Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Panggilan kamu, aku dari Altar.


__ADS_3

"Ap-maksud kamu Altar?" tanya Ilona dengan serak berusaha menahan rasa sakit didadanya.


Altar menarik kain seragam Ilona. Dia tidak ingin kulitnya bersentuhan dengan gadis itu Ilona.


Altar membawanya keluar dari kantin. Entah apa yang akan dia lakukan pada Ilona.


Aisha pun sedikit panik, dia sangat tau gimana suaminya itu kalau sudah bermain tangan. Aisha pun mengekuti Altar dan Ilona.


Keempat teman Altar yang melihat Altar dengan penuh emosi menarik kain seragam yang dipake Ilona pun sedikit panik.


"Eh bu ketua, ada apa?" tanya Vier pada Aisha yang juga sedikit berlari.


"It- itu kak Altar, anu. Sudahlah mending kalian cari tau sendiri aja," ujar Aisha, kembali berlari mengikuti Altar.


Mereka berempat yang masih bingung pun mengikuti Aisha.


Bug.


Altar melepas dengan kasar, membuat Ilona terjatuh ketanah.


Altar mengambil kain tangan yang dia terus bawa di sakunya. Kain itu dia jadikan sebagai alas untuk memegang dagu Ilona.


"Lo udah taukan posisi Aisha, dan status gue sekarang? Sebenarnya gue gamau buat kasar sama lo, karena lo sahabat masa kecil gue, tapi lo yang minta ini semua Ilona, gue menyayangi mu seperti adik gue sendiri tapi lo menganggapnya lebih sialan!!!!" ujar Altar dengan lembut tapi mematikan. Bahkan dia mencengkram dagu Ilona dengan sangat dalam. Membuat gadis itu menintihkan air mata.


"Altar sakit," aduh Ilona.

__ADS_1


"Sakit?" tanya Altar dan hanya diangguki pelan oleh gadis itu.


Altar tersenyum. "Mau gue lepasin?" tanya nya lagi, dan kembali di angguki oleh Ilona.


"Ada tiga syarat nya," ujar Altar, membuat Ilona menatapnya dengan wajah yang bertanya tanya. "Satu, lo jangan bocorkan kalau gue dan Aisha sebenarnya suami istri, atau lebih tepatnya sudah menikah," pinta Altar.


"Dan kedua, jaga perkataan menyakitkan lo itu pada istri gue." Altar menghela nafas sebelun melanjutkan ucapanya. "Terakhir, jangan coba coba lo melakukan berbagai cara untuk merusak rumah tangga gue, apa lo bisa?"


"Kalau gabisa sih, mungkin besok atau sebentar keluarga lo sudah berduka," ujar Altar.


Ilona menggeleng. "Ok fine, gue bakal ngikutin syarat lo itu, tapi lepasin gue," ucap Ilona.


Altar pun melepaskan cengkarmannya di dagu Ilona, membuat nafas Ilona kembali normal.


Aisha yang baru sampai langsung mendekati suaminya. "Kak Altar, ngapain Ilona?" tanya Aisha pada suaminya.


"Kakak cuman ngasih dia peringatan sayang," jawab Altar, ingin memanas manasi Ilona dengan panggilan sayangnya pada Aisha, dan itu terbukti Ilona geram sekali melihat Aisha.


Sedangkan Aisha, hanya mengangguk. " Aku kira kakak bakal main tangan kedia," skak Aisha, akhirnya bernapas lega.


"Yaudah ayo kita balik kekantin, mungkin pesanan kamu sudah datang," ujar Altar menarik pinggang istrinya pergi dari sana.


"Kamu? Kakak panggil dengan kata kamu?" seru Aisha menatap suaminya.


"Kenapa? Gasuka?" tanya Altar. Dan Aisha langsung menggeleng.

__ADS_1


"Aisha suka," balas Aisha dengan cepat.


Altar hanya tersenyum. Mungkin yang bisa membuat emosinya meredah hanya Aisha, sekarang dirinya mulai tenang hanya karena bersama Aisha atau istrinya.


"Altar apa yang terjadi?" tanya Cakra melihat Altar dan Aisha.


"Apa?" tanya Altar balik, sambil menaikan alisnya.


"Lo ngapain si ulet bulu itu?" tanya Vier.


Altar hanya menaikan satu bahunya. " Cakra, lo cari tau apa bit*h itu terluka apa tidak, kalau ada lo bawa aja ke uks," ujar Altar dan kembali melanjutkan langkanya, dengan tangan kanannya berada dipinggang sang istri.


"Ciee khawatir," sindir Aisha.


"Maksud kamu?" tanya Altar.


"Ga ada, apa apa!"


"Hey kakak cuman memastikan sayang, kakak takut terjadi apa apa kedia, kakak yang menanggung nya," ujar Altar yang tau apa maksud istrinya.


Aisha hanya tersenyum, lalu mengangguk, dia suka dengan cara perucapan Altar saat ini


"Beberapa kali gue bilang ke lo, jangan ganggu Altar maupun Aisha!" ketus Cakra. Pria itu memperbaiki rambut Ilona yang tadi berantakan, karena ulah Altar.


"Gue masih bisa ngambil Altar dari cewek sok suci itu," batin Ilona tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2