Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 66


__ADS_3

Altar mengelus perut rata istrinya, agar tenang tidak merengek kesakitan. Sambil menunggu dokter datang.


"Apa, kamu mau datang bulan sayang?" tanya Altar.


Aisha menggeleng. "Ais baru empat hari yang lalu selesai haidnya, masa haid lagi?"


Beberapa menit menunggu akhirnya dokter datang, dokter tersebut langsung memeriksa kondisi Aisha.


"Nona Aisha, lambungnya kambuh," ujar sang dokter.


"Saya sarankan, Nona Aisha harus menjaga pola makan dan jangan makan, makanan yang tidak sehat dan sedikit berlemak atau berbinyak itu mampu membuat lambung Nona kambuh," jelas Dokter.


Altar menatap istrinya sekilas lalu beralih menatap dokter. "Baik dokter, saya akan menjaga pola makan istri saya," ujar Altar.


Dokter itu tersenyum. "Bentar aku buatin obat pereda lambung."


Dokter Nadila mulai memberikan beberapa obat pereda nyerih pada Altar.


"Makan tiga kali sehari, makannya juga jangan telat, "pesan dokter.


Aisha mengangguk.


Setelah selesai memeriksa. Altar mengantar dokter itu sampai ke depan rumah, lalu kembali ke kamar.


"Sudah kakak bilang, makannya jangan terlalu sedikit dan tepat waktu, kenapa Ais gak nurutin perkataan kakak? Sekarang apa jadinya? Ais kan yang dapat sakitnya!" ngegas Altar, mengomel di ambat pintu kamar.


Aisha hanya menunduk, dia takut memandang suaminya yang kelihatan marah.


"Besok dan seterusnya, kamu kakak larang makan yang namanya seblak, dan coklat!"

__ADS_1


Aisha menggeleng. "Gak mau! Seblak makanan favorit Ais," protes Aisha.


"Kamu sayang kakak kan?" tanya Altar duduk di tepi ranjang.


Aisha mengangguk.


"Yaudah kalau kamu sayang kakak, turutin perintah kakak, aku ngelakuin ini juga demi kebaikan mu, kalau kamu sakit kakak yang paling khawatir," ujar Altar lembut. "Dosa tau membantah peraturan suami," sambung Altar.


"Tap-"


"Gak ada tapi-tapi, kakak akan memintah Bik Indah memasakkan sayur dan ikan untuk kamu! Jangan makan yang tidak bergizi!" tutur Altar penuh tekanan.


"Seblak bergizi!" cerca Aisha.


"Mana ada bergizi? Orang makanan seperti itu berlemak!"


Aisha memanyunkan bibirnya, dan mengejapkan matanya ke arah suaminya.


"Dua kali seminggu?"tanyanya Aisha menawar, namun Altar menggeleng.


"Sekali?"


Altar kembali menggeleng, membuat Aisha mengerecut bibirnya kesal.


"Gak ada, tawar menawar di antara kita," ketus Altar.


"Udah ah kak Altar gak sayang Ais, katanya suami yang siaga, bilang aja kurang modal buat beliin Ais seblak," ketus Aisha kesal, dia melipat tangannya di depan dada.


"Biarin," jawab Altar.

__ADS_1


Aisha memukul dada Altar. "Kakak resek, kakak jahat!" umpat Aisha.


Altar yang geram langsung aja menyium bibir cerewet milik istrinya.


Dia memagutnya. Dan beberapa detik dia mengudahi.


"Ini bibir minta di guncir? Cerewet banget!" ucap Altar.


Dengan perasaan kesal, Aisha meninggal Altar sendiri di kamar. Gadis itu lebih memilih turun dan menonton TV bersama Indah dan Mang Ujang.


Aisha duduk di samping Indah, membuat wanita paruh bayah itu bingung dengan majikannya, namun tidak berniat bertanya.


Indah lebih melanjutkan menonton drama indosiarnya.


"Kok filmnya gini sih Bik? Kasian istrinya yang tidak di turutih permintaanya, padahal suaminya kaya, sekali-kali pukul tuh suami yang suka ngelarang," sindir Aisha, di saat melihat Altar mendekatinya.


Indah yang peka kalau saat ini pasangan muda tersebut sedang marahan. Dia mengajak Mang Ujang pergi dari sana.


"Sayang," panggil Altar memeluk dari samping Aisha.


Aisha menipis tubuh Altar, dan membalikan badannya membelaking suaminya.


"Jahat!" ketus Aisha, menyahut.


"Sayang jangan gini dong, kan ini demi kebaikan kamu," bujuk Altar.


Namun tidak di pedulikan oleh Aisha, Altar mengacak rambutnya furstasi, berusaha bersabar.


"Yaudah kalau kamu gini in kakak, kakak akan keluar, mau balap. Kebetulan ada yang ngajak balapan hari ini. Tadinya mau tolak tapi kalau kamu gini mending kakak terima aja! Luma-" Ucapan Altar terhenti, di saat Aisha menutup mulut suaminya menggunakan kedua tangan mungilnya.

__ADS_1


"Gak usah Di lanjut! Ais gak marah lagi sama kakak," sahut Aisha, langsung melompat ke pangkuan Altar dan memeluknya.


__ADS_2