Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 7


__ADS_3

Leana langsung menggeleng keras mendengar ucapan Atlanta. Melakukan hal seperti yang Atlanta tuduhkan saja, Senja tidak pernah melakukannya. Gimana dia bisa mempunyai seorang anak?


"Aku tidak mempunyai anak. Bahkan, melakukan hal yang kamu katakan tidak pernah," ucap Leana dengan jujur kepada Atlanta.


"Bodoh, sudah jelas-jelas di dalam video itu lo," umpat Atlanta. "Sekarang lo udah sok alim iya, pakaiannya saja tertutup, tapi perbuatan-"


"Cukup Atlanta, jangan melanjutkan ucapanmu. Kamu tidak tahu gimana kamu menyakiti hatiku, hatiku sakit Atlanta. Kamu terus menuduhku, sudah aku katakan itu bukan aku," teriak Leana. "Sudah cukup penghinaannya, aku juga yang akan mengundurkan diri." Leana langsung mendatangani surat pengunduran dirinya.


setelah semuanya selesai, gadis itu menghapus air matanya lalu berjalan keluar dari ruangan Atlanta. Sedangkan laki-laki itu, menatap berkas yang sudah Leana tanda tangani.


Atlanta melempar berkas itu, lalu mengamuk.


"Leana sialan," teriak Atlanta menghapus air matanya dengan kasar. Sudah lama air mata itu ingin jatuh.


Ada rasa rindu yang dia rasakan ketikan melihat gadis itu. Namun, rasa rindunya akan hilang jika dia mengingat bahwa Leana pernah mengkhianatinya dengan melakukan hal tak senonoh bersama orang lain.


"Kenapa kamu tidak ingin jujur juga? Ha, kenapa," teriak Atlanta menjatuhkan badannya ke lantai. Dia tidak memikirkan saat ini dia sedang berada di mana.


Drrtttt!

__ADS_1


Deringan ponsel membuat Atlanta langsung merongok saku celananya, mengambil ponselnya. Ada telfon masuk dari kakak sepupunya yaitu Altar.


"Halo," ucap Atlanta dengan suara seraknya.


"Kenapa lo? Suara lo kenapa serak-serak gitu?" tanya Atlar di seberang sana.


"Gue habis bangun tidur, lo gangguin tidur gue sialan. Ada perlu apa lo menelfon?" tanya Atlanta.


"Sini ke rumah gue, gue lagi acara kecil-kecilan, takutnya kalau lo gak di ajak, lo ngambek lagi terus lompat ke sungai amazon kan bahaya," celetuk Altar asal-alasan membuat Atlanta memutar bola matanya malas.


"Iya sih anjir. Gue bakal datang bentar. Udah matiin gue mau lanjut galau," pinta Atlanta mengakhiri telfonnya.


Setelah telfonan dengan kakak sepupu, Atlanta mencuci wajahnya lalu pergi dari cafe untuk pulang ke rumah. Bersiap-siap ke rumah Altar.


"Mau ke rumah Aa Altar," jawab Atlanta.


"Cila boleh ikut? Cila pengen main sama adek Fisha," pinta Cila.


"Sana siap-siap, Aa tunggu," ujar Atlanta membuat adiknya bersorak gembira lalu berlari masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Atlanta pun menunggu adiknya bersiap-siap, setelah gadis itu selesai bersiap. Mereka kakak-beradik pergi dari rumah untuk menuju rumah Altar.


Sesampainya di rumah Altar, Cila berlari mencari anak balita yang merupakan anak kakak sepupunya.


"Cila hati-hati, nanti lo jatuh," peringat Atlanta ikut berjalan ke dalam rumah.


duarrr!


"Anj*ng, kambing, kucing," teriak Atlanta terkejut saat mendengar balon meletus.


"Belum lo sebut semua itu, sebut lagi ayo," pinta Evan dan Vier tertawa membuat Atlanta mengejar mereka berdua.


Brak!


Ketiganya sama-sama jatuh, saat Evan tak sengaja menginjak mainan Fisha.


"Kalian ngapain?" tanya istri Vier yang bernama Harumi.


"Sayang bantu aku berdiri." Vier merentangkan tangannya, Harumi yang heran hanya menurut menarik tangan laki-laki itu.

__ADS_1


"sakit cok, lo berat juga," umpat Evan dan Atlanta bersama.


"Ini kalian ngapain sih? Datang-datang sudah buat ulah aja," celetuk tuan rumah yang tentunya adalah Aisha.


__ADS_2