Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ part 56


__ADS_3

Akhir-akhir ini Leana merasa ada yang aneh dengan suaminya. Entah apa itu, tapi yang jelas ada yang berbeda. Dia terus mendapatkan kemeja dan jas sang suami berbau parfum wanita.


Bahkan tak jarang laki-laki itu mengacanginya saat bermain ponsel. Dan biasa jangan kebo jika tidur tidak seperti biasanya, Atlanta akan mengelus perutnya jika kram tengah malam.


Karena dia sudah semakin curiga. Leana meminta kepada sepupunya yaitu Dito untuk mencari tahu apa permainan suaminya di belakangnya. Jika sampai dugaanya benar, maka entah apa yang akan dilakukan Leana kepada suaminya itu.


"Mas, nanti aku bisa minta tolong?" tanya Leana duduk disamping suaminya, Atlanta pun menoleh dan mengenggam tangan Leana.


"Minta tolong, apa?" tanya Atlanta.


"Aku minta kamu nyuci pakaian bisa? Aku minta tolong, soalnya cuciannya banget banyak."


"Di laundry aja," jawab Atlanta melepaskan genggaman tangan Leana.


"Nanti ada yang kececer pakaiannya, kalau di mesin cuci masih kotor. Jadi aku minta tolong, enggak enak jika bibi yang menyuci pakaian kita."


Altanta menyimpan ponselnya di meja dan berdecak kesal. Dia menatap istrinya dengan dalam, sedangkan Leana hanya menundukan kepalanya.


"Emang kamu enggak bisa?" tanya Atlanta. "Kalau aku nanti makin kotor, sayang." Atlanta merubah nada bicaranya dengan lembut kembali.


"Yaudah, aku aja yang nyuci, mas. Enggak apa-apa cuma dikit kok," ucap Leana.


"Iya, hati-hati iya sayang."


Leana berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dan mengambil pakaian kotornya dan sang suami, Leana mencoba berpikir hanya menyuci saja tidak membuatnya terlalu lelah.


"Mas," teriak Leana dari dalam.


Atlanta yang mendengar teriakan istrinya langsung beranjak berdiri dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Leana mendongak ke atas saat tahu suaminya datang.


"Tolong ikat rambutku, tanganku penuh sabun," ucap Leana tersenyum.


Atlanta pun mengingkat rambut Leana. Lalu mencium tengkuk lehernya, setelah itu berjalan keluar dari kamar mandi. Padahal dahulu Atlanta sudah berjanji, akan membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah jika hari libur, tapi sekarang laki-laki itu malah sibuk bermain ponsel.


Beberapa saat kemudian, kini Leana sudah selesai mencuci. Dia keluar dari kamar mandi dan menghampiri suaminya.


"Mas, aku bisa tolong buat angkatin sekalian jemur cucian, yang ada di dalam?" tanya Leana. Dia begitu lelah setelah mencuci banyak pakaian kotor.


Pakaiannya tidak banyak, yang banyak tuh suaminya. Karena setiap pulang kerja, entah mengapa pakaiannya terus berkeringat dan kotor dan tidak bisa dipakai dua kali.


"Ok." Atlanta menyimpan ponselnya di meja lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi, mengambil pakaian tersebut dan berjalan ke balkon untuk mengjemurnya.


Saat suaminya lagi di balkon. Dengan ragu Leana mengambil ponsel suaminya, dia mengontak-antik ponsel tersebut dengan terus menatap ke teras.


...Davina♡...

__ADS_1


..."Sayang, nanti main ke rumah kan?"...


...Davina♡...


..."Aku ngidam ingin dipeluk kamu, ke sini iya?"...


...Anda...


..."Baik, setelah Leana tertidur, aku akan ke sana. Nanti aku akan tidur di sana juga. Subuh baru kembali."...


...Davina♡...


..."Cepatan, iya. Anakmu nanti ileran kalau kamu lama datangnya."...


Baru pertengahan Leana membaca pesan suaminya dengan Davina. Matanya mulai memanas, tangannya bergetar hebat. Dengan perlahan, air matanya sudah keluar.


"LEANA APA YANG KAU LAKUKAN, SIALAN? UDAH BERANI BUKA PRIVASI ORANG?" tanya Atlanta berteriak dan merempas ponsel tersebut dari tangan istrinya.


Leana tersenyum. Dia berdiri dan menatap suaminya.


"Aku siapamu?" tanya Leana.


"Istriku," jawab Atlanta.


Leana mencoba menahan air matanya. Dia menatap Atlanta dengan air mata yang mulai jatuh.


"Atlan, apa benaran kamu selingkuh?" tanya Leana. Dan Atlanta hanya diam membisu. "JAWAB AKU, ATLAN," teriam Leana.


"Maaf."


