Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Kemasukan bencong tikungan mana?


__ADS_3

"Kak Altar," ujar Aisha memandang suaminya, yang penuh amarah.


"Dih ga usah sok luguh deh bit*h," ketus Ilona, mendorong sedikit Aisha kebelakang.


"Ilona stop!" bentak Altar. Membuat Ilona sedikit takut dengan tatapan yang diberikan Altar kepadanya. Baru kali ini dia mendapatkan tatapan tajam dari pria itu.


Aisha yang tau apa yang akan dilakukan suaminya itu pun, menarik Altar untuk pergi meninggalkan Ilona.


"Sialan," umpat Altar.


"Kak Altar!" tegur Aisha.


Aisha berhenti disaat sudah berada ditaman belakang sekolah.


"Coba kakak istigfar!" pinta Aisha.


"Astaghfirullah," ucap Altar.


"Sekali lagi!"


"Astaghfirullah," ucap Altar sekali lagi.


"Kakak udah mulai membaik?" tanya Aisha mendudukan suaminya di kursi yang ada dibelakang sekolah.


Altar hanya mengangguk.


"Kak Altar jangan dikit dikit bawa emosi dan kekerasaan iya! Ais takut lihatnya, apalagi kak Altar main tangan sama perempuan. Sama saja kakak menyakiti mama kakak saja tau," jelas Aisha.


Altar menoleh kearah Aisha. "Gue minta maaf. Gue cuman emosi dia ngehina lo, bahkan dari depan mata gue sendiri dia berani mendorong lo Sha."

__ADS_1


"Yang pentingkan Ais gapapa kak, jadi lain kali jangan terus terusan bawa kekerasaan iya kak," ujar Aisha.


Altar menangkup kedua pipi Aisha yang ketutup cadar berwarna putih. "Demi lo, gue usaha in," timpal Altar.


"Iyaudah ayo kak kekelas, jam pelajaran sebentar lagi akan dimulai, " seru Aisha.


****************


"Altar gue boleh pulang sama lo?" tanya Ilona mendekati Altar. Dia sudah melupakan dengan apa yang sudah terjadi. Dia berfikir cewek aneh yang tadi bersama Altar adalah sasaran yang akan dia bully.


"Nih cewek kaya ulat bulu deh najis, gatel banget," ujar Vier dengan mulut terobosnya.


"Eh anjir, Kafir lo kalau ngomong suka benar," sahut Evan.


Ilona yang mendengar itu. Menatap tajam kemereka berdua, tapi disaat kembali menatap kearah Altar, wajanya berubah.


"Altar lihat teman teman lo," aduh Ilona dengan wajah berkaca kacanya.


"Emang apa yang mereka bilang, itu kenyataan," timpal Altar. Membuat hati Ilona tersentil.


"Maksud lo apa Altar?" tanya dengan wajah sendunya.


"Anjir dramatis sekali leee," skak Evan.


"Ilona mending lo pulang deh, noh supir mobil ayah lo udah datang," sahut Cakra buka suara, disaat melihat mobil berhenti diluar pagar sekolah.


"Iyaudah deh, dada Altar, Cakra. Nanti datang berkunjung iya kerumah ku," pasrah Ilona. Mau tidak mau, dia harus pulang dengan supir ayahnya bukan bareng Altar.


"Huek." Perut Vier seakan beraduk aduk, berputar putar.

__ADS_1


"Vier udah anj, jangan sampai lo muntah beneran," celetuk Cakra.


"Jijik anjir sama cewek modelan kaya gitu, cantik sih cantik tapi iw," ujar Vier. "Bisa bisanya lo berdua dulu temanan sama cewek kaya dia," lanjutkannya.


"Mulut lo terobosan, kaya cewek julid," skak Kendra.


"Lo bagus deh join ke gengnya Keisya," saran Evan.


"Anjir, tiap hari tuh mulut ngoceh mulu wkwkwk, cocok sih dengan Vier," tambah Cakra.


"Ga tertarik, gue mau join kesirkel bu ketua," ujarnya melihat Aisha dan kedua temannya baru datang. Tadi memang hari piket mereka membersihkan kelas jadi mereka lambat keluarnya, beda dengan murid murid lain yang sudah pulang dari tadi.


Sekolah itu sudah terlihat sunyi, hanya ada Altar dan keempat temanya, Aisha dan kedua temanya juga.


"Kenapa lo?Kemasukan bencong tikungan mana?" sahut Kiara pada Vier.


"Dia mau join di sirkel Keisya, makanya sikapnya agak lain hari ini," jelas Kendra.


"Ogah," ketus Vier. Membayangkannya saja sudah horor kalau dia masuk sirkel yang dijuluki sirkel cabe cabean.


"Eh aku pulang duluan iya," sahut Aisha, disaat mang Ujang sudah datang.


Aisha memang diantar jemput oleh mang Ujang bukan bersama Altar. Itu semua dilakukan agar tidak ada yang curiga dengan hubungan mereka.


Altar hanya diam melihat kepergian istrinya naik keatas mobil, dan sampai akhirnya mobil itu pun Melaju pergi dari sana.


...----------------...


__ADS_1


...Visualnya pecinta janda pirang (Ytta) 😆...


__ADS_2