Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Vampir dan darah suci.


__ADS_3

"Aduh Ilona, jangan ngedorong , aku kan duluan disini," ujar Aisha. Disaat Ilona menyenggol lengannya dengan sangat keras dan menggambil tempat Aisha, padahal Aisha sudah lama mengantri untuk mendaftar kepada Evan. Mau tidak mau Aisha mengalah dan mulai mengantri dari paling belakang.


Aisha sedikit menghela nafas, dia harus sabar.


Tiba tiba tangannya ditarik seseorang membuat Aisha kaget sementara, selepas tau kalau Altar yang menarik tanganya.


"Lepasin kak, keburu ada yang ngambil antrian Ais lagi," ujar Aisha. Namun Altar tidak mempedulikannya, dia meninggal kelas sambil menarik tidak terlalu keras pergelangan tangan Aisha.


"Kak Altar, kakak tau ngantri sambil berdiri itu mengurus tenaga, apalagi pada ngedorong," jelas Aisha, seakan curhat pada suaminya. "Kaki Ais sakit tau," lanjutnya disaat Altar sudah melepaskannya.


"Coba duduk," pinta Altar, disaat telah sampai dibelakang sekolah.


Aisha yang bingung, hanya menuruti kemauan suaminya itu.


Dan tiba tiba disaat itu Aisha melotot melihat Altar memijat kakinya.


"Kak Altar, apa yang kakak lakuin." Aisha hendak menurunkan kakinya diatas paha Altar. Namun Altar mencegahnya.


"Jangan, katanya kakinya sakit kan?Jadi biar gue pijitin," ujar Altar.


"Iyaudah makasih kak Altar, tapi Ais belum daftar sama Evan."


"Gue udah daftarin nama lo," sahut Altar.


"Wah, suami aku baik banget. Tau gitu Ais bakal ga ngantri kalau kakak udah daftarin nama Ais," seru Aisha dengan bahagia. Dia pun menyubit pipi Altar dengan gemess, sedangkan respon sang empu hanya mendengus.


"Kak Altar!" panggil Aisha, dan hanya dibalas deheman oleh Altar.

__ADS_1


"Ais mau minta izin. Bentar mau keluar bareng Kiara sama Alma," ujar Aisha was was takut Altar marah.


"Mau kemana?" tanya Altar menoleh kearah Aisha.


Aisha mengigit bibir bawanya. " Aisha mau kemall, tapi suer Ais cuman temenin mereka kok."


"Cuman nemenin?" tanya Altar dan hanya diangguki oleh Aisha.


"Lo istrinya Altar Geutama jangan kemall cuman nemenin teman, gue tau lo pasti juga mau belanja," jelas Altar.


Aisha menggeleng. "Kak Altar, Aisha hanya minta izin kakak untuk pergi bersama mereka berdua."


"Sama gue perginya!"


"Ih mana boleh gitu, apa kata mereka berdua kalau kakak dan aku pergi bersama?" tanya Aisha.


Aisha hanya mengangguk. Bagaimana pun dia ingin pergi bersama dengan kedua sahabatnya, kalau suaminya tidak mengizinkan maka haram hukumnya bagi kaum istri yang membantah perintah suaminya. Jadi sebentar dia akan menyampaikan pada kedua sahabatnya kalau dirinya tidak bisa ikut.


"Bentar, gue mau beliin lo peralatan kemping," ujar Altar.


Aisha menggeleng. " Gausah kak Altar, Ais punya di rumah umah dan abi, Ais cuman pengen kakak Altar, antar Ais kesana," timpal Aisha.


Altar hanya mengangguk. Istrinya ini terlalu hemat, untuk dirinya yang suka boros dan membuang buang duit.


"Kak Altar," panggil Aisha lagi.


"Apa?" ujar Altar yang tidak menoleh kearah Aisha, dia sibuk memijit kaki istrinya itu.

__ADS_1


"Ais lapar," jawabnya Aisha, sambil nyengir pada Altar.


"Yaudah ayo kekantin," ujar Altar sambil merentangkan tanganya membuat Aisha bingung.


"Kenapa?" tanya Aisha.


"Arkkk, kak Altar," teriak Aisha disaat tubuhnya seakan melayang di udara.


Tanpa menjawab pertanyaan Aisha. Altar sudah menggendongnya ala bayi koala.


"Kak Altar, nanti orang pada lihat ih turunin!" pinta Aisha berusaha merontak tapi tak dipedulikan oleh Altar.


"Ya Allah selamatkan Ais dari penggemar kak Altar," lirih Aisha. Membuat Altar terkekeh.


"Emang penggemar gue mau ngapain lo?" tanya Altar tepat ditelinga Aisha. Sehingga gadis itu menggerik merinding.


"Mulut penggemar kakak pedes, penggemar kakak kan netijen," jawab Aisha.


"Gigit lo boleh ga sih Sha?" tanya Altar. Terasa ambingu.


"Kakak vampir iya?" ujar Aisha dengan polosnya.


"Gue manusia," jawab Altar singkat.


"Tapi kok mau gigit orang!"


Altar menghela nafas dalam dalam. " Gue cuman mau gigit lo doang, anggap aja gue vampirnya lo darah sucinya," ujar Altar ambingu.

__ADS_1


__ADS_2