Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 70•


__ADS_3

"Lihat vid yang semalam, makin ngaceng," ujar Evan.


Vier menelan roti tawarnya. "Lo kirimin noh vid ke bu ketua?" tanya Vier.


Evan mengangguk.


"Terus-terus dia balas apa?" tanya Vier.


"Ok doang."


Vier manggut-manggut, dirinya saat ini sedang berada di rumah Evan, dia sangat malas pulang di rumahnya yang sunyi alah kuburan.


Bundanya terus saja keluar negri mengurus pekerjaan, Vier hanya mempunyai Ibu.


Ayah? Kata Bunda Vier, dia tidak mempunyai ayah, Vier dari kecil tidak pernah merasakan apa itu sosok ayah.


Di saat dirinya ke rumah salah satu temannya. Vier sangat merasa iri melihat kelengkapan keluarganya.


Selain tidak memiliki ayah, Vier pun tidak merasakan luang waktu bersama bundanya yang hanya sibuk kerja dan kerja, membuat lelaki itu kesepian, menghibur diri dengan menjadi pelawak.


Untungnya orang tua Evan selalu menyuruhnya untuk menemani Evan di rumah agar tidak sendiri, Evan seorang anak tunggal.


Kembali ke topik utama.


"Eh, semalam lo bilang mau ngomong sesuatu yang penting, apa itu?" tanya Evan.


Vier yang sedang meminum susu seketika keselek.


"Pelan-plan njir, kaya gue nanya kapan nikah aja," ketus Evan menepuk-menepuk belakang Vier. "Jadi apa?" tanya Evan.


"A-nu itu, apa ya, bentar aja deh," balasnya nyengir.


Evan aja mencibik.


"Ke markas kuy," sela Vier mengajak.

__ADS_1


"Ke rumah Altar aja, gue mau lihat tu orang," ujar Evan.


"Yaudah, telfon Kendra dan Cakra suruh nyusul," celetuk Vier.


"Asiap." Evan menaikan jempolnya dan mulai menelfon Kendra dan Cakra.


"Anjir baru bangun lo?" sahut Evan saat panggilan Video tersambung.


"Diam deh lo, gue di suruh tidur di luar sama emak," kata Cakra di seberang sana.


Vier nongol di belakang Evan.


"Lah, lo pagi-pagi gini udah ada di rumah Evan aja," timpal Cakra mencuci mukanya.


"Pala bapak kau pagi-pagi, udah setengah sepuluh mas," ketus Vier.


"Ngapain nelfon?" tanya Kendra di saat dia bergabung di panggilan.


"Ya nih, orang enak-enak tidur walaupun tidurnya di posko depan rumah," ketus Cakra melap wajahnya menggunakan haduk.


"Kasian," ujar mereka kompak.


"Kalian mau gak sih ke rumah Altar? Tadi gue dapat notif dari Aisha, Dia nanya Altar kalau udah minum-minum kelakuannya memang agak aneh gitu?" sahut Kendra.


Mereka bertiga melengok. "Maskud ente, anehnya gimana?" tanya Vier.


"Njir, entah apa perubahan anak itu," ujar Cakra.


"Dah, kebetulan gue telfon kalian sebenarnya ngajak ke rumah Altar, jadi langsung gass aja," ujar Evan, mematikan sambungan video.


*************


Ting tong.


Suara bel berbunyi membuat sepasang suami istri yang sedang melakukan hubungan int*m, terganggu.

__ADS_1


Setelah lama membujuk sang suami, akhirnya suami Aisha berhasil di bujuk dengan cara di beri hem-hem.


"Siapa sih," gerutuk Altar menghentikan aksinya dan memakai pakaian.


"Kak Altar," rengek Aisha, merasa nanggung.


"Lanjut bentar malam aja," jawab Altar, mencium kening Aisha agak lama.


"Kan ada Bik Indah!"


"Kamu lupa? Bik Indah pulang ke kontranya karena keponakannya datang," jelas Altar.


Aisha hanya menghela nafas lalu mengangguk.


Altar pun turun kelantai bawah untuk membuka pintu, dengan rambut acak-acakan bahkan celananya kebalik.


"Nih tamu, gak sabaran apa ya? Bunyiin bel mulu, gak tau aja ganggu orang bikin simba," gerutuk Altar, mengambil sapu di balik pintu.


Dia mengintip di lobang kecil, sengaja dia pasang agar istrinya bisa waspada saat ada yang membunyikan bel.


"Uuuh bangs*d," teriak Altar memukul tepat wajah seseorang yang ada di balik pintu.


Vier meringis saat kepalanya di pukul pake sapu.


"Lah, benar kata bu ketua, dia langsung berubah menjadi kakaknya Spongebob," bisik Kendra.


"Upin-ipin, ken."


Kendra hanya beroh saja.


"Ngapain lo pada datang?" tanya Altar.


"Tar, lo di apain bu ketua? Sampai bentukan lo gini amat," bisik Cakra di telinga sahabatnya.


Altar mendengus kesal. Memukul kepala temannya satu persatu menggunakan sapu.

__ADS_1


__ADS_2