Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 97•


__ADS_3

Marwa yang mendengar curhatan anaknya malah ketawa terbahak-bahak.


"Ko, ketawa sih?"


"Menantu ku, memang beda dari yang lain," seru Marwa menutup mulutnya.


Altar hanya mencibikkan bibirnya. "Bantu bujukin dong, Mah." Altar mondongak ke atas. "Altar gak bisa tidur tau kalau gak peluk dia," keluhnya.


"Emang, mama pikirin? Itukan urasan mu," ujar mamanya. "Udah deh, semangat."Marwa hendak melepaskan pelukan putranya namun Altar malah memper erat pelukannya.


"Bantu, Altar dulu!"pintanya mencium pipi sang Mama, berharap bisa luluh.


"Ck, itukan ngidam istrimu, Mama gak bisa bujuknya, berani bikin, berani juga nanggung rentangannya," decak Marwa.


"Tapi, yakali muka Altar gak mau dia lihat. Coba nih ya..." Altar melepaskan pelukannya dari mamanya, fokus curhat. "Di luar sana banyak wanita yang mau memandang wajah tampan ku setiap saat, tak akan pernah bosan ataupun muak. Tapi kenapa istri ku sendiri pengen muntah lihatnya?"


Apa yang di katakan lelaki itu ada benarnya.


Marwa menaikan satu bahunya.


Altar mendengus kesal. "Percuma ah, curhat sama Mama gak ada solusinya," ketus Altar melepaskan pelukan dari mamanya dan melipat tangannya di depan dada.


Marwa berdiri membuat Altar melirik sekilas dan kembali menekuk wajahnya.


"Babay, Mama mau vcan dulu sama papa kangen soalnya," ledek Marwa, malah membuat anaknya makin kesal.


"Sialan," umpatnya furstasi. "Ya, Allah aku bisa mati, beneran ini, mataku bisa bengkak gak tidur," keluh Altar.


Sekedar sholat ke kamar aja gak bisa, terpaksa dia sholat di musala


Jam sudah menunjukan pukul 21.45 malam. Altar masih berharap istrinya membuka kan pintu padanya.

__ADS_1


"Sayang, bukain," teriak Altar dari luar kamar. "Kakak gak bisa tidur loh tanpa meluk kamu. Perut kamu kan sering kakak elus, emang bisa tidur tanpa di elus-elus?"


Altar berusaha membujuk sang istri agar membuka pintu untuknya, sambil membawa bantal dan selimutnya.


Ceklek!


Tiba-tiba pintu terbuka membuat Altar yang hampir menyerah, langsung semangat lapang lima.


"Sayang..." Altar berlari memeluk istrinya, Aisha yang di peluk menyipit hidungnya menggunakan tangan.


"Kakak bisa masuk, tapi kakak mandi dulu. Kakak busuk bau ikan asin," jelasnya.


Altar mengangguk, akhirnya dia bisa masuk kamar


Lelaki itu bergegas membersihkan badan, barulah bisa tidur bersama sang istri.


Beberapa menit, dia telah selesai, dengan memakai baju piama yang kembarangan dengan istrinya.


"Kakak, mau ngapain?" tanya Aisha menahan tubuh suaminya.


"Mau tidur sama kamu," jawabnya.


Aisha diam sejenak, kalau di pikir-pikir kasian juga Altar harus tersiksa.


"Yaudah, kakak pake masker dan pake kacamata! Biar Ais gak bisa lihat wajah kakak!" pintanya


Altar yang ingin protes namun tak jadi karena di sela duluan oleh Aisha.


"Kalau gak mau, keluar aja!" tegas Aisha, membuat Alter menggeleng dengan cepat.


Dia buru-buru mengambil kacamata hitam dan masker.

__ADS_1


"Udah," sahut Altar. "Bisa naikan?" tanya Altar.


Aisha hanya berdehem, ia memperbaiki tempat tidur. Altar pun langsung beranjak tidur sambil memeluk istrinya.


"Kakak tersiksa banget pake masker, mending kakak tidur di kamar tamu aja," seru Aisha, mulai sweet pada suaminya tidak seperti tadi ketus mulu.


altar menggeleng. "Kakak lebih tersiksa kalau tidur di kamar tamu, sekarang kakak gak bisa tidur kalau gak meluk tubuh istri kakak," jelas Altar, menghirup dengan ratus bau khas leher istrinya.


Aisha berdehem kembali dan mulai menutup matanya, merasakan usapan halus di perutnya.


"Kakak tidurlah cepat, agar bisa bangun sholat tahajud," pesan Aisha.


"Sesudah kamu tidur, kakak bakal ikut."


Aisha berbalik badan ke arah Altar dan memeluknya.


"Ais gak mual lagi lihat kakak, jadi teruslah memakai masker gini ya!" pinta Aisha.


"Muak, sayang," keluh Altar.


Aisha tersenyum dan mulai membuka kacamata dan masker yang ketutup wajah Altar.


Aisha menahan nafas sesahan dan membuangnya, dan dia sudah tak merasa mual lagi.


"Udah?"tanya Altar.


Aisha mengangguk.


"Hore." Altar bersorak kegirangan dan langsung mencium seluruh wajah istrinya, membuat bumil itu gelihan.


"Kakak, udah," perintah Aisha menahan wajah Altar.

__ADS_1


__ADS_2