Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Diranjang yang sama.


__ADS_3

"APA?" Aisha melototkan mata nya. Disaat mendengar ucapan Altar.


"Apasih?"


"Maksud kakak, kakak mau cium Ais gitu?" tanya Aisha.


"Gue bercanda, tapi kalau lo mau gapapa sih!" Altar menaika turunkan alisnya.


Aisha pun refleks memukul lengan Altar. "Ga!"


"Kenapa? Kan udah halal," balas Altar nakal. Maksud Altar seperti itu ingin melihat istrinya kesal namun tiba tiba saja Aisha menangis.


Altar yang melihat itu langsung panik. Dia pun bangun dari tidur dipaha Aisha.


"Lo kenapa? Gue ngucap salah? Gue minta maaf!" ujar Altar melepas mukena yang dipake Aisha.


"Aku takut!" sahut Aisha sesengukan.


Altar memeluk Aisha sambil mengelus elus bahu istri nya berharap Aisha terdiam.


"Takut kenapa?" tanya Altar.


"Dicium sama kakak! Kata mbak Karla kalau kita di cium sama lawan jenis nanti hamil. Kalau Aisha hamil gimana?"


Mendengar perkataam Aisha, Altar seakan melayang. Selain dodol istri nya juga polos.


"Gapapa kan gue suami lo!"


"Gamau! Aisya masih sekolah. Aisha gamau hamil nanti teman teman disekolah hina Aisha tau!" ujar nya. Membuat Altar ingin sekali mengarungi istri nya itu.

__ADS_1


"Aisha! Lo hamil kalau kita berhubungan intim, berhubungan suami istri. Kalau gue cuman cium lo, lo gabakal hamil!" jelas Altar.


Aisha medengok kearah Altar. " Emang iya?" tanya Aisha dengan wajah gemess nya yang tidak sengaja dia perlihatkan pada Altar.


Altar hanya mengangguk. " Gue juga ga mau cium lo!"


"Kenapa?" tanya Aisha.


"Lo jelek!" jawab Altar. Membuat Aisha mendengus kesal.


Tiba tiba Altar menggendong Aisha kekasur. Aisha yang digendong pun merasa bingung.


"Kenapa?"


"Lo nanya mulu! Iya jelas gue mau lanjutin kesepakatan kita!" ujar Altar kembali merebahkan kepala nya di paha Aisha. "Puk puk gue Sha!" pinta Altar.


Aisha pun menuruti permintaan suami nya. Dia usap usap dengan lembut surai Altar.


Aisha memejamkan sebentar mata nya lalu dia membuka nya kembali. " Kenapa kak Altar pengen banget denger aku shalawat?" tanya Aisha.


"Gue mau dengar suara lo memang jelek atau ada bagus nya sedikit!" jawab nya Altar.


Aisha menarik nafas dalam dalam lalu membuang nya kembali. "Mitsla husnik ma ro-aina, qotthu ya wajhas-sururi"


^^^Belum pernah aku lihat keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang.^^^


Aisha kembali menarik nafas lalu membuang nya. " Asyroqol badru ‘alaina, fakhtafat minhul buduru"


^^^Bulan purnama telah terbit menyinari kami, Pudarlah purnama purnama lainnya.^^^

__ADS_1


"Mitsla husnik ma ro-aina, qotthu ya wajhas-sururi."


^^^Belum pernah aku lihat keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang.^^^


"Anta syamsun anta badrun, anta nûrun fauqo nûrin." Suara Aisha benar benar membuat Altar terlena.


^^^Engkau bagai matahari, engkau bagai bulan purnama, engkau cahaya di atas cahaya.^^^


"Anta iksîrun wa ghôlî, anta mishbâhush-shudûri".


Engkau bagaikan emas. murni yang mahal harganya, Engkaulah pelita hati.


"Yâ habîbî yâ Muhammad, yâ ‘arûsal-khôfiqoini."


Wahai kekasihku, wahai Muhammad, wahai pengantin tanah timur dan barat (sedunia).


Aisha tidak melanjutkan lagi shalawat nya. Dia melihat Altar yang sudah terlelap. Tidur menghadap kearah perut nya, tangan kekar nya memeluk pinggang ramping Ausha. Seorang badboy tapi wajah nya sangat lucu dimata Aisha.


"Ganteng banget suami aku!" lirih Aisha, yang masih mengusap surai Altar dengan sangat lembut.


"Lo juga cantik Aisha! Sangat cantik. Lo bidadari yang dikirimkan Allah untukku."


Antara Altar ngigau atau memang sadar ngucapin nya, itu membuat Aisha bullsing.


"Gue beruntung dapatin lo! Lo milik gue, Altar Calvin Geutama milik lo juga! Lo milik gue dan gue milik lo seutuh nya. Hanya lo satu satu nya wanita yang bisa membuat hati gue perlahan lahan mulai luluh," ngigau Altar.


Aisha benar benar baper dengan ucapan Altar barusan, walaupun ngigau tetap saja mungkin itu kalimat terpandam Altar untuk nya.


Aisha memperbaiki tidur Altar di bantal, tidak lupa memberinya selimut.

__ADS_1


Saat hendak beranjak dari sana, Altar menarik tangan nya. Sehingga tertidur didekapan suami nya, berusaha melepaskan namun tidak bisa.


Dan akhirnya mereka sama sama terlelap diranjang yang sama.


__ADS_2