Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Kemarahan Altar.


__ADS_3

BRAK.


Altar membanting tubuh siswa yang ada dikantin tersebut dengan sangat keras.


"APA MAKSUD LO NYENTUH DIA SIALAN?" tanya Altar dengan murka memukul rahang siswa itu.


"Gue cuman mau lihat wajah nya!" ujar murid cowok itu terbatuk batuk.


Bug.


Sekali lagi.


Lagi


Terakhir.


Membuat kepala, hidung, bibir siswa itu mengeluarkan banyak darah. Orang yang ada disana berteriak hesteris melihat nya.


"IN AKIBATNYA LO BERANI MENYENTUH MILIK GUE, DAN INI......"


Bug.


"INI BONUS NYA, LO INGIN MELIHAT WAJAH MILIK GUE SIALAN!" ujar Altar dengan murka.


Altar tidak puas memukul siswa bernama Galang. Dia pun kembali melayangkan pukulan dengan bertubi tubi.


"Tar udah Tar," cegah Cakra memegang lengan sahabat nya. "Lo mending urus Aisha, biar gue dan yang lain ngurus taik kambing ini," lanjut Cakra.


Altar mengurunkan untuk memukul kembali Galang. Dia berlirik kearah Aisha yang sesengukan dengan memegang kedua lutut nya.


"SIALAN." Altar menendang satu kali tubuh Galang lalu menghampiri istrinya.


Altar mengangkat tubuh mungil istrinya keluar dari kelas. Membuat siswa dan siswi separuh berteriak dan iri ada pun yang kasian kepada Aisha.

__ADS_1


"Tenang dia udah ga bisa jalan lagi selama seminggu!" ujar Altar pada istrinya.


"Kak, Ais takut!" ujar Aisha dengan suara gemetar.


Altar mendudukan Aisha di kursi. Altar membawanya ke rooftop dimana dia dan keempat teman nya sering berkumpul kalau jam istriahat ataupun berbolos.


"Yang mana yang sakit?" tanya Altar.


Aisha pun menunjuk tangan nya dan lengan yang tertutup seragam sekolah nya dan kerudung panjang yang dia gunakan.


Altar kembali emosi melihat memer ditangan istrinya. Ingin rasanya dia membunuh Galang.


"Tunggu disini!" pinta Altar.


Beberapa saat Altar kembali membawa kotak P3K. Yang dia ambil dilaci meja, dimana mereka menyimpan kotak itu untuk menjaga jaga.


Altar mengoles salep ditangan Aisha dengan lembut.


"Udah iya jangan nangis lagi! Coba cadar lo naikin!" ujar Altar. "Tenang gaada yang bakal datang kesini," lanjut Altar yang tau isi pikiran istrinya.


Setelah ini kaya nya, Altar benar benar akan membuat koma Galang.


"Dia nyentuh kulit aku!" ujar Aisha kembali menangis.


"Udah iya! Jangan nangis lagi, nanti gue bakal beliin apapun yang bisa menghilangkan semua bekas sentuhan dia!" ujar Altar. Serasa embingo.


"Emang ada?" tanya Aisha dengan polos nya.


"Ada! Kalau ga ada biar gue yang hilangin dengam cara mencium nya!"


"Ga!"


Altar pun kekeh. Dia mengusap usap pipi merah Aisha. "Sakit?"

__ADS_1


Aisha menggeleng. "Ga terlalu!" jawab Aisha.


"Mau pulang ga?"


"Gamau, bentar lagi kan jam pulang. Jangan sampai kita kealfa kan sia sia tau waktunya," ujar nya.


Altar hanya berdehem. "Lo belum makan?" tanya Altar menurunkan cadar Aisha.


Aisha hanya mengangguk.


"Bentar gue telfon Vier, agar beli nasgor dikantin!" Altar pun mengambil ponsel nya yang ada didalam saku celana nya. Dia pun menelfon Vier dan memintanya membawakan makanan untuk Aisha dan dirinya.


"Mbak Gendis cepat dong, kaki ku udah ga kuat!" pinta Vier mengeluh.


"Sabar dong!" ujar mbak Gendis.


Beberapa saat Vier dan ketiga teman nya berjalan kearah rooftop.


Urusan Galang mereka sudah membereskan nya dengan aman.


Evan menendang bongkok Kendra. Padahal Kendra hanya diam.


"Lo kenapa sih bangsad, gue diam iya! Lo memang ga hidup kalau ga buat onar?" ngegas Kendra menendang balik Evan.


"Aduh sialan." Cakra terjatuh karena di senggol oleh mereka berdua.


"Tangga nya baik baik aja?" sahut Vier menetang kantong. Dia pun berlalu pergi menaiki tangga. Tanpa menolong Cakra.


"Saat itu senyumku jadi lantai,"lirih Cakra. Dia pun berdiri lalu melanjutkan jalan nya.


Mereka pun sampai di rooftop, Vier meletakan kantong plastik berisi makanan serta kertas tertulis total bayaran yang sengaja dia tulis tadi. Vier meletakan nya keatas meja yang ada depan Altar dan Aisha.


"Lo pelit banget jadi orang Fir," seru Evan.

__ADS_1


"Ini duit, duit bukan sembarang duit iya! Ini duit pewaris untuk cucu gue nanti," cibir Vier.


__ADS_2