Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 24


__ADS_3

Bunda Karen menghampiri menantunya. Dia menuntut menantunya untuk menuju kamarnya.


"Kamu telat datang bulan?" tanya bunda Karen.


"Aku engak menghitung jadwal aku datang bulan bunda, jadwalnya juga gak tertentu biasa cepat biasa juga lambat."


Bunda Karen menghela napas panjang. Dia menyuruh menantunya itu berbaring di ranjang, lalu dia memeriksanya.


"Hari pertama kalian berhubungan badan?" tanya bunda Karen lagi kepada kedua pasangan tersebut.


Leana dan Atlanta saling memandang satu sama lain. Bunda Karen tersenyum melihat kedua pasangan tersebut sulit untuk menjawab pertanyaannya. Namun, masih menunggu jawabannya.


"Satu hari setelah pernikahan dan satu minggu setelah pernikahan kami, bunda." Bukan Leana yang menjawab melainkan Atlanta.


Keduanya memang berhubungan badan kedua kalinya, saat Leana memberikan kesempatan kedua untuk Atlanta. Dan setelah itu sampai sekarang belum pernah berhubungan badan lagi.


" Perkiraan kamu saja, sayang. Biasanya kamu akan datang bulan di awal, pertengahan atau akhir?" tanya bunda Karen lagi.


"Sepertinya pertengahan bulan."


"Tapi ini kamu udah awal bulan," jawab bunda Karen. Di hatinya mulai menebak-nebak jika menantunya itu sedang mengandung.

__ADS_1


"Lagian kenapa kalian sudah hampir sebulan nikah, kenapa baru dua kali berhubungan? Apakah Atlanta tidak kuat sehingga kamu tidak memberinya jatah? Apa dia udah keluar sebelum masuk?"


Atlanta memutar bola matanya jengah, mendengar tuturan pertanyaan yang di keluarkan bundanya yang sangat-sangat tak bisa di sensor.


"Bunda," pekik Atlanta. "Bunda mau meriksa kondisi Leana, atau jadi wartawan sih?" tanya Atlanta.


"Sekarang bunda langsung chek aja istriku, kenapa harus nanya-nanya segala?"


"Iya-iya, bawel banget sih. Enggak sabaran."


"Iya bunda pertanyaannya, kaya gimana gitu."


"Sayang, coba kamu pake tespeck ini."


Leana dan Atlanta saling memandang satu sama lain. Tentu saja mereka tahu fungsi benda tersebut buat apa. Leana tanpa banyak tanya langsung mengambil tespeck tersebut dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Bunda Karen menarik tangan putranya untuk duduk, Atlanta pun duduk di samping bundanya.


"Kamu setelah berhubungan, kamu keluar dari dalam atau luar?" tanya bundanya.


"Dari dalamlah, mana enak kalau keluar dari luar," jawab Atlanta enggak kalah brutalnya.

__ADS_1


Bunda Karen tersenyum lalu memberikan jempol kepada putranya.


"Good."


Mereka pun menunggu Leana untuk keluar dari kamar mandi. Sekitar beberapa menit, Leana keluar sambil memegang benda yang bernama tespeck.


"Gimana, sayang. Hasilnya?" tanya bunda Karen.


"Leana belum lihat bunda, bunda lihat sendiri aja." Leana memberikan benda tersebut pada bunda Karen, setelahnya dia beralih memeluk Atlanta.


"Gimana bunda? Cebong gue jadikan?" tanya Atlanta enggak kalah penasarannya.


Bunda Karen pun mulai mengintip benda tersebut. Napas Atlanta dan bunda Karen berhenti sesaat, dan pada akhirnya.


"Hore," teriak mereka berdua saling memeluk. Padahal Atlanta belum mengatahui garis dua atau enggak.


"Kamu kenapa meluk, bunda?" tanya bunda Karen kepada putranya. Atlanta pun langsung melepaskan pelukannya lalu kembali memeluk istrinya yang sedari tadi hanya diam.


Leana hanya diam tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Tapi dia juga tak kalah penasarannya dari sang suami.


"Gagal, Ta, gagal," ucap bunda Karen membuat Atlanta yang tadi bersemangat kini menghembuskan napas panjang.

__ADS_1


__ADS_2