Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Dapat ciuman.


__ADS_3

Altar terdiam sejenak disaat sudah memasukan makanan yang dimasak Aisha untuknya.


"Gimana kak masakan Ais?" tanya Aisha.


"B aja!" jawab nya. Padahal mah dalam hati dia memuji masakan Aisha sangat enak.


Aisha hanya mengangguk lalu ikut makan masakan nya sendiri. Menurut nya masakan nya lumayan enak kenapa Altar ngira b aja? Apakah lidah suami nya itu lidah langka?


Altar ingin menambah lagi. Namun menurunkan niat nya, gengsi nya lebih besar.


"Kok cepat banget kak?" tanya Aisha melihat Altar sudah minum dan berdiri berniat akan pergi kekamar.


"Masakan lo ga enak! Lain kali lebih berusaha lagi!" ujar nya lalu pergi dari sana.


"Ga enak iya?" lirih nya.


Setelah selesai makan Aisha membersihkan meja makam terus mencuci piring. Baru lah dia ikutan naik keatas kamar.


Disaat Aisha membuka pintu kamar. Dia melototkan mata nya saat melihat Altar telanjang dada dan terlihat roti bersusun susun di perut nya.


"Astaghfirullah!" ujar nya kembali menutup pintu kamar.


Beberapa menit berdiam diri diluar, Aisha kembali membuka sedikit pintu kamar.


"Alhamdullih!" ujar nya disaat Altar sudah selesai berpakaian. Dia pun masuk kedalam kamar.


"Kak Altar kok ada disini?" tanya Aisha.


"Kenapa?" tanya Altar balik.


"Kan kamar kak Altar disebelah, kenapa kekamar Ais?" tanya Aisha.

__ADS_1


"Gue mau hadiah gue!" ujar nya tanpa menoleh kearah Aisha sedikit pun.


Aisha menarik nafas dalam dalam sebelum melanjutkan langka nya.


"Kan bilang nya setelah selesai sholat Isya!" ujar nya.


"Terus? Emang lo masalah gue ada disini? Ini rumah gue! Mau mau gue, gue mau dimana aja!" ngegas nya.


Aisha udah tidak bisa melawan ucapan Altar lagi dia memilih diam.


*************


Setelah sholat Isya dengan kesepakatan mereka. Altar merebahkan kepalanya di paha Aisha, Altar masih memakai baju koko. Jantung nya deg deg an, sangat canggung.


Aisha dengan perlahan mengusap usap surai rambut Altar dengan lembut.


"Gue mau dengar lo shalawat!" pinta nya memejamkan mata.


"Suara Ais jelek kak!" ujar Aisha.


"Owh, iyaudah berdiri. Ais mau tidur!" ujar nya.


"Maksud lo?"tanya Altar.


"Kakak bangun, Ais mau tidur aja, kakak balik gih di kamar kakak!"


"Ga! Udah deal kita mana boleh di ubah!" protes nya.


"Kan Ais selalu jelek di mata kak Altar terus kenapa ini harus di lanjutin? Bukan nya semua yang Aisha lakukan jelek di mata kak Altar kan?"


Ucapan Aisha membuat nya terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


"gak!" jawabnya tidak nyambung.


"Berdiri kak!"


"Ga Aisha Altar Geutama!" ketus Altar ngegas membuat Aisha terdiam. Aisha Altar Gautama?


"Nama Ais. Aisha Fernando!" balas Aisha protes dengan ucapan suami nya.


"Sekarang lo istri gue!"


"Kakak anggap Ais istri kakak?" ujar Aisha mengejam ngejamkan mata nya. Membuat Altar yang melihat dari bawah jadi gemess.


"ekspersi lo jangan gitu, lo makin jelek!" ketus Altar. Padahal arti kata kata nya itu berbalik.


"Emang beneran jelek iya?" tanya Aisha. "Tapi kata umah, abi dan bang Rigel. Aku cantik dan imut tau!" ujar nya dengan kenyataan.


"Mereka itu bohong, lo mah jelek!" ujar nya Altar. Membuat gadis itu mendengus kesal kembali.


"Ais cantik tau! Kalau ga cantik mana mungkin jadi istri seorang pria tampan dan di idolakan di sekolah bahkan kaum hawa di luaran sana. Dan dijadikan menantu sama mama dan papa," omel Aisha tidak terima dengan ucapan suami nya.


"Masa?" tanya Altar dengan ngeledek.


"iyah!" ujar Aisha ngegas karena merasa kesal pada Altar suami nya itu.


Altar terkekeh melihat wajah istri nya yang kesal merasa menambah 100 kali lipat kegemesan nya.


"Gue mau dengar lo shalawat," pinta Altar.


"Ais dapat apa kalau Ais nurutin?" tanya Aisha.


"Dapat apa?" tanya Altar balik

__ADS_1


Aisha hanya mengangguk.


"Dapat ciuman dari gue!" ucap Altar menaikan satu alis nya dan medengok keatas.


__ADS_2