Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlana~ Part 15


__ADS_3

Leana langsung bangkit dari duduknya, memperbaiki pakaiannya yang berantakan, setelahnya dia mengikat rambutnya yang tadi tergerai.


"Kamu sudah pulang, maaf makanannya jadi dingin. Biar saya panasin sebentar saja, " ucap Leana dengan lembut. Gadis itu mengambil makanan di atas meja dan mendekati kompor.


Atlanta yang memang sangat lapar, duduk di kursi makan menunggu Leana memanaskan makanannya. Sudah lama dia tidak memakan masakan Leana.


Beberapa saat kemudian, Leana sudah selesai memanaskannya. Dia pun menaroh makanan itu kembali ke atas meja.


Saat hendak mengambilkan makanan untuk Atlanta, laki-laki itu melarangnya. Atlanta pengen dia sendiri yang mengambil makanannya.


"Biar gue aja!" Atlanta mengambil sendok di tangan Leana dan menaroh lauk serta nasi di peringnya.


Leana pun ikut duduk, saat hendak ikut makan. Tiba-tiba saja Atlanta memuntahkan makanan tersebut membuat Leana terkejut.


Brak!

__ADS_1


Atlanta mengabrak meja lalu buru-buru minum. Dia menatap Leana dengan tatapan tajam.


"Makanan apa ini? Gak enak," ucap Atlanta. "Gak usah masak kalau gak niat," ketus Atlanta mengambil jiketnya dan pergi dari sana meninggalkan Leana sendiri.


Karena pemasaran dengan hasil masakannya, Leana pun mencoba menyecipi makanannya. Namun, yang dia rasakan hanya rasa lezat.


Helaan napas keluar dari hidung gadis tersebut. Leana sudah sangat tahu Atlanta pasti tak ingin memakan masakan buatannya. Maupun itu enak Atlanta bakal akan menyebutnya tidak enak.


Sebab takut mubazir akhirnya Leana hanya makan sendiri. Dan lebihnya dia simpan di dalam kulkas, bahkan dia membersihkan bekas muntahan Atlanta sampai bersih lalu berjalan ke arah kamar.


Tubuh Leana terasa sangat sakit, setelah melewati resepsi pernikahannya tadi. Pulangnya dia pun membersihkan rumah dan memasak, menunggu Atlanta pulang membuatnya sangat lelah. Dia pun langsung berebahkan badannya di ranjangnya.


"Leana," teriak Atlanta dari dapur membuat Leana yang berada di kamar langsung berlari ke dapur.


"Kenapa?" tanya Leana.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, lo gak buat sarapan? Terus gue mau makan apa? Gak ingat kewajiban lo sebagai istri?" tanya Atlanta dengan nada tingginya.


"Maaf semalam kamu bilang masakanku tak enak, aku pikir kamu akan memesan makanan di luar. Takut aku buat makanan kamu gak makan dan ujung-ujungnya mubazir," imbuh Leana. "Aku juga mengira ada Davina yang akan datang untuk membuatkan mu sarapan," lanjut Leana.


Atlanta mengepal tangannya kuat-kuat.


"Lo kira gue bakal nyuruh Davina bekerja seperti ini? Gak akan, lo yang berhak, soalnya lo tinggal di rumah ini tidaklah gratis," ucap Atlanta. "Sekarang buatkan gue sarapan, jangan lupa lebihin cewek gue mau ikut sarapan di sini!"


"Apa rumahnya dia tidak bisa memasak? Atau dia hanya tinggak sendiri? Kenapa aku harus memasakan makanan untuknya?" tanya Leana.


"Davina cewek gue, otomatis dia juga punya hak di sini!"


Leana menghela napas panjang, dari pada terus berdebat dengan Atlanta akan tidak akan ada habisnya. Akhirnya dia pun memasak makanan.


Davina pun sudah datang, bahkan mereka berdua bermesraan di depan mata Leana langsung. Membuat hati Leana sangat nyerih melihatnya. Namun, dia mencoba untuk biasa-biasa saja.

__ADS_1


"Lo jangan ikut makan di sini! Gue mau berduaa dengan Atlan," pinta Davina.


"Ok." Leana pergi dari sana menuju kamar sambil membawa sepiring makanan.


__ADS_2