Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •chapter 50•


__ADS_3

Sekali hentakan kain yang menutupi wajah Aisha bahkan kerudung yang gadis itu pake terbuka, sehingga rambut indah, dan wajah cantiknya terekspor sempurna.


Aksa dan kedua temannya tidak bisa ber kata-kata, melihat wajah yang amat cantik di depannya. Bahkan Aksa menelen susah payah salvinnya.


"Hei, wajah lo cantik juga pantas aja Altar mau sama lo," ujar Aksa, memegang dagu Aisha. Gadis itu terus saja menangis.


Dalam hati Aisha terus saja ber do'a, agar seseorang membantunya pergi dari sana.


"Kak Altar, Ais takut," ujarnya dalam hati.


"Cucucu, jangan nangis he!" bentak Aksa, sehingga Aisha tersentak kaget dan semakin menangis.


"Cengeng, banget sih lo," cerca Aksa. "Kayanya lo bisa muasin gue deh." Aksa tersenyum devil.


Aisha menggeleng. "Jangan, saya mohon," larang Aisha, dengan air matanya yang terus mengalir.


Tangan Aisha di ikat ke belakang, dagunya di cengkram dengan kuat oleh Aksa. Gimana dia harus melawan atau pun memberontak di setuasinya seperti saat ini?


"Apa yang anda, ingin,'kan dari saya?" tanya Aisha.


"Gue mau tubuh lo itu, gue ingin Altar hancur!" jawab Aksa, ber bisik tempat di depan telinga Aisha.


Aisha menggeleng. Di saat Aksa mulai menurun,'kan kasper gamisnya.

__ADS_1


Gamis yang di pakai Aisha sudah terbuka, tubuh Aisha hanya terbaluki taktop saja dan dala**nnya, Bahkan dada Aisha sudah terlihat.


Aisha seketika menjerit dengan kuat dalam hati. Apakah dirinya akan musnah di saat itu juga? Kenapa tak ada yang ingin menolongnya.


"Ya Allah, ujian apa yang kau berikan pada hamba? Ini sangat menyiksa, aku ingin kak Altar."


"Jangan," cegah Aisha, di saat Aksa ingin memegang dadanya. "Kak Altar, tolong Aisha," teriaknya.


"Suami bangsad lo itu, gak bakalan datang," jawab Aksa.


"Kak Altar, bakal datang!" teriak Aisha, dengan mata yang memerah.


Plak!


"Arkkk," jerit Aisha, di saat Aksa menginjak jemarinya.


"Sakit?" tanya Aksa.


Aisha hanya bisa menangis, menjerit saja dia sudah tak sanggup, akan kah dia harus menyerah dan membiarkan Aksa melakukan apapun ke padanya?


"S*x*," gumam Aksa, menjilat air liurnya sendiri, melihat penampakan yang indah di pandang, di depannya.


Aisha semakin panik dengan ucapan Aksa barusan, apa yang akan di lakukan pria yang ada depannya.

__ADS_1


"Iya Allah, maafiin hamba, tolong beri petunjuk pada suamiku, agar dia bisa menolong ku dan membawa ku pergi dari tempat ini, hamba benar-benar takut. Allah pasti tidak ingin hambanya tersiksa seperti ini kan? Jadi biarkan hamba lepas dari orang jahat yang ada di depan Ais, Ais benar-benar sudah gak kuat!"


"Maafin Ais kak Altar, Ais gak bisa menjaga tubuh Ais, dia sudah melihat semuanya. Ais takut tolong cepatlah datang dan bawa istrimu ini pergi," ujar Aisha, dalam hati.


"Arkkkk." Aisha kembali berteriak, kala Aksa kembali menginjak tangannya dengan sangat kuat.


"Apa lo berdoa, agar seseorang datang dan menyalamat,'kan lo? Mimpi anjing," umpat Aksa.


Aksa benar-benar ingin membuat hidup Altar menderita. Dan tanpa bekerja keras dia sudah membuat wanita yang Altar sayangi, terluka bahkan tersiksa. Ini semua berkat kerja samanya dengan Ilona.


Aksa akan berterima kasih pada gadis licik itu, sesudah dia memuaskan dirinya lewat Aisha.


Aksa tersenyum, lalu berjongkok di hadapan Aisha, pria itu hendak mencium bibir Aisha namun tiba-tiba Aksa ambruk di kaki Aisha, di saat suara tembakan dari belakang.


Dor!


Aksa ambruk dengan darah yang keluar dari kepalanya, Aisha menjerit di saat melihat darah itu.


Bahkan darahnya terkena wajahnya, badan Aisha seketika bergetar, dan tiba-tiba seseorang langsung memeluknya.


"Sayang tenang lah, kakak sudah ada di sini, kakak tidak akan membiarkan bajingan ini hidup, kakak janji!" ujar seseorang, yang tidak lain adalah Altar.


Altar melepaskan pakain yang dia gunakan, dan membiarkan istrinya yang memakainya.

__ADS_1



__ADS_2