Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy suami ku [Bab 33]


__ADS_3

"Harum banget sih," ujar Altar memeluk Aisha dari belakang, yang sedang bercermin.


Air yang membasahi badan kekar Altar karena habis selesai mandi.


"Ih kak Altar awas ih!" pinta Aisha pada Altar.


"Biarin gini aja bentar," ujar Altar, menutup matanya sambil menaro kepalanya di bahu Aisha.


Aisha hanya bisa pasrah. Dia mengibas ngibaskan rambut Altar yang basa.


"Sana kakak pake baju," usir Aisha.


"Disini aja boleh?" tanya Altar. Sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Aisha.


"Gabisa, kakak ganti baju didalam kamar mandi sana."


"Hem, emang gabisa disini apa?" ketus Altar, semakin menggoda Aisha.


"Gabisa kak Altar ih," jawab Aisha. "Cepat kak Altar, katanya mau ajak Ais jalan jalan!"


Altar melepaskan pelukannya ditubuh sang istri. Dia mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Aisha, dan kembali masuk kedalam kamar mandi untuk memakai pakaian.


Aisha hanya menggeleng. Dia pun membuka lemari mencari baju gamis yang dia akan pake, sudah tiga gamis dia keluarkan dari dalam lemari, namun tidak ada yang dia suka. Pada akhirnya dia mendengus kesal lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah ditekuk.


Altar yang yang baru keluar dari kamar mandi menatap heran kearah Aisha yang kelihatan kesal, dia pun menghampiri istrinya yang wajahnya yang dia tekuk.


"Kenapa?" tanya Altar.


Aisha menoleh kearah suaminya yang ikut duduk ditepi ranjang sambil menghadap kearahnya. Suaminya itu sangat tampan, memakai kaos ablot berwarna putih, celana jeans, dan rambut yang acak acak kan yang belum kering dan tersisir.

__ADS_1


"Ais ga dapat baju yang bagus kak Altar," jawabnya


Altar menoleh kearah kasur melihat gamis gamis istrinya. Altar tersenyum, dia menarik gamis berwarna putih, di lengan tanganya ada motif bunga bunga.


"Pake yang ini, kakak suka," ujar Altar, memperlihatkan gamis itu pada istrinya.


"Kakak sukanya yang itu?" tanya Aisha, dan hanya diangguki oleh Altar.


"Terus hijabnya yang mana?" tanya nya lagi. Altar berdiri lalu membuka lemari dan memilih kerudung segi empat berwarna coklat milo, yang cocok dipake istrinya.


"Pake ini."


Aisha hanya tersenyum. Entah, Aisha menyukai pilihan suaminya itu.


"Ok kakak, Ais bakal make ini."


Aisha berjalan masuk kedalam kamar mandi. dan beberap saat dia pun keluar.


"Kak Altar tolong ikat cadar Ais dari belakang," pinta Aisha, dan menjulurkan cadar berwarna coklat milo yang sama dengan warna kerudungnya.


Altar mengambil cadar itu lalu menyuruh Aisha berbalik badan. Aisha pun hanya menurut.


"Jangan di ikat mati ya kak Altar, nanti susah lepasnya," peringat Aisha. Membuat Altar berdehem.


"Makasih kak Altar," ujar Aisha disaat Altar telah selesai mengingkatnya.


"Iya," balas Altar. "Coba biar gue yang pasangkan kerudung ini!" pinta Altar.


"Kak Altar bisa?" tanya Aisha, dan membuat Altar hanya mengangguk.

__ADS_1


"Gue udah lihat tutorialnya di yutub tadi, jadi gue mau praktekin ke lo," ujar Altar. Aisha hanya bisa menepuk jidatnya dan menurut saja.


Setelah memakaikan kerudung ke Aisha. Altar memutar mutar badan istrinya.


"Ok bagus," gumam Altar. Dia menatap kecermin agar Aisha juga melihat hasilnya. "Cantik ga?" tanya nya.


Aisha berbinar disaat melihat hasil yang dilakukan Altar, sangat sangat bagus dan rapi, ternyata dugaannya salah.


"Makasih kak Altar," ujar Aisha menatap suaminya.


Altar memajukan wajahnya. "Gue minta cium! Ini semua ga gratis, didunia ini ga ada yang gratis," ucap Altar, sambil menaik turunkan alisnya.


Aisha hanya mendengus kesal pada Altar. " Hem gamau kak Altar," balas Aisha.


"Harus ih, dosa tau nolak keinginan suami," ujar Altar.


"Kak Altar mah senjatanya itu itu mulu, Aisha kan gabisa nolak," ketus Aisha memayunkan bibirnya.


Altar hanya tersenyum nakal. Altar mendudukan Aisha diatas nakas.


"Boleh iya?Bentar aja," izin Altar.


Aisha hanya mengangguk bata bata. Altar pun menorobos bibir istrinya dan menautnya.


"eahmmm..," keluh Aisha memegang bahu Altar. Altar pun memegang tengkuk leher istrinya.


Aisha dengan perlahan membalas ciuman Altar. Mereka pun saling menautkan.


Tiba tiba suara ketukan pintu membuat aktivitas suami istri itu terhenti.

__ADS_1


"Bangsad," umpat Altar, memberhentikan ciumannya dengan sang istri.


__ADS_2