Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ part 49


__ADS_3

Setelah melakukan percintaan semalaman, kini kedua pasangan tersebut masih belum juga bangun dari tidurnya. Posisi Atlanta kini terlantang seraya memeluk pinggang istrinya.


Karena matahari menyilaui matanya, Leana membuka matanya. Sial! Badannya seakan patah semua, sudah tak bisa digerakkan sedikit pun, dia menoleh ke samping melihat suaminya yang masih terlelap.


Leana menyingkirkan tangan Atlanta. Lalu membangunkan laki-laki tersebut untuk menggendongnya ke kamar mandi.


"Atlan, ayo bangun sayang aku mau mandi," ucap Leana merengek seperti bocah. Leana mencium pipi serta hidung mancung Atlanta membuat laki-laki tersebut menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


"Huek..."


Mendengar istrinya ingin muntah, Atlanta langsung bangun dan menggending wanitanya ke kamar mandi tanpa menggunakan busana sedikit pun.


"Huek.."


Leana muntah dan mengeluarkan cairan bening, karena sejak malam dia juga muntah saat sedang asik bermain dengan sang suami, semua makanannya keluar.


Atlanta langsung mencium pucuk kepala istrinya. Leana pun kembali muntah membuat Atlanta Langsung memeluknya dengan erat.


"Kita ke dokter, iya?" tanya Atlanta.


"Enggak mau!"


"Kenapa enggak mau?" tanya Atlan.


"Enggak suka bau rumah sakit," jawab Leana.


"Ya sudah kamu makan dulu biar aku cariin kamu obat di apotek."


"Jangan kamu! Kamu di sini aja!" perintah Leana merentangkan tangannya, meminta untuk digendong. Atlanta yang pekaan pun langsung menggendongnya.


"Aku suruh maid," jawab Atlanta. "Tapi kita mandi dulu, badan kita lengket.


Leana menganggukan kepalanya.Tanpa menurunkannya dari gendongan, Atlanta mengisi bathub dengan air hanget, karena memang di Korea sedang musim dingin.


Setelah mengisi bathub sampai penuh, perlahan Atlanra menurunkan Leana ke bathub tersebut lalu setelahnya dia ikut masuk.


Leana merentangkan tangannya, Atlanra pun langsung menariknya ke dalam pelukan. Itulah sebabnya kenapa kalau pasangan sedang mandi berdua akan lama, karena bermesraan dulu sebelum mandi.


Sekitaran beberapa menit, mereka telah selesai membersihkan diri. Leana masih nempol di tubuh Atlanta layaknya tokek.

__ADS_1


"Mau makan, sayang?" tanya Atlanta.


"Kimchi," jawab Leana membuat Atlanta mengheleng cepat.


"Tidak, kimchi pedas!"


Leana mengerucut kan bibirnya, tapi menurut untuk mengganti makanannya.


"Ya udah, terserah kamu saja. Yang sama kaya kamu," ucao Leana membuat Atlanta menyuruh maid untuk membeli makanan dam sekalian obat.


"Besok kita kembali ke Indonesia, iya?" tanya Atlanta membuat Leana menganggukan kepalanya, sudah empat hari di sana.


"Tapi Lea mau jalan-jalan dulu boleh, sayang?" tanya Leana dengan manja.


"Boleh, kita ke museum?"


Akhirnya mereka ke musium terkenal di kota Seoul, meseum yang bernama national folk museum.


Museum Rakyat Nasional Korea atau National Folk Museum of Korea (국립민속박물관) adalah sebuah museum yang terletak di halaman Istana Gyeongbok, Seoul, Korea Selatan. Museum ini mengkoleksi sebanyak 2.240 artefak dan alat-alat yang digunakan oleh masyarakat Korea pada masa lalu sampai sekarang. Bangunan museum ini didesain mengikuti arsitektur bangunan-bangunan kuil Buddha terkenal di Korea. Misalnya, bagian depan museum dirancang menyerupai dua buah jembatan batu di Kuil Bulguk, dan bagian utama bangunan adalah pagoda kayu lima tingkat yang menyerupai Aula Palsang di Kuil Beopju. Sayap bangunan di sebelah timur mengikuti desain Aula Mireuk di Kuil Geumsan dan sayap barat menyerupai Aula Gakhwang di Kuil Hwaeom. Pengatahuan dari google.


