Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlan~ Part 14


__ADS_3

Bunda Karen sudah menyiapkan rumah untuk mereka berdua, ini bukan uang darinya, tapi murni dari tabungan Atlanta dari pengasilan cafenya yang berkembanh pesat.


Menurut keluarga Atlanta rumah itu hanya sederhana, tapi menurut Leana itu sudah lebih dari cukup dan sangat luas dan mewah. Tinggal di rumah itu hanya dua orang saja sudah lebih dari cukup.


"Gimana bagus, gak?" tanya Atlanta.


Leana langsung mengangguk, dan tersenyum manis kepada Atlanta. Atlanta pun mendekatinya. Senyuman manis kembali terbit di bibir gadis itu.


Namun, semuanya dusta di saat Atlanta melewatinya. Leana pun menoleh ke belakang, dan langsung terkejut. Ternyata di sana bukan hanya ada dirinya dan Atlanta, tapi ada satu orang lagi.


Atlanta memeluk dengan mesra wanita tersebut, membuat hati Leana sangat sakit. Melihat suami sendiri seperti ini siapa yang tak sakit hati?


"Atlanta, dia siapa?" tanya Leana membuat mereke menoleh secara bersamaan.


Wanita menggandeng lengan Atlanta dengan manja dan mendekati Leana. Wanita tersebut mengulurkan tangannya kepada Leana.


"Kenalin saya Davina, kekasih Atlan," ucap wanita yang bernama Davina. Wanita itu mendongak ke atas menatap wajah tampan Atlanta.

__ADS_1


Atlanta tersenyum devil, dan mencium jemari lentik wanita yang menjadi kekasihnya itu. Hal itu membuat hati Leana sakit banget, hatinya seakan di hantam beribu-ribu panah.


Orang yang dia kira sangat mencintainya, ternyata tega mengkhianatinya.


Leana mencoba tersenyum tipis. Tanpa disangka dia membalas uluran tangan Davina.


"Salam kenal Leana istri sah Atlan," balas Leana tersenyum menatap keduanya.


"Maaf menyela, boleh saya tanya di mana kamar kita, Atlan?" tanya Leana.


"Kamar kita? Lo bilang kamar kita? Najis gue sekamar sama jal*ng kaya lo," jawab Atlanta membuat Leana sakit hati mendengarnya.


Leana hanya menghela napas panjang, walaupun rasanya sakit tapi dia harus mencoba menahannya.


"Jadi di mana aku harus tidur, Atlan?" tanya Leana lagi.


"Di sana, kamar tamu. Lo hanya tamu di sini, atau tepatnya seorang penumpang," jawab Atlanta.

__ADS_1


Tanpa membalas ucapan Atlanta lagi, Leana mendorong kopernya untuk menuju kamar tamu. Namun, langkahnya berhenti kala Atlanta memanggilnya.


"Tolong dong, bawa koper ini ke kamar gue, gue mau keluar dulu sama pacarku!" perintah Atlanta melempar mendorong kopernya ke arah Leana lalu berbalik badan keluar rumah bersama dengan Davina.


Kepergian mereka, Leana memukul dadanya sendiri yang merasa sangat nyerih. Tega sekali Atlanta memperlakukannya seperti ini.


"Kamu tega Atlanta, kamu ingin balas dendam kepadaku hanya hal yang tak pernahku perbuat," gumam Leana menghapus air matanya.


Dia menarik koper Atlanta dan menaroh koper itu di kamar laki-laki tersebut. Mau gimana pun Atlanta sudah jadi suaminya, sudah kewajiban istri mengikuti perintah sang suami.


Malamnya tiba, Leana memasak di dapur, memasak makanam malam untuknya dan Atlanta.


Namun, sudah jam sembilan malam, laki-laki itu tak kunjung pulang. Dan sampai jam setengah sepuluh. Bahkan, makanan yang Leana masak sudah dingin, gadis itu pun tertidur di di meja makan.


Tepat pukul sebelas malam, barulah Atlanta pulang. Dia melihat Leana sudah tertidur di meja makan dengan berbagai makanan yang mengelilinginya. Atlanta diam sesaat, dia mendekati gadis tersebut.


Saat ingin menyentuh kepala Leana, gadis itu tiba-tiba saja terbangun dan menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2