Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku [ Bab 35]


__ADS_3

Altar menoleh kiri kanan, dan orang pada sibuk dengan dunia masing masing bahkan keempat sahabatnya sedang memilih tas bersama Aisha.


Altar memasuki tokoh pakaian dalam. Sebelum benar benar memasuki dia kembali menoleh kiri kanan berharap keempat temannya maupun istrinya tidak melihatnya. Bisa habis harga dirinya sebagai ketua geng motor kalau ketahuan.


Altar sedikit mengigit jarinya sambil melangka masuk kedalam tokoh tersebut.


Altar menatap sekitar pakaian dalam yang ada disana dan ya tatapannya jatuh kepada pakaian dalam...


"Nah, kolor Boboboy gue," ujar Altar berlari kecil kearah pakaian dalam atau kolor Boboboy.


Altar sekali lagi menatap sekitar dan tidak ada orang yang melihatnya, dia pun menarik kolor bergambar Boboboy itu.


Dug.


Seketika wajah Altar langsung pucat disaat membalikan badannya dan melihat istrinya.


"A-isha?" tanya berbata bata.


"Kenapa kak Altar? Gausah pucat gitu mukanya, Ais juga tau kok, rak pakaian dalam kakak kan semua nya gambar kartun begitu," ujar Aisha, walaupun berusaha menahan tawanya dia tetap mengeskpersikan wajahnya dengan datar.


Altar menggaruk belakang kepalanya, baru kali ini ada yang tau sisi gelapnya, sungguh memalukan.


"Sini biar Aisha yang bayar, agar kakak ga malu," ujar Aisha mengambil kolor itu dari tangan suaminya.


Sedangkan Altar saat ini masih diam dan membuku ditempat. Sangat sangat memalukan, tapi beruntung juga ada Aisha yang ingin membantunya membayar nya.

__ADS_1


Beberapa saat keempat temannya datang kesana juga.


"Wah anjir Spongebob gue," hebo Vier mengambil kolor bergambar Spongebob tanpa malu seperti Altar. Andai Altar seperti Vier maka hidupnya tidak bakal kesusahan.


"Anjir lo nampung Spongebob iya dek?" tanya Cakra mengacak ngacak rambut Vier, seperti anak kecil.


Vier hanya mencibirkan mulutnya kearah Cakra. "Gue bukan bocil!" ketus Vier.


"Tapi sifat lo, melebihi bocil kematian," timpal Kendra.


"Ca aelah, lo kalau ngomong suka benar dah," sahut Evan memukul bahu Kendra, sehingga Kendra hampir terjungkal kebelakang.


"Gue beli apa ga iya?" tanya Vier. Dan hanya diangguki ketiga temannya.


"Eh bu bos beli apa itu?" tanya Cakra. Membuat Altar yang mendengar itu berkeringat dingin, semoga aja istrinya bisa menjaga rahasia.


Cakra hanya manggut manggut mengerti.


Setelah selesai berbelanja kebutuhan masing masing di mall itu, mereka memutuskan pulang. Maksudnya menuju kepesantren.


"Lo pada pulang deh," pinta Altar. Seakan tidak ingin membiarkan temannya itu ikut bersamanya.


"Kok gitu? Disana kan pasti banyak ukhtih ukhtih cantik," ujar Evan protes.


"Gada, gada lo pada kalau ikut, bikin malu tau ga!" ketus Altar.

__ADS_1


"Kali ini ga, suer bos." Vier menaikan dua jarinya pada bosnya itu.


"Biarin mereka ikut kak Altar," sahut Aisha. "Tapi kalian janji ya jangan buat rusuh di pesantren!" pinta Aisha pada keempat manusia itu.


Mereka pun hanya mengangguk pada Aisha. Dan berjanji tidak membuat rusuh di pesantren itu, seperti disaat kedatangan mereka kerumah kedua orang tua Aisha.


Altar memutar bola matanya jegah, jujur dia tidak yakin dengan teman temannya yang tidak akan rusuh disana.


"Kamu lapar ga?Mau singgah makan dulu?" tanya Altar pada istrinya.


Aisha hanya mengangguk. Altar bisa merasakan goyangan kepala dari Aisha karena Aisha menyandarkan kepalanya di bahu Altar.


"Bentar." Altar berhenti membuat Aisha bingung.


Altar turun dari motor, lalu melepaskan jaket dan helm yang dia pake. Dia pake kan jaket dan helm itu pada istrinya.


"Heh,kak Altar."


"Gapapa nanti kedinginan," ujar Altar lalu naik kembali keatas motor.


"Makasih kak Altar," seru Aisha memeluk pinggang Altar.


Aisha sangat suka dengan perhatian kecil dari suaminya itu.


...----------------...

__ADS_1


...Sambil nunggu thor Up mampir ke novel teman ku....



__ADS_2