Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 63•


__ADS_3

"Arkkk, sakit anjir," pekik Vier, saat Altar menendang kakinya kuat.


"Lo gila," timpal Kendra, menyumpal mulut Vier dengan berbagai macam makanan.


Vier tidak protes, dia malah mengunyanya.


"Jadi, mau gak nerima saran gue ini?" tanya Vier, meneguk jus jeruk Evan, sehingga mendapat toyoran pada sang pemilik.


"Saran lo, di luar otak najwa," sahut Cakra. "Tapi kayanya bisa di coba," sambungnya.


"Bagus juga sih," usulan Altar.


Mendengar usalan Altar, Vier merasa bangga.


Evan dan yang lain hanya memutar bola jengah.


"Nanti sih Cakra yang buat Ilona keceplosan bicara, dan mengungkap dengan terang-terangan, agar kita punya bukti atas kejahatannya," ujar Vier.


Cakra yang mendengar namanya Di sebut, lantas protes. "Enak aja, kok malah gue?"


"Itung-itung, hukaman masalah yang tadi ada di markas," sahut Kendra.


"Nah, bagus akal," celetuk Altar.


"Masuk akal, gembel." Evan tanpa takut, menepuk dengan keras bahu Altar.


Cakra berdiri dari duduknya. "Gak-gak, gue gak minat," tolaknya.


"Ini udah gak bisa di ganggu gugat!" tekan Vier.


Cakra mengacak rambutnya furstasi. "Kenapa harus gue sih jadi sasarannya?" tanya Cakra memalas.


"Ini mah hukuman, siapa suruh gak memberi tau kita kalau orangnya adalah Ilona!" timpal Altar.

__ADS_1


"Vier aja, deh Vier," pinta Cakra pada Vier.


"Apa-apaan lo? Gue lihat muka si ulet bulu aja mau muntah." Vier yang di sebut namanya langsung aja protes


"Lo juga sayang tuh ya sama Ilona, jadi gak masalah!" sahut Kendra.


"Kapan gue bilang sayang ke dia?" tanya Cakra.


*****************


"Owh begituuu," ujar Vier, dengan nada seperti bapak-bapak viral di ti*tok.


Mereka sedang memantau pergerakan Ilona, dan di ketuai oleh Vier.


"Ok, ayo Cak." Vier mendorong tubuh Cakra, sehingga pria itu mendengus.


"Lona," panggil Cakra, menghampiri gadis itu.


"Kayanya senang banget nih di ajak ngedate bareng Altar, congrats buat lo," ujar Cakra.


"Tau dari mana lo?" tanya Ilona malu-malu.


"Ck, gue di beri tau dia lah, lo make pelet apa?" tanya Cakra, secara gak jelas.


Ilona terdiam. Cakra mengode ke arah temannya agar merekam.


Mereka mengangguk.


"Gue dukung lo sama Altar, jadi beri tau tipsnya gimana lo depetin dia?" tanya Cakra.


"Lo gak akan marah? atau memberi tau siapa-siapakan?" tanya Ilona balik, dan di angguki oleh Cakra.


"Bahkan gue dukung paling depan lo sama Altar, jujur gue gak suka sama si Aisha itu." Cakra mulai memancing.

__ADS_1


"Wah gila, maafin gue bu ketua," batin lelaki itu.


"Gue dah tau kok, lo yang menyuruh Aksa untuk melakukan ini semua kan? Tapi lo tenang aja gue gak akan memberi tau siapa-siapa," ujar Cakra.


"K-o, lo tau?" tanya Ilona, sedikit panik.


"Apasih yang gak bisa gue ketahui?" tanya Cakra, tersenyum devil.


"Gue ngelakuin ini, agar gue dapatin Altar, apapun akan ku lakukan untuk mendapatkannya, bahkan menyuruh melecehkan istrinya itu masalah kecil, dan sekarang Altar sudah mengajakku ngedate minggu malam nanti," jelas gadis itu berbinar, mengingat pesan yang di kirimkan Altar untuk mengajaknya jalan-jalan minggu malam.


Cakra melirik ke arah temannya, lalu menaikkan jempolnya.


"OK, sampai sini dulu deh, gue masih ada urusan di markas, lo semangat," ujar Cakra beranjak pergi dari sana.


"Entah memang bloon, atau bego si ulet bulu. Otak jahatnya lebih menguasai dari pada otak baiknya, bisa-bisanya segampang itu dia mempercayai seseorang?" Evan dan Kendra geleng-geleng kepala.


"Udahlah, yang jelas kita sudah mendapatkan bukti kuat," sahut Vier.


Mereka pun meninggalkan taman di mana mereka menemukan Ilona.


Viermengirimkan hasilnya ke Altar, yang sedang ada di Jogja alias Australia.


Keesokan harinya, mereka berempat berkumpul kembali, hari ini mereka berada di rumah Cakra.


Dan kebetulan ada informasi yang mereka dapat. Cakra pun menghubungi Altar agar kembali secepatnya ke Indonesia.


Cakra dan lain sudah mengantur rencana, mengamankan bu ketua mereka dulu pertama-tama, agar Baro maupun Ilona tidak mengetahui keberadaan Aisha.


Di saat Altar telah sampai di Indonesia, mereka pun mengatur strategis, untuk Altar menyerahkan dirinya pada Baro dan Ilona.


Altar pun dengan dramatis, kelihatan panik di saat mereka berdua mengancamnya akan membunuh istrinya dan Mamanya dengan memasang boom di dekat kedua wanita tersayang Altar.


Padahal Altar hanya membuat jebakan pada mereka. Dan sekarang tikus sudah masuk ke perangkat kucing.

__ADS_1


__ADS_2