
Sudah satu harian Atlanta mencari keberadaan sang istri. Namun, tak ada tanda-tanda akan menemukannya. Entah di mana Leana berada saat ini.
"Apakah Leana sudah makan? Apa dia tersiksa?" tanya Atlanta kepada bundanya yang tengah memeluk dan menenangkannya.
"Bunda, di mana lagi harus Atlanta cari istri dan Atlanta?" tanya Atlanta menangis dalam pelukan bundanya.
Jujur keadaannya sudah sangat kacau saat ini. Anggota geng motornya serta suruhan ayahnya belum menemukan keberadaan istrinya. Atlanta sangat takut kehilangan Leana kedua kalinya.
"Kamu tenanganin diri kamu dulu, sebelum cari Leana lagi, iya? Kamu harus makan dan ganti pakaianmu, lihat dirimu sudah sangat berantakan," bujuk sang bunda.
Atlanta menghapus air matanya lalu menganggukan kepalanya. Dia pun segera membersihkan dirinya yang sudah sangat berantakan.
"Bunda buatin kamu makanan." Bunda Karen berdiri dari sana daj menuju dapur yang berada di rumah putra dan menantunya.
Di dalam kamar, Atlanta meraih handuk yang biasa istrinya pakai.
"Sayang, aku kangen sama kamu. Kamu di mana sih? Kamu membuat aku cemas, semoga kamu baik-baik saja. Secepat mungkin aku akan menemukan kalian berdua." Atlanta mencium handuk tersebut sampai air matanya jatuh.
Baru sehari saja tanpa Leana membuatnya gila, gimana dengan nanti saat sang istri gagal di temukan? Dia harus menemukan istrinya secepat mungkin.
Atlanta menghapus air matanya lalu beralih untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia akan kembali mencari istrinya.
__ADS_1
"Atlanta ayo makan dulu, sayang," panggil sang bunda.
"Atlan mau cari Leana sekarang aja, bun. Aku pergi." Setelah mengatakan itu Atlanta berlari keluar rumah.
Di lain sisi. Mahesa sedang mengemas semua barang-barangnya untuk membawa Leana pergi jauh dari negara Indonesia. Keputusannya sudah bulat, dia akan membawa Leana pergi ke jepang. Di mana dia lahir, dan keluarganya pun berada di jepang.
"Mahesa tolong pikir keputusan kamu lagi. Kamu harus ingat jika aku adalah istri sahabatmu, kamu tega mengkhianatinya?"
"Apapun gue akan lakuin asalkan mendapatkanmu!"
"Tapi aku mencintai Atlanta bukan kamu Mahes. Aku sayang sama Atlan, kamu obsesi Mahes," teriak Leana membuat Mahesa ingin melainkan tamparan, tapi laki-laki itu urungkan.
"Gue emang obsesi kepada lo, Na. Gue mau lo jadi milik gue," jawab Mahesa dengan sedikit nada tingginya.
"Iya gue mencintai lo, lebih besar cinta gue daripada Atlanta. Gue bisa buat lo bahagia."
"Kamu ingin aku bahagiakan?" tanya Leana lagi membuat Mahesa kembali menganggukan kepalanya. "Maka dari itu lepaskan aku, biarkan aku pergi ke tempat di mana aku bahagia, di mana ada Atlanta di sana."
"Enggak bisa, lo akan bahagia dengan caraku sendiri. Lo bisa bahagia denganku," ucap Mahesa.
Setelah berkemas, Mahesa menarik tangan Leana keluar dari rumah. Leana berusaha memberontak, tetapi hasilnya nihil karena kekuatannya akan kalah dengan kekuatan Mahesa.
__ADS_1
"Mahesa enggak mau," tolak Leana menolak terus menerus. Bahkan dia tak ingin naik ke atas mobil.
Bruk!
Terpaksa Mahesa mendorong Leana masuk ke dalam mobil sehingga perut Leana terbentur.
"Argh," pekik Leana kembali pendarahan. Ada rasa sakit luar biasa yang dia rasakan.
"Leana." Dengan panik Mahesa menangkap tubuh tersebut lalu memangku kepalanya. Dia menyuruh sopir untuk menuju rumah sakit.
"Sakit," aduh Leana meremas perutnya sendiri.
"Maaf, gue minta maaf Leana. Maafin gue," ucap Mahesa mengecup berulang kali kening Leana yang mulai bercucuran keringat.
"Kenapa lalet sekali jalannya, sialan!" teriak Mahesa membuat sopir tersebut melajukan mobil diatas rata-rata.
"Bayiku," lirih Leana menangis. "Atlanta bayi kita," batin Leana sebelum tak sadarkan diri.
Mahesa yang melihat Leana menutup matanya semakin panik. Bukan panik, karena takut akan mendapatkan hukuman, tapi dia panik sebab melihat wanita yang dia cintai pendarahan.
Sesampainya di rumah sakit. Mahesa langsung mengangkat tubuh Leana memasuki rumah sakit. Sialnya, dokter yang tiba, adalah bunda Karen.
__ADS_1
"Le-ana," ucap bunda Karen melihat menantunya. Dia pun buru-buru memanggil suster untuk mengambilkan brankar dan dia akan segera menengani menantunya.