Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 19


__ADS_3

Leana pergi dari sana. Dia kira Atlanta akan mengejarnya ternyata dugaannya salah. Laki-laki itu malah diam diri di sana bersama dengam Davina.


Keesokan harinya tiba, keluarga akan datang ke rumah mereka berdua. Mereka pun mencoba bersikap layaknya suami istri.


"Leana," panggil bunda Karen menyuruh menantunya berhenti untuk bekerja di dapur. "Sudah cukup, kamu ini menantuku bukan pembantu, kamu tidak perlu melayani kami sampai segitunya," lanjut bunda Karen.


"Bentar bunda, ini bentar lagi," ucap Leana berteriak.


Bunda Karen menatap putranya yang bermain dengan Fisha. Kakak sepupunya juga berada di sana, karena Ingin melihat-lihat rumah baru Atlanta.


"Atlanta bantu istrimu!" perintah bunda Karen membuat Atlanta menoleh ke arah dapur di mana Leana mencuci piring.


Atlanta menghela napas dan menuruti permintaan bundanya, karena sesampainya dia di dapur dia juga bakal di cuekin dengan Leana.


"Na," panggil Atlanta. "Apa yang harus ku bantu?" tanya Atlanta.


Leana langsung menoleh, wajahnya langsung datar melihat laki-laki tersebut. Dia buru-buru kembali ke aktivitasnya tanpa menjawab pertanyaan Atlanta.

__ADS_1


Laki-laki tampan itu pun semakin mendekatkan diri ke arah Leana. Membuat Leana risih dengan sikap Atlanta.


"Aw," ringis Leana saat tangannya teiris dengan beling.


Dengan refleks pun Atlanta langsung meraih tangan Leana dan mengisapnya. Leana pun hanya diam membisu melihat sikap Atlanta.


"Kan dah bilang enggak usah gini! Gue bakal nyewa pembantu untuk beres-beres rumah!"


Leana langsung menarik tangannya sendiri. Atlanta pun menghela napas melihat gadis tersebut.


"Sejak kapan kamu bilang kaya gitu Atlanta? Bukannya kamu mengatakan aku tinggal di sini tidak gratiskan? Aku akan bekerja, ini aku bekerja."


"Tapi menurut aku itu serius," balas Leana mengalihkan pandangannya melanjutkan mencuci piring sampai selesai. Selesainya mencuci piring Leana mendekati mertuanya dan sepupu Atlanta.


Leana bermain dengan anak pasangan Altar dan Aisha. Gadis kecil itu langsung akrab dengan Leana, padahal biasanya baby Sha tidak pernah ingin mendekati seseorang.


"Cancik," ucap balita itu tersenyum ke arah Leana, Leana pun membalas senyuman manis itu.

__ADS_1


Perhatian mereka yang ada di sana teralihkan, melihat Leana bisa membuat anak kecil tersebut tertawa. Bahkan Leana ikut tertawa melihatnya.


Atlanta yang melihat Leana tertawa, langsung saja merasa dejavu dengan masa lalu mereka berduanya. Setiap hari Atlanta akan melihat Leana akan tertawa bersamanya, kini mustahil sekali dia mendapatkan tawa itu.


Sore harinya, mereka semua sudah pamit pulang. Fisha menangis tak ingin berpisah dengan Leana.


"Apah, Cha mau ain ama tanta cancik," teriak baby Sha yang berada di gendongan papahnya.


"Besok lagi iya kita mainnya. Fisha pulang dulu iya," bujuk Leana.


"Iya nih, besok datang iya aunty cantik ke rumah Fisha," ucap Aisha membuat Leana mengangguk.


"janyi?" tanya Fisha.


Leana menganggukan kepalanya, mereka semua pun pergi dari rumah itu meninggalkan Leana dan Atlanta kembali.


"Kamu memang sangat suka dengan anak kecil, nanti saat kita mempunyai anak pasti dia sangat beruntung mempunyai ibu seperti kamu," ucap Atlanta kepada sang istri yang beriringan berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sok asik," balas Leana lebih dulu berjalan masuk menduluagi Atlanta.


Atlanta menghela napas panjang melihat sikap istrinya makin hari makin dingin.


__ADS_2