Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 57•


__ADS_3

Altar tersenyum, dia mengirimkan sebuah pesan pada ponsel Ilona.


"Kak Altar," panggil Aisha. "Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Aisha memicingkan matanya ke arah Altar.


Altar menggeleng. "Gak ada apa-apa!"


Aisha hanya mengangguk, lalu kembali merapikan pakaian suaminya yang akan di bawa pergi.


Altar menenguk salvinnya, melihat leher sang istri yang terekspor sempurna.


"Sayang," panggil Altar, dengan suara manjanya.


Aisha hanga berdehem.


"Kamu gak mau dulu ngasih kakak kekuatan, sebelum pergi?" tanya Altar.


Aisha mengejap lalu menoleh ke arah Altar. "Kekuatan apa, ultramen? Ais bukan ultramen," jawab Aisha, dengan polosnya.


Altar memutar bola matanya jengah. "Iya ibarat kamu tuh ultramen yang memberi kekuatan pada ku," timpal Altar, dengan wajah genitnya.


"Apasih, gak jelas!" cibir Aisha.


Altar yang mulai geram pada istrinya, langsung aja menarik dengan kuat tangan Aisha, bahkan dirinya tidak bisa mengseimbangkan badanya sehingga mereka sama-sama terjatuh dengan Aisha di atas Altar.


"Cantik," puji Altar, mencium bibir Aisha bahkan sampai memagutnya secara mendadak, sehingga Aisha membeku tanpa membalas ciuman Altar, dia hanya menikmatinya.


BRAK!


Suara pintu terbuka, membuat sepasang suami istri yang tergeletak di lantai sambil bercium seketika menoleh ke sumber suara.


Altar dan Aisha saling menatap satu sama lain.


"Omaygat, mamah gak lihat kok silahkan di lanjut," pekik Marwa menutup mata menggunakan kedua tangannya. "Altar lebih baiknya di atas kasur aja nak! Nanti pegal," saran Marwa.

__ADS_1


"Satu lagi, semangat buat cucu untuk mamah," seru Marwa, pergi dari sana dengan hati yang riang, setelah ini dia akan bergosip bersama sang suami.


"Ah, papah harus tau!" gumam Marwa.


Aisha beranjak dari atas Altar, lalu membantu Altar bangun.


"Sha, sekali lagi please! Nanti kita akan ldran, jadi beri kakak kekuatan," pinta Altar, menaik turun kan alisnya.


"Gak mau!" tolak Aisha berjalan masuk ke dalam kamar mandi, meninggal Altar yang memalas di tempat.


Altar mengacak rambutnya furstasi. "Andai ini gak penting-penting amat, mungkin gue lebih milih seharian di kamar buat simba sama Sha," gumam Altar, kayang di atas kasur.


Altar senyum-senyum saat kembali mengingat momen mereka berdua. "Gila-gila. "Altar memukul pelan kepalanya.


"Tapi enak ya!" gumam Altar.


tiba-tiba sebuah tangan mengusap wajahnya, membuatnya mengumpat dalam hati.


"Apanya yang enak, kak Altar?" tanya Aisha.


"Kakak mau tulang kakak yang kurus itu patah tiga? Ngapain kaya gitu!" celetuk Aisha.


Altar yang menyadari bahwa dia masih kayang, seketika dia merubah gayanya menjadi tidur.


"Aneh," lirih Aisha.


"Sha," panggil Altar menarik tangan Aisha.


"Kak Altar mah kebiasaan!" ketus Aisha, di saat tubuhnya di peluk erat oleh Altar.


"ayo buatin cucu buat mereka," bisik Altar tepat di telinga Aisha, sehingga membuat Aisha menggerik ngerih mendengarnya.


"Kan, udah semalam!" jawab Aisha.

__ADS_1


Altar memanyun. "Sekali lagi!" pintanya, memperlihatkan wajah imutnya pada Aisha.


"Gak usah gitu!" Aisha menutup wajah Altar menggunakan tangannya.


Altar tersenyum nakal. "Ayo," ajak Altar dengan wajah yang dia buat, memalas.


Aisha menghela nafas. "Masih ada mamah," ujar Aisha.


"Gak apa-apa tuh!"


"Ta-"


"Kamu tuh ya nyari alasan mulu," sela Altar, membalikan badannya membalakangi Aisha, berharap istrinya membujuknya.


"Udah, gak usah ngambek kaya bayi," sindir Aisha, mencibir.


Aisha mengguncang badan Altar.


Altar tersenyum, dia menerka-nerka istrinya akan membujuk dirinya lalu mengizinkannya buat simba.


"Ada yang nelfon kak," ujar Aisha, membuat senyuman Altar luntur seketika.


Altar beranjak bangun. Dia sangat kesal pada istrinya.


Dia mengambil ponselnya dari atas nakas, lalu melirik ke arah Aisha menggunakan wajah kesalnya. Sedangkan sang pelaku? Merasa tidak bersalah sedikitpun.


"Halo," ujar Altar, menuju balkon meninggalkan Aisha sendiri di dalam.


Altar begitu bahagia bahkan dia tertawa ria, sehingga Aisha yang melihatnya mengerucut bibirnya.


"Jangan-jangan..." Aisha menjeda kalimatnya.


Aisha merebut ponsel Altar lalu mematikannya, Aisha melompat ke arah Altar, untunglah Altar langsung menangkap tubuhnya.

__ADS_1


"Aisha mau! Asalkan kakak gak nyari yang baru di luar sana!"



__ADS_2