Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 92•


__ADS_3

Altar dan Aisha pun pergi ke markas geng motor Altar.


Sesampainya di sana, semua anggota geng motor yang belum mengatahui pernikahan Altar saling berbisik. Menanyakan siapa gadis yang bersama ketuanya itu?


"Itu, siapa yang bersama bos?" tanya salah satu anggota.


"Setauku, dari Marwel itu, istrinya bos."


"Lah, bos dah nikah?"


"Katanya sih gitu, di jodohkan, pernikahan ini rahasia, lo pada yang tau jangan sampai membocorkan! Kalian tau kan apa akibatnya!" peringat Marwel.


Mereka pada mengangguk.


Mereka pun menyambut kedatangan ketua mereka dengan sopan. Aisha yang melihatnya hanya tersenyum.


Walaupun pada sangar. Ada yang bertato, rambut gondrong, pake anting, berpirang namun mereka semua pada sopan, begitu menurut Aisha.


"Ca aelah, akhirnya bu ketua dan pak ketua datang juga," sambut Cakra.


"Duduk dulu lah, gue udah suruh yang lain menyiapkan berbagai sembako, kita tunggu aja sampai selesai dan langsung gass kan berbagi," sahut Kendra.


Altar maupun Aisha mengangguk.

__ADS_1


"Woi, Tono sini tuh kursi," teriak Vier pada salah satu anggota.


Orang yang merasa di sebut pun, menurut mengambil kursi untuk ketuanya.


"Ini, bos," ujarnya lalu kembali ke tempat semula.


"Duduk, sayang," perintah Altar, Aisha pun hanya menurut.


"Kamu nyaman kan?" tanya Altar pada istrinya.


Aisha yang di tanya hanya mengangguk. "Ais nyaman kok kak, walaupun mukanya pada sangar-sangar tapi Ais gak mempermasalahin, yang penting tempatnya bersih, dan tidak ber bau minuman ber alkohol," jawab Aisha pada suaminya.


"Ya dong bersih. Kakak gak pernah menyuruh mereka minum-minum setiap malamnya, hanya waktu tertentu saja, dan kakak juga memberi peraturan tiap minggu, markas harus di bersihkan secara bersama-sama," jelas Altar. "Kakak berfikir, selama beberapa hari ini tak berkunjung, markas akan kacau, mereka tidak akan mengingat peraturan, tapi alhamudillah mereka tidak pernah membantah apa yang kakak perintahkan," sambung Altar.


Aisha tersenyum sambil memegang kedua pipi suaminya. "Ini softboy, berkodok Badboy," kekeh Aisha.


Aisha bukannyan menciun Altar, malah menyubit perut lelaki itu.


"Ini tempat umum, kak Altar!" tegur Aisha, memundurkan wajah suaminya.


Altar terkekeh. Ia berdiri lalu memperbaiki penampilannya.


Tadinya sangat tengil di depan sang istri, beda sekarang yang terlihat sisi arogannya.

__ADS_1


"Van, speaker!" pinta Altar pada sahabatnya, Evan yang di suruh pun langsung menyiapkan speaker untuk Altar.


"Nah." Evan memberi kan mic.


Altar pun mengambilnya dan menepuk-menepuk mic, sebelum berbicara.


"Di sini gue mau menyampaikan sesuatu pada kalian semua yang ada di sini, sambil menunggu yang lain sedang mempersiapkan sembako," ujar Altar, sehingga membuat yang ada di sana fokus kepadanya.


"Pertama-tama, gue mau memperkenalkan seseorang pada kalian." Altar menoleh ke arah istrinya, Aisha yang peka segera berdiri.


"Dia istri gue, Aisha, jadi gue berharap kalau kalian melihat istri gue sedang sendiri atau di dalam bahaya gue harap kalian bisa menolongnya atau memberi tau gue!" tekan Altar, membuat anggota geng motornya pada mengangguk. "Sebenarnya, gue belum siap mempublic pernikahan gue. Gue cuman memberi tau kalian di sini selaku anggota geng Aodra, gue berharap lagi, kalian bisa merahasiakannya," lanjut Altar.


"Pasti, bos," teriak mereka secara bersama.


Cakra mengambil ahli mic itu dari Altar.


"Kalian pasti tau apa konsekuensinya, di saat ada di antara kalian membocorkannya! Selain keluar dari Aodra kalian juga akan mendapatkan hukuman yang tak pernah kalian mau!" pesan Cakra.


"Kami berjanji akan merahasiakan ini. Kami akan menanggung konsekuensinya di saat kami tidak menepati janji," teriak mereka kembali.


"Gue rekam ya, suara lo pada!" sahut Kendra.


"Ya rekam aja!" Spontan mereka menjawab. "Kami akan menjaga kesalamatan ibu negara. Sekarang selain menjaga nama baik Aodra, kami juga akan menjaga ibu negara kami!" Janji mereka serentak.

__ADS_1


Aisha yang mendengar mereka, hanya tersenyum. Semoga apa yang mereka ucapkan memang nyata di lakukan.


"Makasih, buat kalian semua," sahut Aisha, bersorak kegirangan.


__ADS_2