Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Nambah istri [Chapter 39 ]


__ADS_3

Ilona membuka matannya. Dan orang pertama dia lihat adalah, Altar dan Cakra.


"Kalian?" tanya Ilona. Mengejapkan matannya perlahan. "Altar." Ilona ingin merai tangan Altar, tetapi Altar cepat cepat menghindar.


"Udah beberapa kali gue bilang, jangan sentuh gue!" kata Altar, ngegas.


"Gue cuman pengen kita kaya dulu Altar," lirih Ilona.


"Dengan semua, kebohongan lo?" tanya Cakra. "Itu gak mungkin lagi Lona. Lo bohong ke kita berdua!"


"Ma-ksudnya?" tanya Ilona.


"Lo punya penyakit asma dari kecil, tapi kenapa lo gak bilang ke kita berdua Lona? Lo anggap, gue dan Altar apa?"


"Gu-"


"Brakk." Altar menendang besi brankar, sehingga terdapat bunyi, yang sangat nyaring.


"Gue minta maaf," lirih Ilona. "Gue cuman mau kalian berdua, ada sama gue, di situasi keadaan gue seperti ini!" lanjut Ilona.


"Gue mohon, sama kalian berdua!"


Mereka berdua terdiam. Tidak ada yang merespon Ilona.


Apakah mereka kecewa? Tentu iya!


"Altar," panggil Ilona dengan suara lemahnya. Membuat Altar menoleh.


"Tolong. Gue mau kita seperti dulu lagi, gue janji tidak ada, di antara kita yang menyilipkan perasaan!"


"Apa lo yakin?" tanya Altar.


Ilona hanya mengangguk kaku.


"Ok, kita bisa saja balik seperti dulu."

__ADS_1


Perkataan Altar, membuat gadis itu, menerbitkan senyuman manisnya.


"Makasih Altar." Ilona kembali ingin merai tangan Altar. Namun di tepis oleh seseorang.


"Maaf iya Ilona," sahut Aisha. Seseorang itu adalah Aisha. "Kak Altar, Ais mau pulang! Udah lama kan?"


Altar mengangguk. "Ayo," ajak Altar, mengenggam jari jari lentik milik Aisha.


"Cak, gue pulang duluan!" pamit Altar.


"Kok cepat banget! Aisha bisa di antar pulang sama supir, lo tinggal dulu aja Altar," pinta Ilona.


"Gabisa Ilona, aku maunya pulang bersama suamiku!" celetuk Aisha.


Ilona hanya mendengus kesal, dan mengumpat Aisha.


"Cepat sembuh iya, Ilona," ujar Aisha, sambil melambaikan tangannya.


Padahal Aisha tidak berniat mengejek. Namun di mata Ilona, Aisha sangat menyebalkan. Dan terlihat Aisha sengaja mengejeknya.


**************


"Sha," panggil Altar.


Aisha yang sedang membantu Indah memasak. Seketika menoleh kearah Altar. "Kenapa, kak Altar?" tanya Aisha.


"Ayo masuk kamar, kakak mau ngomong sesuatu," bisik Altar, tepat di telinga Aisha.


"Tapi, Aisha sedang masak," balas Aisha.


"Bentar aja, kan ada bik Indah yang masak," ujar Altar. "Bik Indah, kami kekamar dulu iya!" pamit Altar. Menarik tangan Aisha.


Indah hanya mengangguk.


Setelah sampai di kamar, Altar tidak lupa untuk menggunci pintu.

__ADS_1


Altar menyuruh Aisha duduk. Aisha pun hanya menurut, tanpa menaro perasaan curiga pada suaminya.


"Kak Altar?" panggil Aisha. Di saat Altar ikut duduk di sampingnya


"Sayang," panggil Altar balik.


"Kenapa?" tanya Aisha.


Lidah Altar seketika kaku mengatakannya. Bahkan dia mengusap wajahnya dengan kasar, berharap bisa menghilangkan rasa gugupnya.


"Boleh, kita jalanin sunnah rasul?" tanya Altar.


Aisha terdiam sesaat.


"Kakak cuman nanya sayang, kalau kamu belum siap, kakak gak bakalan maksa," sahut Altar.


"Maaf kak, tapi Aisha takut," lirih Aisha menunduk. Membuat Altar, jadi merasa bersalah kepada istrinya.


"Kamu gak salah kok!" timpal Alta, memeluk tubuh mungil Aisha.


"Nanti iya kak! Aisha belum siap saat ini, tapi nanti, Aisha bakal berusaha, demi menjalani kewajiban istri yang selehah," jelas Aisha, membalas pelukan Altar.


"Iya sayang." Altar hanya tersenyum.


"Kakak gak bakalan, nyari istri lagi kan?" tanya Aisha, di luar dugaan.


"Eh, bahkan itu, tidak masuk sama sekali di otak kakak," celetuk Altar. " Tapi emang bisa dalam islam nambah istri? Ga dosa?" tanya Altar.


"Dalam islam. Suami bisa menambah, atau mempoligami istrinya, menimal menambah istri empat," jelas Aisha. "Tapi Aisha gamau!" Aisha cepat cepat, menduluangi, Altar yang ingin berucap.


"Emang siapa juga mau nama istri? Punya satu, istri cerewet aja udah, cukup!" ujar Altar.


"Kakak bilang, Aisha itu cerewet ha?" tanya Aisha. Seakan tidak terima dengan ucapan Altar.


"Gak kok! Bercanda sayang."

__ADS_1


"Bercandanya gak lucu!" ketus Aisha, membalikan wajahnya kearah lain.


__ADS_2