
Aisha merasa kagum melihat rumah yang ada didepan nya itu. Tidak terlalu besar namun indah di pandang, persis apa yang dia suka.
"Rumah nya indah kak," puji Aisha.
Altar hanya berdehem, lalu masuk lebih dulu dari pada Aisha yang terus saja menatap kagum rumah itu.
"Nanti aja lo lanjutkan kagum nya!" teriak Altar, membuat Aisha mengangguk lalu berjalan masuk kedalam rumah.
"Kak Altar, kamar Ais dimana?" tanya Aisha pada suami nya.
"Di lantai dua, terus kamar kepertama itu!" jawab Altar yang tidak sama sekali menoleh kearah Aisha. Ia merebah kan badan nya disofa sambil bermain game.
"Terus kamar kak Altar?" tanya Aisha sekali lagi.
"Maksud lo?"
"Terus kamar kak Altar dimana?"
Altar diam sejenak, padahal diri nya berniat sekamar dengan Aisha walaupun tidak seranjang. Namun kaya nya dia tertolak tidak sengaja oleh istri nya sendiri.
__ADS_1
"Dikamar yang kedua!" terpaksa Altar menjawab asal.
Aisha pun hanya mengangguk. Dia menaiki anak tangga akan menuju kamar yang di beritau Altar.
Sesampai nya di kamar. Aisha memandang semua sujut kamar itu. Wah apakah diri nya tidak salah masuk kamar? Tapi menurut nya yang pertama adalah kamar itu.
"Barang barang kak Altar dan barang barang ku ada disini ngapain dia suruh aku disini iya?" tanya pada diri nya sendiri.
"Atau jangan jangan.....?" Aisha sedikit menjeda ucapan nya, dia menepuk jidat nya sendiri. "apakah kak Altar ingin sekamar? Tapi aku bilang letak kamar nya dimana? Aduh bodoh banget kamu Aisha!" ujar nya.
"Udah lah mending sebentar dia juga bakal masuk," lanjut nya.
Aisha pun melepas cadar dan kerudung panjang yang dia gunakan. Lalu dia masuk kedalam kamar mandi dia akan mandi lalu sholat ashar.
"Kak Altar," panggil Aisha. Namun diacuh kan oleh Altar.
"Kak Altar ayo sholat!" ujar Aisha.
Altar berdecak kesal, dia menyimpan ponsel nya lalu menoleh kearah Aisha. Altar tidak berkedip sama sekali memandang wajah Aisha, walaupun ini bukan yang pertama namun tetap saja dia sangat syok.
__ADS_1
Altar langsung berubah ekspersinya agar Aisha tidak kegeeran. Namun itu semua terlambat Aisha sudah benar benar kegeeran.
"Kenapa lo ga make cadar sama kerudung lo itu, kalau ada yang mengelihat selain gue gimana?" tanya Altar seakan tidak rela kecantikan istri nya di lihat orang lain selain dia dan kedua laki laki yang berstatus darah daging nya. Ia itu Rigel dan abi Nando.
"Ga ada yang liat kok! Kan disini cuman ada kak Altar dan Ais!" ujar nya.
Altar berdecak kesal dia berjalan kearah Aisha lalu menarik tangan istri nya itu kekamar. Dia takut tiba tiba seseorang masuk kedalam rumah. Padahal mah orang juga gabakal masuk kalau rumah nya tidak kebuka.
"Lo gaboleh buka kerudung dan cadar lo itu, selain ngebuka nya di kamar!!" perintah Altar. Entah mengapa dia murka.
Aisha hanya mengangguk meringis kesakitan disaat Altar mencengkram tangan nya kuat. Sampai air mata nya jatuh karena sakit.
"Kak sakit tangan Ais!" ujar Aisha pelan.
Altar yang menyadari itu melepaskan cengkraman nya ditangam Aisha. Dia mengusap wajah nya kasar. Lalu merai tangan Aisha yang sedikit merah karena ulah nya, bahkan membuat gadis itu menangis.
"Gue minta maaf." Altar tanpa sadar mencium tangan Aisha yang memerah itu. Membuat Aisha terkejut.
"Refleks!" timpal nya tiba tiba langsung melepaskan tangan Aisha lalu buru buru masuk kedalam kamar mandi. Sungguh dia sangat malu tentang apa yang dia perbuat barusan itu, dia benar benar tidak bisa mengontrol diri.
__ADS_1
Aisha yang tadi nya kesakitan, langsung tersenyum salting bahkan ikutan malu malu kucing.
"Apa ini? Kak Altar mencium tangan ku?" gumam nya, tidak percaya.