Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 65•


__ADS_3

Altar tersenyum ke arah istrinya yang saat ini lemas karena perbuatannya.


"Mau mandi bareng?" tanya Altar, dan langsung di gelengi oleh Aisha.


"Malu," jawab Aisha, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Aisha kaget saat Altar ikut masuk ke dalam selimut, dan memeluknya.


"Ayo mandi bersama, biar gak makan waktu. Setelah mandi kita sholat Adzar," bisik Altar, membuat Aisha melunak.


Aisha membalikan badannya ke arah sang suami. "Tapi mandi aja ya! Jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan," carca Aisha.


Altar hanya berdehem. Dia melilitkan selimut di tubuhnya dan di tubuh sang istri, membawanya ke dalam kamar mandi.


"Turunin Ais," pinta Aisha, dan Altar hanya menurut.


Dia menurunkan Aisha di pinggir closet, tanpa terbalut apapun. Membuat lelaki itu terkekeh banyak tanda cinta di tubuh istrinya.


"Yak! Kak Altar," teriak Aisha, menarik selimut yang terbalut di tubuh sang suami.


"Ngapain di tutup sih? Kan mau mandi," goda Altar, tak merasa malu bahwa dirinya sekarang ini sudah tidak memakai apapun di depan sang istri. Menurutnya sudah saling lihat saling memuaskan, kenapa masih malu?


"Biarin gini aja!" ketus Aisha, sehingga Altar hanya bisa menghela nafas.


"Ya udah bentar, kakak siapin air hangat buat kamu dulu!" ujar Altar, yang memencet tombol air hangat, sehingga sebuah air keluar dari kran mengisi .


Aisha tersenyum pada Altar, dan Altar membalasnya.

__ADS_1


Aisha cepat-cepat membuang pandangannya, menatap ke arah lain.


Tiba-tiba Altar mencium bibirnya. "Hem, kak Altar," keluh Aisha menjauhkan badan Altar.


"Kenapa masih malu? Kakak kan sudah lihat juga," jujur Altar, mendapatkan tamparan pelan dari tangan Aisha.


"Ngaur ah, kak Altar," sahut Aisha.


"Gak ngaur sayang, memang benar kok, kita sudah saling lihat kenapa masih di tutup?" tanya Altar, mengangkat tubuh sang istri memasuki bathtub yang sudah terisi air. Tidak lupa membuang jauh-jauh selimut yang menjadi penghalang baginya.


"Kak Altar kita mandi aja, gak usah macam-macam!" pinta Aisha.


Altar ikut memasuk ke dalam bathtub, membuat air tertumpah turun ke lantai.


"Satu macam aja, kok," seru Altar, genit.


"Gak kak Altar, Ais capek," tolak Aisha, saat suaminya ingin menyosor bibirnya.


Ucapan Altar terdengar begitu kecewa, Aisha jadi merasa bersalah. Bukan tak ingin namun perutnya seperti sedang di besin cuci, dia merasa tidak nyaman di posisi dirinya saat ini.


"Maaf, Ais memang capek kak Altar. Nanti Aisha kasih, kalau Ais sudah gak merasa capek ya! Perut Ais sakit kak Altar," ucap Aisha memegang kedua pipi sang suami.


Altar hanya berdehem.


Aisha menurunkan tangannya di pipi Altar.


"Yaudah," jawab Aisha, berkaca-kaca, membuat Altar yang melihatnya panik. Berniat ingin mengerjai istrinya malah dia yang kena.

__ADS_1


"Kok nangis?" tanya Altar, membelai rambut Aisha yang sudah basa.


"Maafin Ais, perut Ais memang sakit banget kak Altar," keluhnya meremas perutnya sendiri.


"Yaudah, kita selesain keramas dan mandi Junub. Nanti kakak kompers pake air dingin perutnya."


"Mandiin," rengek Aisha secara tiba-tiba, membuat Altar bersemangat.


Setelah mandi judub dan sholat, sesuai dengan janji Altar, dia mengompres perut sang istri menggunakan air dingin.


"Udah dong, jangan nangis," ujar Altar, mengusap wajah Aisha.


Aisha meremas kuat lengan Altar. "Sakit banget kak Altar," rengek Aisha.


"Yaudah bentar, kakak panggilkan Mama dulu, siapa tau dia belum pulang," ujar Altar. Pergi keluar kamar meninggal Aisha sendiri.


Aisha menghapus air matanya, tiba-tiba dia merasa mual. Dia berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Huek!


Samar-samar itu yang Altar dengar, saat kembali memasuki kamar.


Lelaki itu menyusul istrinya. Altar memberi minum dan memijat tengkuk leher sang istri.


Dia menghapus jejak muntah yang tersisa di bibir Aisha. "Kita telfon dokter ya? Kakak khawatir," cemas Altar.


"Gak usah kak Al... Huek," Aisha kembali memuntahkan cairan bening.

__ADS_1


"Udah gak usah membantah!" ujar Altar, mengangkat tubuh istrinya keluar dalam kamar mandi. Menidurkannya di ranjang.


Lalu Altar beralih menelfon dokter pribadi keluarganya.


__ADS_2