Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ part 32


__ADS_3

Walaupun di tolak oleh sang anak. Mahendra tetap menyuruh suruhannya untuk mencari menantunya. Mahendra sedari dulu tak suka dengan Leana. Namun, dia tidak pernah untuk melakukan hal buruk dengan Leana, apalagi saat ini Lena tengah mangandung cucunya. Mana mungkin dia mencelakainya?


"Saya ingin kalian mencari menantu saya secepat mungkin, pastikan menantu dan cucu saya baik-baik saja!" perintah Mahendra membuat beberapa orang suruhannya menganggukan kepalanya paham.


Mereka pun pergi dari hadapan Mahendra untuk mencari Leana tanpa sepengetahuan Atlanta. Agar laki-laki tersebut tidak menolak bantuan.


Sedangkan di lain sisi, ada Leana yang memang diperlakukan dengan baik oleh Mahesa. Kini Mahesa sudah melepaskannya, tapi Mahesa tidak membiarkan wanita itu pergi.


"Biarkan aku pergi Mahesa, Atlanta pasti khawatir mencariku," ucap Leana memohon. "Kamu tahukan, aku sedang mengandung anaknya?"


"Gue tahu, gue akan membuat kasus bahwa lo sudah meninggal. Dan lo bisa gue bawa pergi, kita akan hidup bersama Leana. Tak perlu peduli akan anak yang lo kandung gue yang akan mengganti Atlanta menjadi ayahnya. Besok gue akan membawamu pergi dari Indonesia kita akan hidup bersama di negara jepang."


"Bodoh, kamu gila Mahesa. Kamu tidak nyadar kalau kamu sudah gila? Kamu menusuk temanmu dari belakang. Entah gimana kecewanya Atlan setelah mengatahui niat busukmu," jelas Leana.


"Tidak ada yang akan mengetahuinya, jika kamu tidak lepas dari genggaman ku, sayang." Mahesa memegang dagu Leana membuat Leana membalikan wajahnya.

__ADS_1


"Kamu gila Mahesa."


"Iya gue gila, karenamu," jawab Mahesa. "Sekarang makanlah, gue enggak mau lo kenapa-napa."


"Enggak mau, aku mau ketemu dengan suamiku," tolak Leana membuat Mahesa geram dan menyuapinya dengan sangat kasar membuat Leana menintihkan matanya.


"Maaf, lo buat gue emosi, Leana." Mahesa langsung melap bibir Leana yang mengeluarkan darah karena perbuatannya yang sangat kasar menyuapinya.


Leana mengunyah makanan yang diberikan Mahesa. Dia harus makan demi bayi yang ada dalam kandungannya.


"Gue boleh membantu lo, tapi permintaan lo tidak ada sangkutannya untuk kabur dariku."


Leana menggelengkan kepalanya. Saat ini dia cape untuk kabur. Dia yakin suaminya akan datang untuk menyelamatkan dirinya, jadi dia tidak perlu khawatir.


"Aku mau memeriksa kandunganku, tadi aku pendarahan. Aku takut aku kehilangan bayiku," ucap Leana.

__ADS_1


"Baik gue bakal nelfon dokter buat datang ke sini untuk memeriksa lo," jawab Mahesa membuka ponselnya lalu menelfon dokter kepercayaannya.


Beberapa saat kemudian dokter datang dengan membawa alat-alat periksa untuk memeriksa keadaan Leana.


"Gimana dokter, anak aku baik-baik ajakan di dalam di sini?" tanya Leana mengusao perut ratanya.


"Hem... Kandungannya lemah, tapi masih ada kesempatan, bayi yang di dalam baik-baik saja, hanya lemah. Maka sebab itu, ibu harus istirahat dan tidak untuk melakukan hal yang membuat ibu capek."


"Baik dokter, terima kasih." Leana bernapas lega, dia mengusap perutnya. "Makasih iya, kamu udah bertahan demi mama. Kita sama-sama berusaha ya sayang buat terlepas dari sekapan om Mahesa terus kita ketemu sama papa," batin Leana.


"Kalau begitu, saya pamit tuan Mahesa, dan bu Leana."Setelah mengatakan itu dokter tersebut pergi dari sana.


Mahesa pun kembali duduk di tepi ranjang, di mana Leana berbaring dengan keadaan lemah. Jujur sakit hatinya melihat orang yang sangat dia sayangi seperti ini karenanya, tapi jika dia tidak nekat dia tidak akan dapat memiliki Leana seutuhnya. Dia menjadi jahat seperti ini demi memiliki Leana, dia mengkhinati sahabatnya demi Leana.


"Maaf Atlanta, tapi gue enggak mau jika lo yang memiliki Leana. Dari awal Leana adalah milikku. Lo hanya pendatang yang tiba-tiba saja merampas yang gue miliki. Cukup kekuasaan lo miliki dalam geng motor gue, tapi soal Leana gue enggak bisa. Leana hanya milik gue, jika Leana tidak bisa menjadi milikku maka tidak juga denganmu."

__ADS_1


"Jujur lo sahabat yang baik, Lan, tapi kenapa selalu saja kau yang menang bukan gue!"


__ADS_2