Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 22


__ADS_3

Sudah beberapa hari terakhir, Atlanta berusaha untuk meluluhkan kembali hati dingin Leana. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda kalau wanita itu akan luluh.


"Sayang," teriak Atlanta menuju kamar. Atlanta memang memaksa Leana untuk sekamar.


Atlanta sufah bersiap akan berangkat ke cafe. Namun, baru pertama kalinya dia akan memakai jas dan dia tak tahu harus memasang bagaimana dasinya.


"Apa?" tanya Leana dengan singkat masuk ke dalam kamar.


Atlanta mendekati Leana dan menyuruh wanita itu memasakan dadi untuknya. Leana pun menghela napas panjang dan memasangkan dasi kepada suaminya.


Dengan jahilnya, Atlanta memegang pinggang Leana. Dia mencium pucuk kepala istrinya membuat Leana terdiam dan membisu. Namun, Leana mencoba bersikap biasa-biasa saja, dia ingin menguji sampai mana Atlanta akan tahan dengan sikapnya yang seperti ini.


Usai memakaikan laki-laki itu dasi, Leana membersihkan tempat tidur.


"Sayang aku sudah tampan kan?" tanya Atlanta mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.


Leana menghela napas dan berusaha melepaskan pelukan Atlanta. Bukannya terlepas, Atlanta malah semakin memper eratkan pelukannya.

__ADS_1


"Atlanta, aku kesulitan tolonh lepaskan," pinta Leana merasa risih dengan sikap Atlanta.


"ATLANTA PLESS, KAMU BISA LEPAS GAK SIH? KAMU BUKANNYA MEMBUAT AKU TERTARIK SAMA KAMU, TAPI MALAH MEMBUAT AKU MUAK DENGAN SIKAPMU INI. RISIH TAHU, ENGGAK!" bentak Leana sehingga Atlanta langsung melepaskan pelukannya.


Atlanta menunduk, merasa bersalah dan merasa perjuangannya hanya sia-sia saja. Ternyata apa yang dia buat untuk meluluhkan sang istri malah membuat Leana tak nyaman.


"Maaf, maaf aku tidak tahu kalau kamu risih dengan hal ini. Aku akan mengubahnya, dan tidak mengulanginya lagi," ucap Atlanta tersenyum tipis. Dia berbalik untuk mengambil ponselnya. "Aku pamit untuk berangkat, kamu baik-baik di rumah, jangan buka kan pintu ke sembarangan orang. Selagi kamu tidak mengatahuinya maka jangan di buka, ok?" tanya Atlanta memperingati, dia mencium kening Leana singkat.


Leana pun mencium punggung tangan Atlanta sebelum pergi dari rumah. Padahal laki-laki itu belum sarapan sebelum berangkat.


"Apa yang kulakukan tadi? Tadi aku udah keterlaluan?" tanya Leana pada dirinya sendiri.


Malamnya tiba, Atlanta pulang dia membawa makanan dari luar, karena Leana sudah mengabarinya kalau dia tidak akan membuat makanan.


"Assalamualaikum," ucap Atlanta sebelum masuk ke dalam rumah.


"Walaikumsslam," balas Leana yang berada dalam rumah.

__ADS_1


Atlanta tersenyum kepada istrinya, sebelum mendekati sang istri. Atlanta lebih dulu menuju dapur untuk menyimpan paperbang yang dia bawa lalu mencuci tangan dan menuju istrinya.


"Bentar iya, mau bersih-bersih dulu sebelum kita makan malam." Setelah mengatakan itu Atlanta berlari ke kamar untuk membersihkan diri lalu kembali lagi ke dapur di mana Leana sudah menyiapkan makanan itu ke piring.


Atlanta mengambil ahli istrinya yang ingin mengangkat makanan itu ke meja.


"Biar aku aja, kamu duduk aja," ucap Atlanta tersenyum seraya menyimpan mangkok berisi sup panas di meja.


Sebelum makan, Atlanta mendekati Leana dan mengikat rambut istrinya agar leluasa untuk makan dan tidak terhalangi oleh rambutnya.


"Ayo makan, kamu pasti lapar karena menungguku pulang," ujar Atlanta. "Maaf aku lupa bahwa stok bahan-bahan untuk masak sudah habis. Besok kita ke pasar atau supermarket untuk membelinya," ucap Atlanta memperhatikan istrinya makan.


Sekali-kali dia akan melap bibir istrinya yang kotor karena kecap, hal tersebut mampu membuat Leana terpaku.


"Kenapa enggak makan? Jika hanya dilihati tidak akan kenyang," ucap Leana saat Atlanta tidak menyentuh makanan yang berada di depannya melainkan hanya memandag Leana.


"Melihatmu makan dengan lahap sudah membuat rasa laparku sudah mulai berkurang," ucap Atlanta ada benarnya, tadi dia begitu lapar. Namun, saat sampai di rumah dan melihat istrinya seakan rasa lapar yang dia rasakan langsung hilang.

__ADS_1


"Enggak usah ngadi-ngadi, makan nanti sakit perut. Kalau sakit aku yang repot, bangun tengah malam untuk menghaluskan obat untuk kau minum," omel Leana menyuapi Atlanta.


__ADS_2