Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 90•


__ADS_3

Altar mengusap wajahnya kasar, pikirannya sekarang sedang kala kabut karena cemas dengan keadaan istrinya yang sedang tak sadarkan diri.


Sekarang di periksa oleh Karen selaku dokter.


Kana sanatiasa menanangkan putranya.


"Tenang lah, nak," ucap Kana menepuk bahu sang anak.


"Altar gak bisa tenang, pah, ngelihat keadaan istri Altar seperti ini, bagaimana Altar bisa tenang," jelasnya pada sang Papa.


Kana hanya menghela nafas pasrah.


"Gimana Karen, keadaan mantu saya?" tanya Marwa pada adek iparnya tersebut.


Karen menoleh sekilas ke arah Marwa. "Dia terlalu banyak pikiran, wanita hamil jangan sampai stres, jaga menantu mu jangan sampai dia terus-terusan kepikiran tentang keadaan abinya, usahakan hibur dia," jelas Karen.


Marwa mengangguk, hanya Marwa yang berada di dalam kamar sedangkan Altar dan Kana berada di luar.


"Wajahnya sangat pucat kak, semoga saja orang tuanya baik-baik aja," ucap karen, memandang wajah Aisha.


Marwa kembali mengangguk, ikut mandang wajah menantunya.


"Kalau gitu, saya gak bisa lama-lama, hari ini Cila ada jadwal pertemuan orang tua," sahut Karen.

__ADS_1


"Yaudah, hati-hati," ucap Marwa di angguki oleh Karen adik iparnya dan selaku mamanya Atlanta dan Cila.


Saat tiba di luar Karen berpas-pasan dengan kakaknya beserta keponakannya.


"Gimana Ren?" tanya Kana.


"Dia terlalu banyak pikiran, dan kecapean, tapi kalian tak perlu khawatir dia baik-baik aja," jawab Karen.


"Makasih, tan," sahut Altar, beralih masuk ke dalam kamar.


Kana pun mengantar adiknya sampai di depan rumah, dan kembali masuk, dia tak akan ikut melihat kondisi menantunya saat ini, pria paruh baya itu memutuskan duduk di sofa ruang tamu.


Altar menggenggam jari lentik istrinya. "Maafin kakak sayang," kata Altar, seraya mengecup berulang kali tangan mungil tersebut.


Marwa mengelus pundak sang putra. "Mama, keluar dulu ya, setelah istri mu bangun suruh dia minum susu yang sudah Mama siapin," pesan Marwa, di angguki oleh Altar.


Sehabisnya sholat, Altar menaiki ranjang dengan membawa baskon berisi air dan handuk kecil, dia akan membersihkan badan istrinya yang lengket, walaupun tidak akan sebersih saat mandi namun setidaknya badan istrinya akan segar.


Setelahnya Altar mengganti pakaian Aisha.


Altar mengelus surai sang istri. "Akhir-akhir ini banyak banget yang buat istri gue gak tenang," gumam Altar ikut membaringkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya, dia membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Maafin kakak ya," kata Altar.

__ADS_1


Altar pun ikut terlelap dengan dirinya memeluk tubuh sang istri.


Di jam pukul 16.34. Altar terbangun begitupun Aisha yang sudah sadar, mata wanita itu masih bengkak.


Altar tersenyum saat membuka mata dan melihat wajah istrinya yang sedang memandangnya.


"Udah sadar istri kaka, ternyata," sahut Altar mengucek matanya.


Aisha mengubah posisi menghadap ke atas, pikirannya masih beraduk-aduk tentang keadaan abinya, dia sudah berusaha tidak terlalu memikirkannya, yakin abinya baik-baik saja namun hasilnya nihil, pikiran negatif itu terus menghantui pikirannya.


"Sayang, ayo makan dulu," sahut Altar.


Aisha menoleh ke arah suaminya, yang terus tersenyum kepadanya dari wajahnya sudah di pastikan Altar sudah berusaha menghiburnya. Aisha jadi tak tega melihatnya, hanya karenanya suaminya itu harus kesusahan.


Aisha beranjak bangun, dan menampilkan tersenyumnya pada Altar, padahal Altar sangat tau senyum itu hanya senyum terpaksa namun tak apa setidaknya ada kemajuan.


Altar menghapus air mata istrinya yang masih keluar dari matanya. "Udah nangisnya ya! Kasian dedek jadi gak kuat, kalau amahnya juga gak kuat," bujuk Altar.


Aisha mengangguk, membuka mulutnya di saat Altar ingin menyuapinya.


"Sebentar, kita coba lagi telfon abang Rigel!"


Aisha kembali mengangguk sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Pentingin ke sehatan kamu juga ya! Jangan sampai kenapa-napa, kamu hamil muda, sangat bahaya," ocehnya.


Aisha mencubit bibir suaminya. "Ya kak Altar maafin Aisha, cerewet banget," celetuk Aisha, membuat Altar terkekeh.


__ADS_2