Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Akhirnya mendapatkan kiss momen.


__ADS_3

Setelah kepulangan umah dan abi Aisha. Mereka berdua pun kembali kekamar. Mereka sudah memutuskan untuk sekamar dan seranjang. Walaupun merasa sangat canggung, mareka berdua tetap mencobanya.


Altar ingin melanjutkan momen kissnya yang sempat tertunda bersama sang istri, namun tiba tiba dia ingin BAB. Entah dia yang lama didalam kamar mandi atau Aisha yang cepat banget terlelap.


"Kok udah tidur sih," lirih Altar melihat istrinya yang sudah terlelap.


Beberapa detik Altar memperlihatkan senyum devilnya. Dia menaiki ranjang lalu sedikit demi sedikit dia membalikan badan istrinya agar menghadap keatas.


Walaupun tidur, tapi kecantikan Aisha tidak pernah luntur. Altar menelan salvinnya dalam dalam, disaat beralih menatap kebibir istrinya yang berwarna pink, pink bukan karena memakai liptip, tapi memang alami dari sana nya.


"Kan dia udah izinin gue?Jadi gapapa dong kissnya disaat dia udah tidur," gumam Altar, masih terus memandamg wajah cantik istrinya. Altar tidak pernah bosan melihat wajah cantik itu, mungkin kencanduanya akan bertambah. Selain candu balap sekarang dia juga candu dengan istrinya sendiri.


"Aku minta izin sekali lagi," ujar Altar menyepitkan rambut Mira ketelinga.


Altar dengan rasa deg deg an nya. Dia mulai menempel Kan bibirnya dengan bibir pink istrinya itu.


Dia berdiam sesaat dan pada akhirnya sedikit memperdalam ciumannya. Manis, kenyal, dingin yang dirasakan oleh Altar saat ini.

__ADS_1


Walaupun baru pertama kali berkiss bibir dengan seseorang bahkan terlihat masih amatir. Tapi jangan salah ciumannya membuat Aisha mendes*h didalam mimpinya bahkan dia membalas ciuman Altar, membuat pria itu semakin bergairah.


Aisha tidak terganggu sama sekali dengan permainan yang dimainkan oleh Altar kepadanya.


Beberapa menit Altar mergulat dengan bibir istrinya. Dia pun memutuskan untuk berhenti. Dia tersenyum, akhirnya momen yang dia inginkan terhujut.


"Makasih sayang," ujar Altar dengan suara seraknya mencium kening istrinya lalu ikut memejamkan mata sambil memeluk istrinya, wajahnya dia sembunyikan di tekuk leher mulus Aisha.


************************


"Woi gue baru dapat informasi gaes," hebo Evan memasuki kelas dengan membawa beberapa kertas.


Dengan wajah sedikit sok aroganya, Evan berdehem sebelum mengeluarkan informasi yang dia dapat. Terlalu lama mempersiapkan diri membuat sekelas mendengus kesal namun tetap penasaraan.


"Cepatan ege, lo cuman mau ngasih informasi, secara mau pidato panjang lebar," ketus Alma.


"Gue mau ngasih tau kekalian semua tanpa bertele tele, jadi informasi yang akan gue sampaikan kekalian ini sangat penting, karena gue mendengar informasi ini dari gurunya langsung, hari ini dan jam ini gue menginformasikan kalau..... "

__ADS_1


"Tunggu lo bilang, lo gamau bertele tele, tapi pembukaan lo sudah hampir satu pragraf," skak Vier.


Evan berdecak pelan. "Sabar dong, gue memang ga suka bertele jadi gue mau nyampein tapi bentar......." Evan menjeda kalimatnya membuat sekelas ingin sekali membenturkan kepala Evan kedinding secara pergantian. "gue haus, Tono bagi minum lo sini," pinta Evan pada pria berkacamata terlihat cupu. Tono pun berdiri dan memberikan satu botol air minumnya pada Evan.


"Ok lanjut," sahut salah satu murid yang ada disana.


Evan kembali menghela nafas." Ok jadi ingin....." Belum sempat melanjutkan ucapanya, sudah di potong duluan oleh Altar.


"Sekali lagi lo bertele tele, lo masuk ke ruang uks saat ini juga!" ancam Altar. Membuat Evan menelan susah payah salvinnya dalam dalam.


"Iya bos janji Kali ini tidak bertele tele, jadi besok kita kelas 12 ipa, akan mengadakan camping keperbukitan, jadi..... " Belum sempat menyelesaikan ucapanya, sekelas sudah pada hebo separuh.


"WOI ANJING, GAUSAH BERISIK BANGSAD DAN GAUSAH GESER GESER MEJA!" bentak Altar, membuat mereka kembali diam, dan kembali duduk ketempat masing masing. Altar marah disaat tidak sengaja melihat murid mendorong meja dan lengan istrinya tersenggol meja itu, bahkan Aisha sedikit meringis.


"Jadi apa?" teriak Cakra pada Evan yang duduk di kursi guru.


"Jadi kalian yang ingin ikut daftar nama disini, tapi dengan teratur, baris!" jawab Evan.

__ADS_1


Evan memang ketua kelas, dikelas itu. Walaupun sikapnya tengil tapi dia seorang petanggung jawab, dia rela kesusahn demi kelasnya. Teman kelasnya banyak mendukung Evan menjadi ketua kelas dan tidak akan membiarkan diganti oleh siapa pun sampai kelulusan. Hanya satu yang mereka tidak suka dengan Evan, yaitu sikap menyebalkannya dan tengilnya pria itu.


__ADS_2