Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Vier di jodohkan?~ •Chapter 43•


__ADS_3

"Vier, gak mau di jodohin, bunda!" sahut Vier. "Vier bisa nyari, wanita idaman vier sendiri," sambungnya.


"Tapi, kamu belum lihat wanita yang bunda mau jodohin sama kamu," jawab bunda Vier.


Vier mengusap rambutnya furstasi. Kenapa setiap bundanya pulang, terus saja membahas tentang perjodohan?


"Yang jelas, Vier masih tetap gak mau!" Vier masih tetap membantah, keinginan bundanya itu.


"Vier, coba kamu ngerti sayang, sebentar aja, nak," ujar Lita, bunda Vier.


"Terus, kapan bunda ngertiin Vier?" tanya Vier.


"Ok, kamu ketemu wanita itu dulu, kalau kamu benar benar gak mau, bunda gak bakal maksa," skak Lita.


"Terserah, bunda aja. Vier nolak juga gak ada gunanya," timpal Vier, lalu pergi dari ruang kerja bundanya.


Sesampainya di kamar. Vier langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Gue mau di jodohin, tapi wanitanya, harus seperti ibu ketua! Gue bakal nerima perjodohan, kalau jalan ceritanya seperti Altar," gumam Vier. "Tapi di setiap bunda memilih 'kan cewek untuk gue, kenapa cewek, gak guna semua?" tanya Vier.


Sudah lima wanita, yang di jodohkan bunda Lita, untuknya, tapi di antara mereka berlima, tidak ada yang masuk ke dalam wanita idaman Vier.


Entah alasan apa Lita, terus saja ingin menjodohkan Vier. Padahal sudah jelas-jelas, kalau Vier, masih ber sekolah. Walaupun sebentar lagi lulus.


"Kenapa bunda harus pulang sih? Nyusahin aja," gerutuk Vier. Sudah di bayangkan wanita yang di jodohkan untuknya, wanita yang kekurangan bahan pakaian, tidak seperti bu ketuanya.


"Mau kaya, bu ketua, ya Tuhan, semoga wanita yang besok Vier temui, gadis yang ada di pesantren itu."


************

__ADS_1


"Kenapa tuh, muka kusuyut banget," ujar Kendra, melihat wajah Altar yang murung.


"Nanya lagi lo, gara-gara lo pada lah, ngapain datang ke rumah orang pagi-pagi gini?" tanya Altar, ketus.


"Kita mau ngajak, ngegym pagi," jawab Evan.


"Gue gak minat gym, di rumah bareng istri aja udah enak," timpal Altar. Membuat temannya, traveling kemana-mana.


"Wah, gym di ranjang, sama bu ketua?" tanya Cakra.


Cakra refleks, membungkam mulutnya sendiri.


"Otak lo parn*," cibir Altar.


"Ya, lo sih anjir!" tanya Vier.


"Lo pada, kok kepo?" tanya Altar. Padahal dia juga, tidak tau, apa maksud perkataanya tadi.


Altar hanya mendengus kesal. "Bentar!" Altar berlari menaiki anak tangga. Menuju kamarnya.


"Sayang," panggil Altar. mencari keberadaan istrinya di dalam kamar.


"Iya kak, Ais lagi mandi!" teriak Aisha, dari dalam kamar mandi.


Beberapa saat, Aisha sudah keluar dari kamar mandi.


"Kenapa kak Altar?" tanya Aisha.


Altar beranjak dari sofa, lalu mendekati Aisha. Yang sudah wangi dan rapi.

__ADS_1


"Cantik banget, istri aku," bisik Altar, tepat di depan, telinga Aisha.


"Apasih, gombal," kata Aisha, malu malu.


Altar mengecup pipi Aisha sekilas. Membuat Aisha mematung, dan jantungnya berdebar sangat kencang. Ini mah definisi ngegym bersama. Seperti maksud Altar, pada teman-temannya tadi.


"Kak Altar." Aisha memanyunkan bibirnya, merasa kesal pada Altar.


"Apa sayang?" tanya Altar, tanpa dosa. "Aku mau pergi ngegym iya! Bersama keempat manusia kampret, yang selalu mengangguk momen kita," lanjut Altar.


Aisha hanya berdehem, lalu mengangguk.


"Cuman gitu doang?" tanya Altar, membuat Aisha bingung.


"Terus gimana? Mau di seleding dulu?" tanya Aisha balik.


"Bukan gitu, tapi benaran, kamu izinin kakak pergi?"


Aisha mengangguk kembali. "Pergi lah!" jawab Aisha.


Altar mengerecut bibirnya, merasa kesal pada Aisha. Maksud perkataanya, ingin istrinya itu melarangnya pergi.


"Kak Altar, kenapa sih? Aneh banget," ujar Aisha, yang tidak peka.


Altar merentangkan kakinya kelantai, menuju walk in closet, untuk mengganti pakaian.


"Eh, Altar beneran ngegym dulu sama ibu ketua, di kamar iya?" tanya Vier.


"Anjir, nyelup dulu dia, seperti roma kelapa!" kata Evan.

__ADS_1


"Udah, lah gak usah pergi ngegym, mending turu," sahut Kendra, merebahkan badannya, di atas sofa. "Pergi ngegym juga gak guna, tetap aja lo pada, takut sama kecoa."


__ADS_2