
Seorang laki-laki tampan berkacamata hitam kembali ke negara asalnya yaitu Indonesia, setelah sekian lama berada di LN untuk menyelesaikan S3nya. Siapa lagi kalau bukan Atlanta Ganendra Arlangga, anak sulung dari keluarga besar Ganendra dan cucu kedua dari keluarga besar dari Geutama, adik sepupu Altar.
Atlanta membuka kacamata hitamnya, saat sang adik berlari memeluknya. Iya, dia Cila adik satu-satunya Atlanta.
"Aa," seru Cila memeluk erat tubuh abangnya. Cila anak berusia 12-Tahun.
"Udah turun, Cila," pinta Atlanta menyuruh adiknya turun dari gendongannya.
"Aa tahu gak? Cila kangen banget sama Aa," seru Cila.
Atlanta menaikan satu alisnya, lalu mencubit gemass pipi putih adiknya. Jika adik abang yang lainnya di luar sana yang terus saja bertengkar, beda dengan Atlanta dan Cila. Atlanta sangat menyayangi adik bungsunya, adik sepupunya saja dia sesayang itu apalagi adik kandungnya?
"Bunda mana, Cila?" tanya Atlanta merebahkan bokongnya di sofa ruang keluarga.
"Belum pulang, katanya masih ada pasien," jawab Cila duduk di samping abangnya.
(^^)(^^)(^^)
__ADS_1
Semua keluarga berkumpul di rumah Atlanta. Merayakan kelulusan S3nya, jadi di sana sangat ramai. Mama Marwa bahkan ingin mengundang semua orang, tapi anaknya malah melarangnya hal hasil wanita tua itu merasa kesal dengan Altar.
Atlanta dan Altar saling berpelukan, kali ini mereka akan rukun tidak seperti tom dan Jerry, karena biasanya keduanya akan merebutkan kasih sayang Aisha padahal udah jelas-jelas pemenangnya adalah Altar.
"Makin cantik aja kakak ipar gue, syukurlah kalau Altar ngasih makan kakak ipar, kalau udah gak. Bilang aja iya, nanti bareng gue aja, akan ku tunggu masa jandamu, kakak ipar"ucap Atlanta sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Altar.
"Bersyanda-bersyanda. Baperan banget, udah ada anak satu masih aja baperan," sindir Atlanta.
Atlanta menatap gadis cantik yang sedang berada di sisi Kakak iparnya. Sudah pasti gadis cantik yang vibesnya seperti Aisha adalah anak dari kakak sepupunya tersebut.
"Halo, cantik," sapa Atlanta berjongkok di depan anak kecil itu. Sedangkan yang di sapa malah menjauh dan bersembunyi di belakang tubuh apahnya.
Sedangkan Atlanta berdecak kesal dan beranjak dari jongkoknya.
"Enak aja, andai lo tahu iya banyak yang ngincar gue, tapi guenya aja yang gak mau," protes Atlanta.
Setelah keributan yang diperbuat oleh kedua sepupu itu akhirnya mereka menikmati hidangan makan malam bersama.
__ADS_1
"Selamat iya, sayang." Mama Marwa mencium pipi keponakannya. Walaupun hanya keponakan kasih sayang mama Marwa pada Atlanta tidak ada bedanya dengan Altar yang anak kandungnya.
"Makasih, Mah," balas Atlanta tersenyum.
Bukan hanya keluarga saja, sahabat Altar pun datang, karena mama Marwa yang mengundang mereka berempat. Selain itu keempat manusia itu juga sudah berteman baik dengan Atlanta.
"Wah anjay, udah bawa anak semua cuy," ucap Atlanta geleng-geleng, ternyata tinggal dia yang menjadi bujang tua di sana.
"Makanya cepat nikah, jangan ngejomblo mulu," timpal Vier sehingga mereka yang ada di sana tertawa mendengarnya.
Atlanta sekali lagi memutar bola matanya malas, bukannya dia tak ingin mencari pasangan. Cuma, dia masih trauma memulai hal percintaan dengan seseorang.
"Jangan bilang lo gay?"tanya Evan.
"Eh sialan, jomblo-jomblo gini gue masih waras, iya," celetuk Atlanta.
----------------
__ADS_1
Halo Readers tercinta, terlop-lop Author kembali nih. Kali ini Author akan nulis kusus cerita Atlanta di sini. Semoga para pembacanya setia masih stay iya. love All🥰