Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Sosok penyelamat bagi Vier.


__ADS_3

"Sha, bangun!" ujar Altar menepuk pipi Aisha. "Udah adzan subuh! Lo gamau sholat?" tanya Altar.


"Ais, ngantuk kak!" Aisha berusaha membuka kedua mata nya.


"Tapi kata lo, kita sebagai kaum muslim harus melaksanakan ibadah yang diberikan Allah kepada kita. Masa lo ngantuk ngantuk kaya gini? Ayo bangun badan gue juga sakit lo tindih," ujar Altar.


Aisha dengan berat membuka mata nya, ia berusaha melawan ngantuk nya.


"Astaghfirullah udah adzan kak!" hebo Aisha yang seketika panik.


"Udeh adzen kah," Altar meniru kembali ucapan Aisha. "Lo kira itu suara berkomandang apa? Malah bertanya lagi!" ngegas Altar.


"Ya jangan ngegas juga kak Altar," balasnya cemberut.


"Iya sayang!" ucap Altar, membuat Aisha salting, dengan kata sayang yang di keluar dari mulut suami nya. "Yaudah lo pindah dari atas gue! gue sesak lama lama lihat muka jelek lo itu!" lanjut Altar.


Aisha yang tadi nya melayang seakan terjatuh kembali oleh perkataan lanjutan Altar.


"Dasar! Orang di bilang juga, kalau Aisha itu cantik, ga jelek,"cibir nya protes.


"Terserah!" Setelah Aisha turun dari atas nya. Altar beranjak kekamar mandi.


"Dih gengsi aja, padahal semalam berkata 'Lo juga cantik Aisha! Sangat cantik!',"cibir Aisha berlanjut.

__ADS_1


Aisha pun turun dari ranjang. Lalu mempersiapkan baju koko buat Altar beserta peci dan sarung. Walaupun kesal dia tetap melakukan kewajibannya sebagai istri idaman.


**********


"Kafir anj*ng," teriak Alma sambil menjambak rambut pria itu dengan brutal dibantu oleh Kiara.


"Tolongin gue woi." Vier meminta tolong kepada keempat sahabat nya. Yang hanya melihat nya saja dijambak oleh dua ayam betina.


Bukan nya kasian, keempat temannya malah ketawa melihat Vier tersiksa.


"Udah, jangan sampai kepala kubotak! Nanti kasih permen deh dua biji," bujuk Vier, seperi sedang membujuk bocil.


Namun kedua gadis itu bukan nya berhenti malah makin brutal.


"Ini Vier kenapa digituin? Kasian tau dia!" seru Aisha. Merasa iba pada satu sahabat suami nya itu. Bahkan suaminya dan ketiga sahabatnya yang lain sama tidak memisahkan mereka. Sunggu teman yang tidak berahlak.


Altar menarik tangan istrinya agar tidak terlalu dekat dengan kedua sahabat nya.


"Astaga! Kia, Alma lepasin. Vier nya. Lihat itu rambutnya hampir lepas dari kepalanya."


Vier yang mendengar ucapan Aisha seakan panik. Gimana kalau rambut nya benar benar lepas?


Kiara dan Alma pun melepaskan jambakan nya. Vier pun meraba raba kepalanya dan dia bernafas lega disaat rambutnya masih tertempel dikepalanya.

__ADS_1


"Rambut lo bau jigong," ujar Alma. Mencium tangan nya habis menjambak Vier dengan sangat brutal. Siapa suruh ngerjain pas dipintu gerbang tadi.


Permasalahan Alma dan Kiara menjambak rambut Vier. Karena tega mengambil cimol yang mereka beli depan gerbang sekolah.


"Mata lo bau jigong, gue pake shampo limited edition, cuman satu di toko mbak siti didekat kompleks rumah gue!" protes Vier.


"Gue kira satu di indonesia, ternyata cuman satu di toko calon istrinya," sahut Kendra.


"Wah, tega lo Fir. Bahkan lo udah punya calon istri sama sekali ga memberi tau kita kita." Evan memperlihatkan wajah kecewanya.


"Najis ngomong sama cucu segiono," ujar Vier berlalu pergi dari sana.


"Eh, emang beneran?" tanya Kiara pada Kendra.


Kendra hanya mengangguk. "Kenapa lo nt iya? Kasian." Kendra seakan mengekspersikan wajah nya iba pada Kiara.


"Najis jambang bayi," ujar Kiara mengerik ngeri.


"Alah bilang aja lo suka!" timpal Alma. Menarik Aisha pergi dari sana.


"Huek. Sialan lo alam goib," ujar Kiara. Dan menendang bongkok Evan lalu berlari menghampiri kedua temannya.


"Salah gue apasih asu?" tanya Evan, yang hampir nyusep kearah pot bunga yang bersusun rapi dikoridor kelas tersebut.

__ADS_1


"Salah lo, karena lo harus menjadi Evan!" balas Cakra tidak nyambung.


__ADS_2