Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •chapter 55•


__ADS_3

Altar keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas lutut, dia mendekati istrinya yang tertidur.


Altar sangat tau tidur istrinya tak nyenyak dan selalu gelisah.


Pria itu duduk di tepi ranjang. "Kasian, istri gue," gumam Altar, membelai rambut Aisha.


"Kak Altar." Tiba tiba Aisha membuka matanya, membuat Altar tersenyum.


"Ganggu ya? Maaf," ucap Altar.


"Kak Altar," panggil Aisha, memegang tangan suaminya.


"Kenapa?" tanya Altar.


Dengan wajah yang memerah. "Hadiah yang Ais mau kasih ke kakak, adalah...." Aisha menjeda kalimatnya, lalu berbalik ke arah lain karena wajahnya memerah.


"Apa itu?" tanya Altar.


"A-nu, Ais sudah siap menjalankan kewajiban sebagai istri kakak, kakak boleh meminta hak kakak, ayo kita jalankan sunnah rasul," jelas Aisha.


Altar tersenyum lalu mendekati istrinya. "Jangan di paksa sayang, kalau kamu belum siap kakak gak akan melakukannya," ujar Altar.


Aisha menoleh ke arah Altar. "Aisha sudah siap, cepat atau lambatnya, Ais juga akan memberikannya pada kakak."


"Apa, kamu yakin?" tanya Altar memastikan, dan Aisha hanya mengangguk.


"Aisha yakin," jawab Aisha.


Alter tersenyum, lalu menindurkan Aisha di kasur. "Kakak tanya sekali lagi, apa kamu sudah yakin?"


"Iya, kak Altar!"


Altar hendak berdiri, namun lengannya di tarik oleh Aisha, sehingga Altar jatuh di atasnya.


"Bentar sayang! Kakak mau pakai pengaman, kamu pasti belum siap mempunyai dedek kan?"


"Jangan kak Altar, gak apa-apa kalau aku hamil. Anak adalah pemberian dari Allah kita harus menerimanya," jelas Aisha tersenyum.

__ADS_1


Altar membalas senyuman Aisha, dan langsung menyambar bibir Aisha dan memagutnya.


Aisha bingung kenapa suaminya berhenti. "Eh, kenapa kak Altar?" tanya Aisha.


"Kamu udah gak sabaran?" goda Altar, membuat Aisha membalikan wajahnya ke arah lain.


"Aku baca do'a sebelum melakukan hubungan intim dulu, sayang," ujar Altar.


"Emang hafal?" tanya Aisha, dan di angguki oleh Altar.


"Hafal, kakak sudah menghafalnya dua minggu yang lalu," jawab Altar, genit.


"Iyaudah, ayo baca," pinta Aisha.


"Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa," bisik Altar tepat di telinga sang istri.


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


"Aamiinn," ucap Aisha, lalu mencium pipi Altar.


Aisha membalikan wajahnya ke arah lain, karena Altar senyum-senyum terus.


"Gak tau apa, senyumnya itu bikin orang gila?" tanya Aisha, dalam hati.


Altar kembali mamagut bibir Aisha, bahkan leher Aisha dia gigit singkat, membuat Aisha meringis.


Sekitar 18 menit pemanasan. Altar melirik ke arah Aisha.


"Apa kamu udah siap sayang?" tanya Altar, dengan suara seraknya.


Aisha dengan malu, mengangguk bata-bata.


Altar hanya membalasnya dengan senyuman.


************


Altar ambruk di atas tubuh istrinya, dia mencium sekilas kening dan bibir Aisha lalu tersenyum.

__ADS_1


"Makasih sayang," ujar Altar membaringkan tubuh nya di samping Aisha.


Aisha hanya manggut-manggut, menolehkan wajahnya ke Altar.


"Lengannya sakit?" tanya Aisha, melihat lengan suaminya yang tadi dia cakar.


"Sakit, tapi tidak senikmat yang kamu kasih sayang," jawab Altar, menggoda.


Aisha memukul dada kekar suaminya lalu tersenyum.


Altar beranjak bangun dan mengambil tisu di atas nakas.


Dia tidak sengaja melirik ke kasur dan melihat cairan darah. Altar hanya tersenyum.


Akhirnya dia yang berhasil mengambil keperawanan sang istri.


"Aku bersihkan ya?" tanya Altar meminta izin.


Aisha menggigit bibirnya, lalu mengangguk.


Altar pun membersihkan cairan-cairan percintaanya, yang ada di bagian paha sang istri.


Setelahnya, dia beralih membersihkan punyanya sendiri.


"Tidurlah," pinta Altar, memakaikan selimut pada istrinya.


Aisha memejam kan matanya.


Altar pun memasuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri lebih tepatnya mandi junub.


Beberapa saat kemudian, Altar kembali keluar dari kamar mandi.


Kali ini segar badannya naik dratis.


"Ahahai, bentar lagi bakal ada simba," ujar Altar dalam hati.


Altar membaringkan badannya di samping sang istri, dan memeluknya sangat erat dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2