Jadi di korea bukan hanya tentang kpop, drama, tapi ada juga bebagai sejarah-sejarah serta keseruhannya loh. Terutama museum national folk meseum.


Jadi yang ma liburan bersama keluarga atau honeymoon. Sebaiknya datang ke Seoul aja deh. Di jamin senang, ini juga salah satu kota impian author!


Atlanta tersenyum, dia mendekati sang istri lalu menyium pipinya dengan lembut membuat Leana membalasnya.


Untungnya Leana maupun Atlanta menguasai bahasa korea, jadi bisa mengobrol maupun meminta tolong kepada warga di sana. Saat ini Leana meminta tolong untuk di fotokan dengan suaminya.


"Gamsahabnida," ucap Leana dengan senyuman.


"Nee."


"Orangnya baik-baik banget lagi, pada cantik dan juga gantengnya," puji Leana. Serasa dia ingin terus-terusan di Korea, tapi dia ingat akan negara asal.


"Sayang ayo beli kebab," ajak Leana menarik tangan Atlanta saat melihat tukang penjual kebab.


"Banyak banget, sayang," ucap Atlanta saat melihat istrinya yang ingin membeli kebab lima. Bukannya dia tidak membelikannya, tapi Atlanta takut Leana akan tidak menghabiskan dan ujung-ujungnya dibuang.


"Kamu enggak mau ngasih ini ke aku? Kamu udah mulai pelit?" tanya Leana. Untungnya sang penjual tidak tahu akan bahasa mereka.

__ADS_1


"Bukan begitu, sayang, t-"


"Enggak usah di bayar, aku bayar sendiri!" Leana memberikan duitnya ke tukang keban tersebut, lalu mengambil lima bungkus kebab di tangannya.


Atlanta menghela napas panjang lalu berlari untuk mengikut kemana istrinya pergi.


"Sayang jelasin oenjelasan aku dulu, dong."


Leana berbalik badan, lalu berkacak pinggang. "Ya aku tahu makan aku, dan pengeluaran aku di sini udah banyak, tapi bilang aja kalau udah enggak mau di bayarin biar aku aja yang bayarin diriku sendiri. Beli tiket pesawat pun biar aku bayar sendiri," ucap Leana. "Kamu udah enggak sayang aku lagi, nanti aku kasih tahu bunda kalau kamu udah enggak sayang sama aku!"


Wanita tersebut berlari pergi dengan keadaan menangis. Atlanta pun berusahs mengejar istrinya, di perjalanan dia berhenti saat di tahan oleh seseorang.


"Halo, Ta. Apa kabar?" tanya seorang wanita.


"Davina," gumam Atlanta.


"Kenapa? Istrinya ngambek, iya? Susahkan punya istri manjaan ke dia, dulu waktu kita bersama aku enggak kaya gitu banget, deh."


Atlanta memutar bola matanya malas. Dia ingin pergi dari sana. Namun, tiba-tiba saja Davina meringis membuatnya menoleh.


"Aduh," pekik gadis tersebut. "heels aku patah."


Atlanta memundurkan langkahnya, ingin meninggalkannya, tapi dia kasihan dengan gadis tersebut harus tak memakai sepatu hak tingginya.


"Nyusahin," ketus Atlanta. Untungnya dia memegang heels istrinya, karena wanita tersebut merasa pegal menggunakan sepatu hak tinggi. Akhirnya Atlanta beliin yang baru dan yang lama dia yang memegang.


"Ambil yang ini!"


"Dih masa aku dikasih bekasnya!"


"Ya sudah kalau enggak mau." Atlanta menunduk dan ingin mengambil kembali sepatu tersebut.


Davina menoleh dan melihat Leana memperhatikan mereka dari jauh. Davina pun tersenyjm licik dan memanfaatkan setuasi. Dia sengaja menarik kerah kaos Atlanta sehingga Atlanta spontan mencium bibir Davina.


Leana yang melihatnya mengepal tangannya. Merasa sangat kesal bercampur cemburu. Wanita itu menghentakan kakinya lalu pergi di sana, hatinya sangat sakit melihat itu semua.


Sedangkan Atlanra spontan langsung mendorong tubuh Davina ke belakang.


"Enggak usah nyari kesempatan, sialan."

__ADS_1


"Lah bukannya kamu yang modus buat nyium bibir aku? Kamu kangen dengan hal itukah Atlanta? Apakah bibir istrimu tidak semanis bibirku?"


__ADS_2