliya dalam hati.
"Ohh yaudah kalau gitu saya cari yang lain aja kalau gitu," ucap Angga yang membuat Aliya benar-benar meringis.
"Yaudah," jawab Aliya jutek.
"Please deh semua yang gue bilang ga ke lo itu bohong tau Anggaaa, gue tu mau banget jadi istri lo Angga, lo peka dikit napa sih, lo ngerti dong gue bilang ga karena gue ga mau kelihatan murahan dimata lo Angga." Andai saja Aliya benar-benar mampu mengungkapkan kata-kata ini ke Angga pasti ia tak harus bertengkar dengan hatinya sendiri.
"Gue tau kok Al, sebenarnya lo mau bilang IYA kan, tapi lo malu ngakuinya biar ga dianggap kayak cewek murahan. Gue tau kok Al, kalau sebenarnya sekarang didalam hati lo lagi ada perang besar. Tenang aja Al, jika kita berjodoh pasti ada aja jalannya. Tapi untuk saat ini gue harus sabar dulu sampai waktu yang tepat nanti gue pasti akan lamar lo Al." Ucap Angga dalam hati yang kemudian ia pun melirik Aliya yang masih kesal dan lalu tersenyum melihat Aliya.
Sorry ya guys masih banyak yang typo, 🙏🙏
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni
__ADS_1