
Gea di kuburkan di surabaya di mana orang tuanya tinggal.
Altar tidak bisa ikut kemakaman sang sepupu karena kondisi Aisha yang tidak enak badan.
"Kak Altar, aku bilang pergi aja aku gak Papa kok sendiri," sahut Aisha.
"Gak pokoknya!" tekan Altar. "Kita ke dokter aja ya?" tanya Altar.
"Huek." Aisha berlari masuk ke kamar mandi.
Altar mengikut istrinya yang terus saja mual sedari tadi pagi.
"Sayang, kayanya kamu masuk angin karena perjalanan kita. Kakak sudah bilang kamu gak usah ikut," omel Altar seraya memijat tengkuk leher sang istri.
Namun tiba-tiba ia menerbitkan senyuman, saat dia kepikiran apa saat ini istrinya sedang hamil?
"Sayang," panggil Altar dan hanya mendapat dehaman. "Jangan-jangan kamu hamil?" tanya Altar.
"Mana mungkin, siapa tau hanya masuk angin aja kak," jawab Aisha berdiri.
"Kakak ke apotek dulu beliin tespeck ya?" tanya Altar.
"Yaudah serah kakak deh," ujar Aisha duduk di tepi ranjang.
Altar memakai jaketnya lalu keluar dari kamar buru-buru ke apotek untuk membeli tespeck untuk sang istri.
Sesampainya dia membeli tespeck Altar, dia menyuruh sang istri mencobanya. Altar membeli tespeck lima macam, karena biasanya tespeck kadang ngeprank.
Dia mondar-mandir di luar kamar mandi.
Tok tok!
"Sayang apa sudah selesai?" tanya Altar dan tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Aisha.
__ADS_1
"Sayang gimana?" tanya Altar berseru.
Aisha hanya diam membuat Altar tak enak hati.
"Yaudahlah, mungkin kita belum di takdirkan untuk menjadi orang tua," bujuk Altar menarik Aisha masuk ke dekapannya.
"Apa maksud kakak? Aku hamil lagi!" seru Aisha memperlihatkan lima benda kecil itu.
Altar mengejapkan matanya. "Benar sayang?" tanya Altar.
Aisha mengangguk. Altar pun langsung memeluk istrinya.
"Makasih sayang, makasih, i love you." Altar langsung menghujapkan inci wajah sang istri.
Di saat dia sedang di landa kesedihan istrinya langsung mengiburnya dengan cara yang tak terduga.
"Sebentar kita periksa kedokter ya?" tanya Altar masih mengujapkan ciuman.
Altar ingin sekali guling-guling, tapi dia harus menahannya karena hari ini hari berduka.
"Kamu harus kaka jaga ketat!" tekan Altar.
Aisha hanya mengangguk pasrah.
Altar menggendong istrinya turun dari kamar karena sudah mendengar keributan mungkin keluarga telah usai memakamkan Gea.
"Kak Altar, turunin ih malu tau!"
"Gak usah malu, dari pada kamu jatuh di tangga gimana? Kakak gak mau itu terjadi!" tekan Altar.
Aisha menyembunyikan wajahnya di dada bidak suaminya karena malu di lihat keluarga besar.
"Altar, istri mu kenapa?" tanya Marwa sedikit panik karena tadi menantunya juga sakit perut dan sekarang malah di gendong oleh Altar.
__ADS_1
"Lagi hamil, Mah," jawab Altar mendudukan Aisha di sofa.
"Hamil? Alhamdulillah turut senang kak," ujar Ibu Gea yang matanya sudah membengkak namun sekarang dia sudah agak membaik.
Marwa mengangguk. "Akhirnya menantuku bisa hamil lagi," tutur Marwa mencium pipi Aisha. "Altar kali ini kamu harus menjaga istrimu dengan sangat ketat, awas aja sampai dia kenapa-napa, habis kamu," peringat Marwa mengancam.
"Iya deh, bawel banget," sahut Altar.
"Tante maaf ya, aku gak bisa ikut ke pemakaman Gea," ujar Aisha memegang tangan Ibunda Gea.
"Gak Papa sayang, gak baik juga orang hamil datang ke sana," ujar Ibu Gea mengelus perut Aisha.
"Maafin atas semua dosa anak tante ya."
Aisha mengangguk. "Sebelum dia meminta maaf aku sudah memaafkannya, buat apa menaroh dendam dengan orang yang sudah tiada? Nanti malah nambah dosa," jelas Aisha terkekeh seraya mengelus pundak tante mertuanya. "Yang kuat ya, tan, Gea lebih di sayang Tuhan makanya lebih dulu di ambil."
Risa mengangguk. "Ya sayang."
_- Ingat sejahatnya seseorang kepadamu jangan pernah kamu membalasnya dengan kejahatan, cobalah membalas dengan kebaikan, mencoba memaafkan ke salahannya. Urusan dosa yang akan dia tanggung akan di berikan sang maha pencipta." ~Aisha Fernando.
...Bersambung...... ...
Halo pada leaders yang sudah setia menemani author dan mengsport author sampai sejauh ini.
Makasih ya atas dukungan kalian, yang membuat author semangat buat up dan makin maju😆💗
Mungkin kisah Altar dan Aisha cukup sampai di sini saja.
Dari kisah Altar dan Aisha apa ada yang mendapatkan hikmahnya? Bisa di simpulkan di komen sebentar ya! Author pengen tau, hehehe...
See you.. Di karya author selanjutnya. Jangan lupa klik favorit dan follow akun author
Ig. _adeliaskyl
__ADS_1