Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 26


__ADS_3

Kepulangan mereka dari markas dan bunda Karen. Leana langsung merebahkan badannya di ranjang karena sangat lelah.


Atlanta yang belum mandi dari tadi pagi, langsung mandi sehabis pulang dari markas. Dia keluar dari kamar mandi melihat istrinya terlentang di atas kasur.


"Astaga," gumam Atlanta mendekati sang istri. Dia melepaskan hijab Leana dan memperbaiki posisi tidur wanitanya.


Kecupan singkat Atlanta berikan di kening Leana, Leana pun tidak terusik dengan hal tersebut. Sebab sudah lama memandang wajah cantik istrinya, akhirnya Atlanta berpakaian lalu turun ke dapur untuk memasakan sesuatu untuk sang istri yang sedang mengandung.


Sebelum memasak, dia mengecek di sosial media makanan sehat dan bergizi untuk ibu hamil. Saat sudah mendapatkannya, Atlanta pun langsung membuatnya.


Setelah masakan telah siap, Atlanta kembali ke kamar untuk membangunkan sang istri yang tidur sudah hampir sejam. Atlanta membangunkan istrinya dengan lembut dan kasih sayang.


"Sayang," panggil Atlanta mengusap pelan pipi chuby istrinya. Atlanta terus saja mencium tangan lentik Leana membuat sang empuh merasa geli dan terganggu dengan kejahilan yang di lakukan suaminya.


"Ayo bangun, sayang. Kamu belum makan," bisik Atlanta membangunkan istrinya membuat Leana menghela napas kesal.


"Masih ngantuk, satu menit lagi, Atlan," pinta Leana ingin tidur kembali kasur. Malah jatuhnya ke dada Atlanta.

__ADS_1


"Kasian dedek, sayang. Dia juga butuh makan. Kita makan dulu, yok," ajak Atlanta terpaksa menggendong istrinya keluar dari dalam kamar.


Atlanta memangku istrinya yang masih menutup mata. Atlanta pun dengan jahilnya mencium dengan lembut bibir pink milik Leana membuat Leana langsung membuka matanya dan membulat sempurna.


"Akhirnya bangun juga," gumam Atlanta.


Leana ingin beranjak dari pangkuan Atlanta. Namun, cepat-cepat Atlanta menahannya.


"Biar gini aja," pinta Atlanta.


"Enggak berat kok." Atlanta mulai mengandung makanan yang dia buat lalu mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut Leana. "Ayo buka mulut!" perintah Atlanta membuat Leana menurut saja.


"Gimana enak atau enggak?" tanya Atlanta.


"Lumayan," jawab Leana tak ingin memuji terlalu berlebihan.


Atlanta tetenyum mendengar jawaban istrinya. Walaupun jawabannya hanya seperti itu, tapi mampu membuat Atlanta senang.

__ADS_1


"Baguslah, nanti aku masakin lagi besok. Kamu tinggal duduk manis aja, karena kamu sedang mengandung kecebongku. Jangan sampai kenapa-napa dengan kalian berdua," jelas Atlanta kembali menyuapi makanan ke arah Leana.


"Makasih sudah mengkhawatirkan kami berdua," balas Leana tersenyum tipis, hanya tipis saja selebihnya ada di dalam hati.


Dingin-dingin sikapnya kepada suaminya, tapi rasa yang dia rasakan perlahan-lahan sudah mulai sembuh dengan perhatiann yang diberikan Atlanta. Namun, dia tak ingin secepat itu luluh, dia masih ingin Atlanta berjuang kembali. Apakah laki-laki itu akan bertahan, atau memutuskan untuk meninggalkannya?


Ponsel Atlanta berbunyi membuat Leana yang berada di dekat ponsel tersebut langsung melirik nama yang menelfon. Ternyata Iwan yang sedang mengelola cafenya.


"Siapa, sayang?" tanya Atlanta menyimpan sendoknya.


"Enggak tahu," jawab Leana.


Atlanta meraih ponsel tersebut, Leana beralih turun dari pangkuan Atlanta.


"Ini pak, pak Mahendra datang ke cafe dan menanyakan alamat pak Atlanta tinggal di mana."


"Sialan, bukannya lelaki tua itu sedang berada di amerika, kenapa dia mencariku? Kami sudah tak ada hubungan apapun, semenjak dia meninggalkan bundaku."

__ADS_1


__ADS_2