
Aisha menahan kepala suaminya, yang ingin kembali menghujamkan ciuman di perutnya.
"Udah ih, geli tau," sahut Aisha. "Kak Altar, cepat telfon teman kakak," sambung Aisha, memanyunkan bibirnya.
Altar beranjak mengambil ponselnya lalu mulai mengirimkan pesan kepada keempat temannya.
...Gc nistain Vier....
( "Datang ke rumah gue sekarang!" )
^^^( "Ngapain? Mau di beri uang sejuta-juta?") ~ Evan.^^^
^^^( "Wah, ada apa nih? Ada janda pirang?" ) ~ Vier.^^^
^^^( "Otw.") ~ Cakra.^^^
^^^( " Duain." ) ~ Kendra.^^^
Altar menyimpan kembali ponselnya, kembali menaiki ranjang tidur di pangkuan sang istri yang sedang bermain ponsel.
"Udah?" tanya Aisha pada Altar, Altar pun hanya mengangguk.
"Harus enak ya!" tekan Aisha, sehingga membuat Altar menelan ludahnya, dia tak pernah sama sekali membuat makanan, ini pertama kalinya.
"Aku, bukan shef Juna," jawab Altar.
"Terus?"
"Ya, jelas kakak gak akan bisa!"
"Bisa kok, kalau berusaha, nyari tutornya di YouTube juga boleh," saran Aisha, dengan gampangnya.
"Ya juga, kakak dari YouTube tau belajar bikin dedek," jelas Altar, membuat Aisha mencubit lengan sang suami.
__ADS_1
"Arkkk," teriak Altar kesakitan. "Kamu tuh ya, sering banget kdrt kakak!" celetuk Altar.
Aisha hanya mencibikkan bibirnya namun beberapa detik, dia kelihatan berbinar lalu menatap pada sang suami.
Altar yang di tatap mulai waspada.
Altar menaikkan dagunya. "Kenapa?" tanyanya.
"Coret-Coret, perut kakak boleh?" tanya Aisha dengan wajah gemasnya pada sang suami.
Altar menoleh ke arah perutnya, dan terdiam tidak menjawab pertanyaan sang istri.
"Kakak gak mau, perutnya Ais coret-coret? Kakak mau dedeknya ileran?" tanya Aisha.
Altar menggeleng. "Tapi... Sayang." Altar begitu tak rela membiarkan perut bersih dan kotak-kotaknya di coret-coret.
Aisha mulai mengerucut bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca.
"Kakak beneran tega?" tanya Aisha berusaha menahan air matanya.
"Kan, bisa di cuci lagi kak Altar," jawab Aisha.
"Ngidamnya makan sate cumi-cumi aja ya? Ayo kita turun, mereka pasti udah datang." Altar berusaha mengalihkan pembicaraan, dia memakaikan jilbab dan cadar pada istrinya lalu menggendongnya keluar kamar.
Aisha hanya diam, tanpa berkata apa-apa, entah sifatnya saat ini seperti bocil usia dua tahun.
Dan benar saja, sesampainya di bawah, keempat teman Altar sudah datang. Tuhan memang penyelamat bagi Altar yang akan di nistakan sang istri tadi.
"Lah, bu ketua kenapa, Tar?" tanya Kendra.
Altar menggeleng, begitupun Aisha.
Altar mendudukan istrinya di sofa. Ini saatnya dirinya akan pamer pada teman-temannya bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1
Pertama-tama, Altar memeluk keempat temannya, keempat manusia yang bingung itu hanya mematung, membalas pelukan Altar.
"Kenapa sih, lo bos?" tanya Vier, heran.
"Habis, minum-minum lo?" Cakra ikut bertanya, menempelkan tangannya di kening sang bos.
Altar mendengus kesal dan menepis tangan Cakra, dia merengok sakunya, memberi keempat temannya duit.
Mereka berempat saling tatap namun menerima pemberian Altar.
Aisha tertawa kecil melihat komuk keempat temannya suaminya. Altar juga sih ada-ada pake acara dramatis segala.
"Bu ketua, semalam dia tidur di luar?" tanya Kendra pada Aisha. "Kok nih anak, makin hari, makin ada kelainannya," lanjutnya.
Aisha malah ketawa terbahak-terbahak dalam hati, melihat tingkah konyol mereka.
"Jangan-jangan, dia bukan Altar lagi? Melainkan demit persimpangan tiga depan sana," tebak Evan.
Mereka menyimpan uang pemberian Altar ke dalam saku masing-masing lalu mulai memegang badan Altar.
"Rukia Cak, rukia, sepertinya di dalam sini ada jin mulia sholeh dan sholeto," seru Kendra memegang kepala Altar.
Evan memegang tangan kanannya, sedangkan Vier tangan kiri.
"Eh, gue mau nanya, do'a rukia gimana?" tanya Cakra tiba-tiba, membuat ketiga temannnya menepuk jidat.
"Biar, gue aja!" timpal Evan. "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."
Krik Krik.
"Itu beneran, do'a rukia?" tanya Vier.
Evan menggeleng. "Gue kalau makan, di suruh baca itu sama nyokap, jadi gue bacain deh do'a ini biar setannya jadi lapar dan keluar dari tubuh Altar," jelas lekali itu.
__ADS_1
...****************...