"Jadi benar? Ini semua benar?" tanya Leana, Atlanta menunduk seraya menganggukan kepalanya.


Deg!


Seperti di tusuk ribuan panah. Hati Leana seakan sangat nyerih, nafasnya udah naik turun, hal itu membuat Atlanta khawatir.


Dengan cepat Atlanta menangkap tubuh Leana yang tidak seimbang tubuhny. Saat tubuhnya sudah kembali tegang, Leana menepis kasar tangan Atlanta.


"Karena apa?" tanya Leana. "Karena ap kamu selingkuh, coba jelaskan."


"Apakah aku kurang? Apanya yang kurang, katakan?"


"Ak-"


"Kurang perhatian? Kurang kasih sayang? Kurang kewajibanku sebagai istri? Apakah aku tidak cantik? Apakah aku gemuk karena hamil?" tanya Leana.

__ADS_1


"Kamu enggak ada kurangnya, sayang. Kamu sempurna, sempurna ba-"


Leana tertawa sambil menepuk tangannya. Dia menaroh jarinya di bibir Atlanta.


"Kamu tahu kenapa aku tertawa? Karena pengakuannya lucu sekali, bagus sekali lawakannya," ucap Leana.


Bumil itu duduk di sofa, lalu menyuruh Atlanta mendekatkan telinganya. Atlanta hanya menurut saja, dia berjongkok di depan istrinya.


"Busuk," bisik Leana. "Aku merasa jijik dengan diriku sendiri, karena harus berhubungan dengan laki-laki sepertimu yang celap-celup ke sana kemari bahkan muntah sampai membuahkan hasil lo. Udah berapa bulan?" tanya Leana menarih dagu suaminya, dan tersenyum.


"Ajak dong dia ke sini, aku ingin bertemu dengan calon maduku," ucap Leana. Dari tadi dia berusaha bersikap arogan, agar sakitnya tak terlihat.


"Suamiku emang tampan, enggak jarang sih ada yang naksir sama dia, tapi iya gitulah. Tampan, tapi sama-sama ganjeng matanya."


"Itunya enggak cukup satu, iya?" tanya Leana berbisik. "Atau milik ku yang terlalu sempit jika kamu tidak terlalu puas? Atau idamanmu yang longgar? Apa perlu aku longgari dengan menggunakan laki-laki lain juga, sayang?" tanya Leana.


Atlanta mencengkram dengan kuat tangan Leana, saat mendengar kalimat terakhirnya.


"Jangan coba-coba," ancam Atlanta mencengkram kuat tangan Leana membuat wanita tersebut meringis kesakitan. Namun, mencoba kuat.


"Aduh, aduh tolong dong di longgarin dikit cengkramannya. Mas," ucap Leana menepis dengan kasar tangan Altanta. "Jangan pegang aku, aku merasa semakn najis di pegang laki-laki sepertimu. Takutnya, ketular lagi." Leana meniup tangannya.


"Duduk disamping ku, aku masih tak ingin jadi istri durhaka." Leana menarik tangan Atlanta untuk duduk di sampingnya, lalu kembali melap tangannya.


"Ok kita serius. Aku ingin kamu membawa selingkuhan mu itu ke sini. Biar saya aku layani layaknya ratu," pinta Leana lalu berdiri dari sana.


"Aduh, sayang. Kamu tidak akan malukan jika mempunyai papa tukang selingkuh? Nanti jangan ikutin, iya," sindir Leana.


Atlanta yang emosi langsung menarik tangan Leana dengan sangat kasar, sehingga Leana meringis karena tangannya keseleo.


"Apa maksudmu?"


Leana mengerutkan keningnya menatap suaminya dengan tatapan datar.


"Maksudku apa? Emang dia akan malukan mempunyai papa sepertimu?"


"Tolong dilepaskan," pinta Leana. "Jangan lupa iya, calon maduku ajak ke sini. Babay suamiku." Leana mengecup singkat pipi Atlanta lalu keluar dari kamarnya dengan Atlanta dan menuju kamar tamu.


Leana mengunci pintu dan terisak, hatinya sangat sakit saat mengatahui ini.


"Ini benar? Atlan selingkuh? Sampai dia memilik anak dari Davina?" tanya Leana dengan tawa bercampur dengan air mata.


"Ini mimpi? Katakan ini mimpi, Atlan tidak akan melakukan hal itu." Leana kembali menangis. "Suami yang sangat aku bangga kan seperti ini? Aku kurangnya apa?" tanya Leana.


"Sayang, kamu mau kita pergi menjauh? Kita menjauh dari papamu, iya? Hati mama udah sakit, mama udah berulang kali memberikan kesempatan kepada papamu, tapi kali ini Mama tidak akan terlena lagi, hati mama benar-benar udah dibuat hancur."

__ADS_1


__ADS_2